Survei: Warga AS Tak Mau Penempatan Militer Lagi pada Luar Negeri

Survei lokal terbaru yang dilakukan oleh Eurasia Group Foundation mendapati bahwa warga Amerika umumnya mengatakan lebih menginginkan diplomasi dan bukan penempatan militer di seluruh dunia. Temuan ini didapatkan dalam jajak pendapat berskala besar mulailah yang dilakukan sejak berakhirnya keterlibatan Amerika selama 20 tahun di Afghanistan.

Dengan mundurnya pasukan Amerika terakhir dari Afghanistan pada Agustus lalu sesudah 20 tahun berada di sana, Presiden Joe Biden – dalam sidang Majelis Umum PBB minggu selanjutnya – mengatakan Amerika kini beralih dari era “perang tanpa henti” menjadi era “diplomasi tanpa henti. ”

Survei nasional terbaru atas 2. 1000 pemilih Amerika mendapati bahwa sebagian besar warga setuju dengan pandangan itu.

Mayoritas warga Amerika yang disurvei oleh Eurasia Group Foundation menginginkan pengurangan jumlah tentara Amerika yang ditempatkan di luar negeri dan pengurangan komitmen pada luar negeri; sementara 58% mengatkaan ingin meningkatkan keterlibatan diplomatik Amerika.

Penarikan pasukan AS dari Afghanistan mengakhiri perang selama 20 tahun di negara itu (foto: dok).


Penarikan pasukan AS dari Afghanistan mengakhiri perang selama 20 tahun di negara itu (foto: dok).

Pemimpin survei itu, Caroline Gray, mengatakan, “Kami mendapati bahwa 62% – atau sebagian tidak kecil – menilai bahwa pelajaran terbesar dari perang ialah Amerika tidak boleh lagi terlibat dalam urusan pembangunan bangsa, atau bahwa Amerika hanya boleh mengirim pasukan jika ada kepentingan vital nasional yang terancam. ”

Laporan tersebut mendapati bahwa 80% pemilih yang berusia lebih muda, yaitu antara 18-29 tahun, percaya bahwa presiden diharuskan meminta persetujuan Kongres sebelum memerintahkan tindakan militer di luar negeri – kecuali jika Amerika diserang.

“Enam puluh lima persen warga yang lebih muda ingin menghidupkan kembali perundingan nuklir dengan Iran. Mereka lebih skeptis terhadap Amerika yang meningkatkan kehadirannya di Asia Timur buat melawan kebangkitan China, dan mayoritas mereka juga mau mengurangi pengeluaran pertahanan Amerika. Jadi dibanding warga yg berusia lebih tua, mereka jauh lebih ingin memangkas postur militer Amerika serta ketergantungan pada militer dalam menyelesaikan tantangan global, ” imbuh Gray.

Warga Amerika tampak terpecah dalam pendekatan terbaik terhadap China dan Rusia, pada mana 40% mengatakan mereka tidak yakin apa yg harus dilakukan Amerika andai China menginvasi Taiwan.

Ini tampak kontras dengan apa yang disampaikan Christopher Skaluba, pakar politik di Atlantic Council, yang mengatakan hal itu merupakan konsensus bipartisan diantara para pemimpin kebijakan luar negeri Amerika.

“Saya pikir di bidang keamanan, Washington DC, seperti yang Anda ketahui, terobsesi oleh China sebagai pesaing yang sedang naik daun. Presiden sendiri sudah sangat sering bicara tentang masa di mana kita sedang bergerak ke era persaingan kekuatan besar, era demokrasi COMPARED TO otokrasi, dan keprihatinan nyata bahwa China sebagai otokrasi memiliki banyak sumber daya dan rencana yang jelas, yang bertujuan mendominasi isu di dunia. ”

Survei ini mendapati bahwa bantuan kemanusiaan, bantuan bencana dan bantuan Covid-19 adalah jenis bantuan yang paling populer; sementara bantuan militer dan penjualan senjata dinilai yang paling bukan populer. [em/jm]

Menghadap Peluncuran Album Terbarunya, ABBA Rilis 2 Single Gres

Lewat akun Twitternya, gerombolan musik legendaris asal Swedia, ABBA, mengajak penggemarnya untuk mendengarkan dua lagu terbaru mereka, “I Still Have Faith in You” & “Don’t Shut Me Down”.

