“Abuzz” Deteksi Jenis Nyamuk Berbahaya Lewat Suara Nyamuk

"Abuzz" Deteksi Jenis Nyamuk Berbahaya Lewat Suara Nyamuk

Gigitan nyamuk dapat merenggut mengambil ratusan ribu manusia setiap tahunnya, dengan menyebarkan mikroba yang menjadikan berbagai penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, dan sakit kuning.

Kini para pengkaji telah memanfaatkan suara nyamuk tersebut untuk membangun sebuah aplikasi ponsel, atau peralatan elektronik yang menggunakan sistim operasi iOS atau android, yang dapat membantu memonitor keberadaan serangga yang mematikan ini.

Haripriya Vaidehi Narayanan mengucapkan pengguna ponsel manapun dapat positif mengatasi penyakit-penyakit tersebut dengan memakai aplikasi “Abuzz” untuk dapat mengidentifikasi nyamuk.

Katanya seandainya pengguna melihat nyamuk di kira-kira mereka, pengguna tinggal mengaktifkan pelaksanaan di ponsel, mengarahkannya ke nyamuk tersebut, dan menekan tombol mencetak.

Narayanan mulai menuntaskan proyek ini saat ia masih kuliah mengambil gelar S-2 dalam Universitas Stanford. Kini ia berfungsi di Departemen Imunologi, di Universitas California, Los Angeles.

“Ketika nyamuk mengepakkan sayapnya dan mulai terbang, dia menerbitkan suara denging yang menyebalkan…suara tersebut yang kemudian direkam oleh permintaan Abuzz, ” kata Narayanan.


Patrick Kelly, Manajer Operasi Lapangan, melepaskan nyamuk jantan yang sudah terinfeksi Wolbachia, 8 Februari 2018, di South Miami, Florida. (Foto: )

Banyak penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk belum ditemukan obat atau vaksinnya. Jadi, mennarget nyamuk itu merupakan pendekatan yang terbaik untuk mengendalikan keburukan tersebut.

“Jika kita ingin menanggulangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti malaria dan dengue, Langkah yang paling istimewa adalah mengetahui keberadaan nyamuk, ” paparnya.

Namun untuk mengawasi nyamuk secara tradisional akan memakan waktu lama dan mahal karena memerlukan penggunaan perangkap yang cukup rumit serta tenaga sarjana yang terlatih untuk mengidentifikasi insect kecil tersebut.

Manu Prakash, profesor bioteknologi dalam Universitas Stanford dan peneliti pokok proyek tersebut, mengatakan di jarang 3. 500 jenis nyamuk dalam dunia, hanya 40 yang berbahaya bagi manusia.

Bersandarkan penelitian timnya, setiap nyamuk era menggerakkan sayapnya untuk terbang bakal mengeluarkan suara dengingan yang khas untuk setiap jenis yang berbeda. Ini merupakan kunci untuk menyelami apabila nyamuk tersebut berbahaya ataupun tidak.

Para pengguna aplikasi Abuzz cukup merekam suara nyamuk dalam ponsel mereka semasa satu atau dua detik. Permintaan tersebut lalu membandingkan suara rekaman itu dengan pangkalan data ( database ) dan menentukan kemungkinan besar jenis nyamuk tersebut.

Karena alat yang digunakan, ponsel atau ponsel pintar apapun, sudah dimiliki setiap orang, tim peneliti mengatakan mereka dapat memperhatikan nyamuk dalam skala yang jauh lebih besar daripada yang memungkinkan sebelumnya.

“Ini jalan yang tidak memerlukan ponsel akil canggih. Ponsel minimalis yang pengampu pun sebenarnya sudah cukup, ” ujarnya.

Dengan melaksanakan urun daya ( crowdsourcing ) informasi tentang nyamuk dari seluruh pelosok dunia, aplikasi ini akan membangun peta letak tempat ditemukan nyamuk yang berbahaya. Ini akan membantu para ilmuwan dan petugas kesehatan memprediksi tempat-tempat di mana kemungkinan terjadi epidemi dan di mana harus menarget pengendalian nyamuk.


Seorang pegawai Mumbai Municipal Corp. menyemprot jalan di Mumbai, India, 10 Juni 2020, untuk mencegah wabah demam berdarah. (Foto: Reuters)

Prakash percaya bahwa keterlibatan komunitas semacam ini merupakan kunci buat mengatasi masalah besar seperti keburukan yang ditularkan oleh nyamuk

Prakash mengatakan bahwa bahkan banyak orang yang terlibat, makin baik kinerja aplikasi tersebut. Jadi, apabila setiap hari ratusan ribu orang merekam suara nyamuk dalam seluruh dunia, hal itu hendak membentuk semacam komunitas yang diperlukan.

Aplikasi ponsel Abuzz tersebut akan tersedia untuk diunduh secara gratis dalam waktu satu atau dua bulan. Informasi lebih lengkap dapat ditemukan melalui situs www.abuzz.standford.edu.

Sekelompok peneliti lain di dalam Universitas Oxford di Inggris saat ini sedang mengembangkan aplikasi ponsel seragam yang diberi nama Mozzwear. Aplikasi itu dapat mengidentifikasi jenis nyamuk meniti suaranya.

Walau perkataan tersebut dapat membuat kita segera ingin memukul serangga yang menghalangi itu, para peneliti berharap kita akan mengeluarkan ponsel dan merekam suaranya terlebih dahulu. [aa/lt/ft]