Abaikan Wabah COVID-19, Umat Hindu India Rayakan Shravan

abaikan-wabah-covid-19-umat-hindu-india-rayakan-shravan-2

Total pesertanya tidak hanya puluhan atau ratusan, melainkan jutaan. Mereka berduyun-duyun mendatangi kuil-kuil di berbagai penjuru India pada Senin terakhir kamar Shravan, yang tahun ini jatuh pada 16 Agustus.

Shravan adalah bulan suci Hindu dengan dikhususkan untuk menghormati Memuja Siwa. Senin terakhir pada bulan itu sering dianggap sebagai hari paling keramat untuk menunjukkan pengabdian dalam satu dari tiga memuja utama (Trimurti) dalam petunjuk Hindu itu.

Selain Siwa, dua dewa utama lainnya adalah Brahma dan Wisnu. Dalam petunjuk agama Hindu, Dewa Siwa adalah dewa pelebur, yang bertugas melebur segala objek yang sudah usang & tidak layak berada pada dunia fana sehingga harus dikembalikan ke asalnya.


Umat Hindu menuangkan susu di atas patung ular Cobra dalam festival “Nag Panchami” di sebuah kuil dalam Amritsar, 13 Agustus 2021. (Foto: NARINDER NANU / AFP )

Dalam kota Varanasi, ribuan orang tanpa mengenakan masker memenuhi tepian Sungai Gangga dengan dianggap suci untuk berenang dan melakukan ritual keagamaan. Di kota Prayagraj serta kota Guwahati, umat Hindu tak sungkan berdiri di dalam antrian panjang untuk mempersembahkan doa dan susu kepada Dewa Siwa di kuil-kuil.

Ayush Jha, seorang pendeta, mengatakan, “Jumlah orang dalam kerumunan jutaan. Kerumunannya sangat besar. Buat berdoa, orang-orang sudah mulai mengantre sejak tengah malam atau pukul satu duni hari. Orang-orang datang ke sini untuk berdoa kepada Siwa, berdoa untuk barang apa yang mereka inginkan dan mandi di Sungai Gangga yang suci. ”

Dayanand Hirasarya, seorang penganut ajaran Hindu yang melakukan ritual itu, mengucapkan, kehadiran orang-orang seperti dirinya pada hari suci itu tidak mengejutkan, bahkan ketika kasus COVID-19 kian merajalela.

“COVID-19 sudah menyebar. Pandemi ini mewujudkan banyak orang tidak sanggup mengunjungi kuil karena banyak pembatasan. Pemerintah tidak memiliki solusi selain memberlakukan pembatasan. Ini memang menyebabkan kemerosotan kasus, tetapi orang-orang memiliki pengabdian yang tidak tergoyahkan kepada dewa-dewa mereka, ” jelasnya.

Aakansha Vishwakarma, seorang peserta lain kegiatan itu, sepakat. “Ya, memang ceroboh sih. Akan tetapi kepercayaan kepada dewa lah yang membuat orang-orang sampai ke kuil-kuil di tengah pandemi virus corona ini. ”


Seorang pengrajin mendekorasi patung dewa Hindu berkepala gajah Lord Ganesha menjumpai festival Ganesh Chaturthi dalam New Delhi, 14 Agustus 2021. (Foto: Sajjad HUSSAIN / AFP)

Tatkala itu, sejumlah pendeta selalu dilaporkan melakukan Bhasma Aarti di pusat kota Ujjain, yang disaksikan banyak orang. Bhasma Aarti adalah upacara tebar abu untuk meluhurkan Dewa Siwa.

Sesuai kalender Hindu, Shravan adalah bulan suci kelima umat Hindu. Pekan raya Shravani dimulai pada Shravan Amavasya, hari tanpa bulan pada bulan itu, serta berakhir pada Shravan Purnima, hari dengan bulan purnama pada bulan tersebut.

India melaporkan 32. 937 infeksi baru virus corona dan 417 maut dalam 24 jam final. [ab/ka]