Benny Andersson, salah seorang anggota ABBA yang kini berusia 74 tahun, mengatakan, “Saya kira albumnya cukup baik. Saya harus katakan bahwa kami telah melakukannya sebaik jadi di usia kami. ”

Bjorn Ulvaeus, anggota ABBA (76 tahun), menambahkan, “Di usia kami, ada objek yang mendalam, yaitu irama dan lirik secara menyeluruh. Dan tentu saja, bagaimana cara mereka menyanyikan serta membawakan lagu tersebut, semuanya, termasuk banyaknya pengalaman serta waktu bertahun-tahun yang kami harap orang dapat merasakannya. ”

Ke-2 single itu termasuk di dalam album terbaru ABBA. “Voyage” yang akan dirilis pada tanggal 5 November kelak. Album itu merupakan lanjutan dari album “Visitor” yang dirilis pada tahun 1981, yang merupakan album final supergroup asal Swedia itu sebelum mereka memasuki masa rehat yang sangat lama.

ABBA saat berlatih di studio rekaman Benny. (Twitter/@ABBAVoyage)


ABBA saat berlatih pada studio rekaman Benny. (Twitter/@ABBAVoyage)

Bjorn menambahkan, “Kami akhirnya melakukannya, masuk ke studio rekaman dan cakap bahwa jika rekaman tersebut kurang baik, kami tak akan pernah merilisnya. Jadi kami merasa sangat besar. Juga ada pepatah lama dalam industri musik dengan mengatakan, Anda seharusnya tidak rehat lebih dari 40 tahun setelah merilis album. ”

ABBA merilis klip video “I Still Have Faith in You” beberapa waktu lulus dengan menggunakan cuplikan arsip klip video “Super Troupers. ” ABBA juga menampilkan kumpulan foto lama itu yang digabung dengan rekaman video pada masa kejayaan mereka, hingga tur belakang di Jepang pada tahun 1980.

Menggunakan klip videonya itu, ABBA juga ingin memperlihatkan corak mereka dalam bentuk digital atau “Abbatars”, yang hendak ditampilkan dalam konser irama virtual di London di tanggal 27 Mei 2022.

Bjorn Ulvaeus mengatakan, “Kami disarankan untuk menggelar mati sebagai hologram, empat ataupun lima tahun lalu. Ana segera mendapati bahwa itu tidak mungkin lagi dikerjakan karena hologram merupakan teknologi usang. Tetapi visi kalau diri kami dapat dibuat secara digital, itu dasar mungkin dilakukan. ”

Lagu “Don’t Shut Me Down” mengisahkan tentang seorang perempuan yang berupaya mendekati pasangannya setelah bercerai selama bertahun-tahun. [lj/uh]

Menciptakan Karya Seni di Tengah Badai Salju

Pada suatu hari yang tampak cerah pada bulan September di Bolzano, Italia, Peter Senoner menciptakan karya seninya. Ketika Senoner membuat patung dan gambar, panel kontrol suhu di ruang kerjanya menunjukkan angka -9, 5 derajat Celcius. Seniman itu berada di ruang terraXcube di Pusat Penelitian Eurac, fasilitas penelitian swasta yang berspesialisasi dalam mensimulasikan iklim ekstrem.

Selama dua hari terakhir, delapan jam sehari, Senoner berusaha menciptakan karya seninya di ketinggian yang setara dengan 4. 000 meter.

Baginya itu adalah cara unik untuk menguji daya kreativitas seninya. “Yang lebih penting adalah menciptakan karya seni. Menciptakan seni dalam terraXcube memberikan kemungkinan baru yang unik, yang tidak bisa didapatkan di museum, galeri, atau ruang pameran, kepada kita, ” jelas Peter Senoner.

