‘Ransomware’ Serang Ratusan Perusahaan GANDAR

ac280c298ransomwareac280c299-serang-ratusan-perusahaan-as-1

Pukulan perusak perangkat lunak (ransomware) telah melumpuhkan jaringan setidaknya 200 perusahaan AS. Tersebut menurut seorang peneliti kesejahteraan siber yang perusahaannya menyikapi insiden itu. John Hammond dari perusahaan keamanan Huntress Labs mengatakan, sindikat penyebar virus ransomware besar yang berbahasa Rusia, tampaknya berkecukupan di balik serangan itu.

Ia mengutarakan, para penjahat di ‘Geng Revil’ menarget pemasok perangkat lunak bernama Kaseya, yang menggunakan perangkat lunak manajemen jaringannya sebagai saluran buat menyebarkan ransomware lebih merata.

Peneliti asing setuju dengan penilaian Hammond. Tidak segera jelas berapa banyak pelanggan Kaseya dengan mungkin terkena atau siapa mereka.

“Kaseya menangani perusahaan besar tenggat usaha kecil di negeri, sehingga akhirnya berpotensi merebak ke berbagai skala usaha, ” kata Hammond di dalam pesan langsung di Twitter.

Serangan siber semacam itu biasanya menyusup ke perangkat lunak dengan banyak digunakan dan menyebarkan program jahat ketika diperbarui secara otomatis.

Tidak jelas berapa penuh pelanggan Kaseya yang mungkin terkena atau siapa itu. Kaseya mendesak pelanggan di sebuah pernyataan di situs webnya untuk segera mematikan server yang menjalankan unit lunak yang terkena virus itu. Dikatakan serangan tersebut terbatas pada “sejumlah kecil” pelanggannya.

Peneliti keamanan siber Jake Williams, Presiden Rendition Infosec mengucapkan, ia telah bekerja dengan enam perusahaan yang tersentuh

ransomware. Bukan kebetulan kalau ini berlaku sebelum akhir pekan agenda 4 Juli, ketika pekerja Teknologi Informasi telah banyak yang libur, tambahnya. [ps/ah]