Walaupun tujuan utamanya adalah untuk menguji imajinasi Senoner, tubuh seniman itu juga ikut diuji. Sebelum memulai proyek ini, kesehatan sang artis dipantau secara ketat untuk memastikan bahwa dia cukup bugar untuk berada dalam iklim ekstrem yang diciptakan di ruang kerja itu.

Peter Senoner dan hasil karyanya dalam "An Antarctic expedition" di terraXcube. (Photo: @tiberio_sorvillo/IG @festivaansart)


Peter Senoner dan hasil karyanya dalam “An Antarctic expedition” di terraXcube. (Photo: @tiberio_sorvillo/IG @festivaansart)

Ruang iklim TerraXcube biasanya digunakan untuk mempelajari efek kondisi iklim dalam berbagai situasi.

Pusat itu dipimpin oleh Christian Steurer. “Ruangan ini menghasilkan suhu minus 10 derajat Celcius, dan dari situlah kami mulai. Kami kemudian mengisinya dengan salju dengan mengaktikan saluran salju. Kami juga mengadakan sedikit eksperimen dengan menyelimuti patung dengan es. Semuanya merupakan elemen yang dapat kami sediakan dalam terraXcube, tetapi kemudian seniman yang mewujudkannya, ” jelasnya.

“Kami telah menyepakati berbagai hal yang bersifat eksperimental dengan seniman. Dia perlu bereksperimen dengan semua itu juga. Konsep utamanya adalah bahwa kami menempatkan seorang seniman yang bekerja di lingkungan yang ekstrem dan dia mencoba melakukan pekerjaannya di sana, ” imbuh Steurer.

Beberapa pos telah disiapkan sebelumnya sehingga Senoner dapat mengerjakan berbagai proyek seiring berjalannya waktu.

Ruang kerja Peter Senoner dalam "An Antarctic expedition" di dalam terraXcube. (Photo: @tiberio_sorvillo/IG @festivaansart)


Ruang kerja Peter Senoner dalam “An Antarctic expedition” di dalam terraXcube. (Photo: @tiberio_sorvillo/IG @festivaansart)

“Saya akan bekerja melawan unsur-unsur ekstrem, dan saya mencoba untuk membersihkan patung-patung dari salju dan es. Kami telah menyiapkan meja kayu, dan di sana pula saya akan mengerjakan gambar-gambar botani, tanaman, yang sangat tipis dan mudah rusak dengan menggunakan grafit karena grafit adalah satu-satunya bahan yang dapat saya gunakan di dalam sana, pada suhu yang sangat rendah, dan grafit itu seperti penghubung ke otak dan tubuh saya, ” imbuh Peter Senoner.

Penggunaan terraXcube sementara oleh Senoner adalah bagian dari Transart Festival, festival multidisiplin terkenal dalam budaya kontemporer di Italia yang berusaha melibatkan khalayaknya dalam eksplorasi batas-batas seni kontemporer baru.

Pada hari kedua eksperimen, Senoner mengatakan dia lega bahwa pengaturan dalam ruang percobaan itu memungkinkan dirinya menyelesaikan banyak karya seni.

Festival Transart berlangsung dari 6 September hingga 24 September 2021 lalu di berbagai lokasi di Alto Adige, termasuk Noi Techpark, pusat inovasi tempat terraXcube berada. [lt/uh]

Laporan FBI: Pembunuhan AS Terangkat Hampir 30% Tahun Berantakan

Tingkat pembunuhan di AS terangkat hampir 30 persen tarikh lalu dibandingkan 2019. FBI pada Senin (27/9) mengadukan bahwa kenaikan itu ialah bagian dari kenaikan kekerasan secara umum di negara itu.

Dalam laporan statistik kejelekan tahunan, FBI mengatakan dekat 1, 3 juta kekejaman dengan kekerasan dilakukan dalam AS tahun lalu, terangkat 5, 6 persen dari 2019 dan pertama kalinya angka itu naik dalam empat tahun.

Hampir 18. 000 pembunuhan dilaporkan, kata FBI.

Laporan FBI tersebut menandai kaitan antara penembakan dan pembunuhan. Pembunuhan bersenjata angkanya mencapai lebih sebab dua dari tiga maut semacam itu, menurut data tersebut. FBI, badan penelitian kriminal tertinggi di negeri itu, mengatakan ada lebih dari 6, 4 juta kejahatan terkait properti, turun 7, 8 persen lantaran setahun sebelumnya. Ini mencatat tahun ke-18 berturut-turut angka itu menurun.

Meskipun jumlah pembunuhan & pembunuhan tanpa kelalaian menyusun, FBI mengatakan jumlah perampokan turun 9, 3 komisi dan pemerkosaan turun 12 persen, sementara perkiraan total serangan yang bertujuan melahirkan luka naik 12, 1 persen.

Terpaut kejahatan properti, FBI mengatakan jumlah perampokan turun 7, 4 persen dan penyamunan turun 10, 6 obat jerih, tapi pencurian kendaraan naik 11, 8 persen.

Secara kolektif, para-para korban kejahatan properti, tercatat pembakaran, mengalami kerugian 17, 5 milyar dolar di 2020, kata laporan itu.

Dinas penegak hukum di seluruh GANDAR menangkap 7, 6 juta orang tahun lalu, tercatat yang melakukan pelanggaran berarakan lintas, tambah laporan tersebut. [vm/jm]

Pokok Tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang, Satu Anggota Polri Gugur

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan telah terjadi baku tembak jarang personel gabungan TNI-Polri dengan KKB di depan Polsek Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Kartika, Papua, Minggu (26/9) sekitar pukul 04. 50 WIT. Satu anggota Polri mati dalam baku tembak itu.

“Dari baku tembak tersebut mendatangkan gugurnya satu personel Satgas Nemangkawi bernama Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio. Dia mendapatkan luka tembak dalam bawah ketiak sebelah kanan, ” kata Kamal di dalam keterangan resminya, Minggu (26/9).

Pokok tembak itu berawal zaman personel gabungan TNI-Polri sedang melakukan penjagaan di Polsek Kiwirok. Kemudian, personel ikatan TNI-Polri mendapatkan tembakan dari KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo.

Proses evakuasi jenazah Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio, dari Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Papua, Minggu 26 September 2021. (Courtesy: Kapolres Pegunungan Bintang)


Proses evakuasi jenazah Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio, dari Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Papua, Minggu 26 September 2021. (Courtesy: Kapolres Pegunungan Bintang)

“Sehingga personel membalas tembakan dan terjadi baku tembak, ” ujar Kamal.

Selanjutnya, Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio dievakuasi menggunakan helikopter milik Polri sebab Distrik Kiwirok menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, sekitar pukul 07. 21 WIT.

“Pukul 07. 43 WIT, helikopter yang mengevakuasi korban datang di Bandara Oksibil. Lalu, jenazah korban diterbangkan ke Jayapura dengan menggunakan motor carter Smart Air, pada pukul 10. 00 WIT, ” jelas Kamal.

Masih prawacana Kamal, saat ini jenazah telah berada di Vila Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk dilakukan tindakan medis. Rencananya, jenazah Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio mau diterbangkan ke kampung halamannya di Aceh Tamiang.

“Melalui (transit) Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang selanjutnya ke Aceh Tamiang, ” ucapnya.

Saat ini personel gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo.

Anggota sayap militer dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). (Courtesy: TPNPB-OPM).


Anggota sayap militer dari Tentara Penghentian Nasional Papua Barat (TPNPB). (Courtesy: TPNPB-OPM).

TPNPB OPM Mengaku Bertanggungjawab

Tatkala itu, juru bicara Prajurit Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom (kanan). (Courtesy- TPNPB-OPM)


Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom (kanan). (Courtesy- TPNPB-OPM)

“Kami tentara TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel siap menghadapi kedatangan ribuan pasukan TNI-POLRI pada Tanah Ngalum. Sampai pustaka pun kami tetap konflik hingga Papua merdeka, ” katanya, Minggu (26/9).

Menurutnya, TPNPB-OPM telah menembak dua orang pasukan gabungan TNI-Polri. Namun, itu tidak bisa memastikan berapa orang yang meninggal kelanjutan penembakan itu.

“Kami belum bisa pastikan, namun soal berapa yang mati dan luka itu urusan mereka. Terutama perang kami tetap eksis sampai Papua merdeka, ” ujar Sebby.

Situasi Tidak Kondusif, Warga Kiwirok Mengungsi

Gempuran yang dilakukan KKB ini bukan yang pertama di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. Sebelumnya, pada 21 September 2021, anggota TNI bernama Pratu Ida Bagus Putu dilaporkan gugur saat sedangkan mengamankan proses evakuasi jenazah suster Gabriella Meilani lantaran Kiwirok ke Jayapura.

Mengutip Kompas. com, akibat situasi ketenangan yang tidak kondusif tersebut sejumlah warga Distrik Kiwirok memilih untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tenang. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin.

Gelar pasukan di Jayapura pada hari Jumat (24/9) untuk mengamankan PON. (Courtesy: Polda Papua)


Gelar pasukan di Jayapura pada hari Jumat (24/9) untuk mengamankan PON. (Courtesy: Polda Papua)

Amankan PON, Alat Gelar Pasukan

Sebelumnya, pada Sabtu (25/9) telah dilakukan apel gelar pasukan di Lapangan Timika Indah untuk meneroka kesiapan personel keamanan dan sarana pendukung pengamanan PON XX Papua khususnya di klaster Mimika.

Kepala Operasi Pengamanan PON XX Papua, Brigjen Penuh Suhendri, berpesan kepada segenap personel keamanan agar perlu mengantisipasi segala bentuk kejahatan.

Polda Papua amankan kedatangan atlet catur, gulat dan anggar di bandara Jayapura, Sabtu (25/9). (Courtesy: Polda Papua)


Polda Papua amankan kedatangan atlet catur, berjuang dan anggar di bandara Jayapura, Sabtu (25/9). (Courtesy: Polda Papua)

“Saat pengamanan hindari penumpukan anggota di satu titik. Kami perlu menyebar yang mana setiap sektor harus terisi untuk mengantisipasi adanya rencana jahat dari para karakter kejahatan. Kita perlu memori dan jangan menganggap remeh situasi, ” jelasnya. [aa/em]

Setidaknya 8 Tewas Akibat Peledak Mobil Bunuh Diri pada Somalia

Polisi mengatakan sebuah peledak mobil bunuh diri pada persimpangan jalan dekat istana presiden Somalia menewaskan sedikitnya delapan orang pada Sabtu (25/9). Al-Shabaab yang terkait dengan al-Qaeda mengaku mereka berada di balik serangan yang menargetkan konvoi ke istana itu.

Juru bicara polisi Abdifatah Aden Hassan mengatakan pada wartawan di lokasi ledakan, jumlah korban bisa lebih banyak, karena beberapa orang yang tewas dan terluka telah dibawa pergi oleh kerabat mereka.

“Al-Shabaab berada di pulih ledakan itu. Mereka melenyapkan delapan orang termasuk seorang tentara dan seorang ibu dan dua anak. Al-Shabaab membantai warga sipil, ” katanya.

Mohamed Ibrahim Moalimuu, juru bicara pemerintah, mengatakan di antara mereka yang tewas ialah Hibaq Abukar, seorang advokat urusan perempuan dan hak asasi manusia di biro Perdana Menteri Mohammed Hussein Roble.

“Dia adalah salah satu pilar dewan Perdana Menteri (untuk) kesibukan perempuan, ” katanya di akun Facebook-nya.

Tidak segera jelas apakah Abukar berada dalam konvoi atau apakah dia bertepatan berada di dekatnya masa ledakan terjadi.

Al-Shabaab membenarkan bahwa itu berada di balik serbuan itu.

“Seorang Mujahid yang mengendarai bom mobil bunuh diri menargetkan konvoi mobil yang menyelap ke istana (kepresidenan), ” Abdiasis Abu Musab, pakar bicara operasi militer al-Shabaab, mengatakan kepada Reuters melalui telepon. [ah]

Perempuan Penangkap Lobster Berusia 101 Tahun Tidak Berencana Purna bakti

Sejak memulainya lebih sebab 90 tahun lalu, seorang peternak lobster tertua pada Maine yang berusia 101 tahun, masih menangkap lobster hingga kini.

Virginia Oliver, penangkap lobster tertua di negara periode Maine dan bahkan kira-kira yang tertua di negeri. Ia masih rajin memasang 200 perangkap lobster miliknya di Rockland, Maine, bersama-sama dengan putranya, Max, yang berusia 78 tahun.

“Saya mengikat lobster-lobster itu, mengukurnya dan memasukkannya ke di dalam tangki, ” jelasnya.

Oliver mulai menangkap lobster sejak ia berusia delapan tahun dan mematok kini, ia belum berencana untuk pensiun dari aktivitasnya menangkap lobster. “Saya tetap melakukannya, jadi mungkin mau terus melakukannya, ”

Virginia Oliver (kiri), mengobrol dengan putranya Max Oliver saat berangkat ke laut untuk menangkap lobster saat fajar di Rockland, Maine, Selasa, 31 Agustus 2021. Virginia Oliver (101 tahun), nelayan lobster tertua di negara bagian itu. (AP Photo/Robert F. Bukaty)


Virginia Oliver (kiri), mengobrol dengan putranya Max Oliver saat berangkat ke laut untuk menangkap lobster era fajar di Rockland, Maine, Selasa, 31 Agustus 2021. Virginia Oliver (101 tahun), nelayan lobster tertua dalam negara bagian itu. (AP Photo/Robert F. Bukaty)

Ia memiliki kenangan cantik saat mulai menangkap lobster dan bagaimana dia dengan dramatis berhenti dari order lamanya. Ia masih peduli ketika memberitahu suaminya bahwa ia ingin pergi menangkap lobster bersamanya.

“Waktu itu saya masih bekerja di sebuah wadah percetakan. Saya sudah menikah selama tiga setengah tahun. Suatu hari, ia pulang ke rumah dan melihat halaman rumah yang dipenuhi dengan batu bara. Suami saya berkata, ‘Oh kami kira kamu pergi bekerja’ dan saya mengatakan, ‘Saya tadi pergi ke jawatan dan mengatakan, saya ingin berhenti kerja. Saya ingin pergi menangkap lobster beserta kamu, ” jelasnya.

Virginia Oliver (101 tahun), mengemudikan kapal putranya Max Oliver, Selasa, 31 Agustus 2021, di lepas pantai Rockland, Maine. Oliver adalah nelayan lobster tertua di negara bagian dan mungkin yang tertua di dunia. (AP Photo/Robert F. Bukaty)


Virginia Oliver (101 tahun), menyelenggarakan kapal putranya Max Oliver, Selasa, 31 Agustus 2021, di lepas pantai Rockland, Maine. Oliver adalah nelayan lobster tertua di negara bagian dan mungkin yang tertua di dunia. (AP Photo/Robert F. Bukaty)

Ia juga masih memikirkan beberapa pengalaman mengerikan era menangkap lobster. “Menantu pria saya menyukai daging kepiting. Jadi suatu hari kami menyisihkan seekor kepiting. Ketam itu menjepit jari kelingking saya. Jika saja jari kelingking tidak memiliki tulang, kepiting itu pasti bakal memotong kelingking saya datang putus. Saya harus lari ke dokter dan mendapat tujuh jahitan, ” kenangnya.

Oliver menambahkan, ia merasa khawatir menimpa kesehatan populasi lobster kelanjutan penangkapan ikan secara besar-besaran akhir-akhir ini. [lj/uh]

Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Dalam serangan tajam terhadap para kepala kudeta Myanmar, penyelidik istimewa Thomas Andrews menyajikan bukti yang terdokumentasi dari kejelekan kekejaman massal terhadap anak buah Myanmar. Ia mengatakan 1. 100 orang lebih tewas sementara 8. 000 bertambah ditangkap secara sewenang-wenang, dan 230. 000 lebih mengungsi secara paksa. Ini berlaku sejak junta militer pada 1 Februari menyingkirkan tadbir Aung San Suu Kyi yang dipilih secara demokratis.

Andrews melukiskan secara rinci pembunuhan kepada para pengunjuk rasa pada jalan-jalan, pemukulan dan penyiksaan orang-orang dalam tahanan, semesta desa diserang oleh bom dan granat yang diluncurkan dengan roket. Ia mengutarakan tidak ada yang dibiarkan selamat, bahkan anak-anak. Dia mencatat setidaknya 75 bani berusia 14 bulan mematok 17 tahun telah dibunuh oleh pasukan junta maka Juli.

“Saya juga menerima laporan yang bisa dipercaya tentang anak-anak yang disiksa, termasuk besar anak laki-laki yang kelaparan dan kemudian kaki itu dibakar dengan batang besi… Sekarang junta semakin mengandalkan taktik bejat lainnya, penggunaan hukuman kolektif, termasuk penculikan anggota keluarga mereka yang dicari dengan surat order penangkapan, tetapi tidak bisa ditemukan oleh polisi & pasukan militer, ” ungkapnya.

Selanjutnya, Andrews mengatakan rakyat tidak mencuaikan begitu saja penyiksaan oleh para jenderal. Ia mengucapkan anggota pemerintah sipil dan pemimpin etnis yang digulingkan telah membentuk Pemerintah Perserikatan Nasional sebagai oposisi dengan sah terhadap junta tentara. Ia mengatakan Pasukan Pertahanan Rakyat yang dipimpin sipil mengamankan desa-desa. Namun dia mencatat Myanmar tidak bakal mendapatkan kebebasannya tanpa dukungan dan tindakan yang kuat dari komunitas internasional.

“Dalam pandangan saya, niat baik dari mereka yang ingin mengakhiri kebengisan ini melalui keterlibatan & dialog tidak akan berhasil selama militer junta tidak berkeinginan untuk mengakhiri kebrutalannya, dan ini hanya mampu dilakukan dengan pengaruh… Faktanya adalah upaya komunitas universal saat ini untuk mengakhiri semakin memburuknya kejadian-kejadian dalam Myanmar sama sekali tidak berhasil, ” ujarnya.

Penyelidik PBB itu menganjurkan tindakan internasional dan hukuman ekonomi yang terkoordinasi kepada junta. Misalnya, Andrew mengucapkan sanksi terhadap Perusahaan Patra dan Gas Myanmar mampu menghentikan junta untuk langsung mencuri kekayaan sumber daya alam negara itu. Ia mengatakan embargo senjata dengan komprehensif dan penggunaan teknologi untuk tujuan damai & militer bisa menyelamatkan nyawa rakyat Myanmar. [my/lt]

Pabrik Makanan Laut Louisiana Semrawut Akibat Badai Ida

Petambak tiram, kepiting, udang, dan nelayan di Louisiana tidak mendapatkan apa-apa jika tidak sanggup beradaptasi, menghasilkan ratusan ton makanan laut setiap tahun. Mereka telah berjuang daripada tumpahan minyak yang menghancurkan, banjir, pasar yang bertukar, dan badai yang tak ada habisnya, hanya buat bertahan dalam bisnis.

Namun, badai Ida memaksa sebagian dari merela bertanya-tanya apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Badai Kategori 4 itu menghancurkan beberapa bagian pabrik itu, jauh lebih membatalkan daripada kehancurann akibat Katrina, badai kategori 3 dengan merugikan bisnis makanan bahar lebih dari $1 miliar pada tahun 2005. Belum diketahui berapa banyak kapal, dermaga, dan prosesor dengan hilang akibat badai Ida yang membawa angin berkecepatan 240 km per jam. Kapal-kapal yang berhasil mencapai pelabuhan teraman beruntung, tetapi beberapa dari kapal-kapal itu hancur akibat amukan tersangkut Ida.

Pengaruh Ida pada industri sasaran laut bernilai $2, 4 miliar di Louisiana, dengan mempekerjakan lebih dari 23. 000 karyawan, tersebar dalam tempat-tempat yang bahkan suram diucapkan oleh orang asing: dusun-dusun kecil seperti Plaquemines, Lafourche, dan Terrebonne, dan kota-kota kecil termasuk Pointe-aux-Chenes, Des Allemandes dan Houma. Di sana, bisnis sasaran laut milik keluarga sudah beroperasi turun-temurun.

Penduduk yang hidup dari hasil laut Teluk Meksiko itu berjanji untuk balik menyediakan makanan yang dinikmati di seluruh dunia itu asalkan tidak ada angin besar lagi yang lebih awal memusnahkan bisnis mereka. Hendak tetapi ada tantangan lain yang menghadang sementara Louisiana mencoba menyelamatkan garis pantai yang hilang, industri, dan cara hidup, semuanya di dalam saat yang bersamaan.

Angin kencang daripada Badai Ida mengoyak sebagian besar atap Motivatit Seafoods, pabrik pengolahan tiram dalam Houma, sehingga air abu masuk ke dalam kala Badai Nicholas datang besar minggu kemudian, merusak bahan pemrosesan yang mahal. Pada seberang tempat parkir, Ida meluluh lantak bengkel pelestarian menjadi tumpukan logam yang kusut.

Steven Voisin, yang menjalankan usaha keluarga yang sudah berusia 50 tahun yang didirikan mendiang kakak dan ayahnya, mengatakan bangunan-bangunan itu tak dapat digunakan kembali.

Produksi tiram sudah jatuh di Louisiana akibat kurang badai dan tumpahan patra BP tahun 2010, serta beberapa tahun banjir dengan parah hampir menyapu suci beberapa daerah tempat tumbuhnya tiram, sebagian karena limpahan besar yang harus dibuka pada tahun 2019.

Kemudian, pandemi virus corona melanda tahun berantakan, memaksa restoran di segenap Amerika tutup, memusnahkan seruan atas produk yang paling baik kalau disajikan dengan segar. Walaupun perusahaan tersebut dulunya mempekerjakan 100 pekerja, kata Voisin, saat itu jumlah karyawan sekitar 20. Sebagian dari mereka bakal menentukan upaya lebih sendat setelah Badai Ida.

Untuk saat ini, membersihkan puing-puing dari Angin besar Ida menjadi pekerjaan pati bagi banyak komunitas. [mg/ka]

Biden di Majelis Umum PBB Mendesak Persatuan, Hadapi Tantangan Global

Presiden AS Joe Biden mengatakan dunia harus bekerja sama seperti sebelumnya untuk menghadapi tantangan global.

Berbicara di Majelis Umum PBB buat pertama kalinya sebagai kepala negara Amerika, Biden mengatakan, “Keamanan, kemakmuran, dan kebebasan kita saling berhubungan, tidak seperti sebelumnya. ”

Biden mencatat AS “kembali hadir di forum-forum global, terutama PBB. ” Kelakuan itu sangat kontras dengan doktrin “America First” dari pendahulunya, Donald Trump.

Presiden AS Joe Biden dalam pembukaan sidang ke-76 Majelis Umum PBB di New York, AS, 21 September 2021. (REUTERS/Eduardo Munoz/Pool)


Kepala AS Joe Biden di pembukaan sidang ke-76 Menawan Umum PBB di New York, AS, 21 September 2021. (REUTERS/Eduardo Munoz/Pool)

Isu terkait kekuatan tentara, Biden mengatakan “Kekuatan militer AS harus menjadi pilihan langkah terakhir, bukan dengan pertama. Itu tidak boleh digunakan sebagai jawaban bagi setiap masalah yang berlaku di seluruh dunia. ”

Acara tahunan PBB itu merupakan kesempatan bagi majelis yang terdiri dari 193 negara bagian akan membahas sejumlah tantangan dalam kepentingan regional dan global.

Biden melakukan perjalanan ke New York pada Senin malam untuk pertemuan langsung secara sekitar 100 kepala negara di markas besar PBB. Setelah pidatonya hari Selasa (21/9), Presiden Biden mengadakan pertemuan di luar kesibukan itu di New York dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, dan lalu pada hari yang cocok menjadi tuan rumah untuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk beberapa perembukan di Gedung Putih. [mg/ka]