Berdayakan Perempuan, Band Remaja Gipsi Serbia Gunakan Musik

Band remaja perempuan “Pretty Loud” menyarankan para perempuan buat mencari cinta, melawan & mempertahankan hak mereka agar setara dengan laki-laki.

Melalui lagu-lagunya, band itu menyokong pemberdayaan perempuan di dalam komunitas mereka, menantang tradisi yang telah mengakar dan didominasi oleh laki-laki selama berabad-abad.

Band yang dibangun pada tahun 2014 itu secara simbolis memberikan bahana yang lebih keras untuk gadis-gadis Gipsi Serbia, mendorong pendidikan dan menjauhkan muncul dari adat menikah pra yang sudah mengakar.

“Pretty Loud” menjadi populer dan menarik menjawab internasional saat tampil tahun lalu di the Women of the Year Kegiatan di London.

Zlata Ristic, 27, tengah, Elma Dalipi, 14, kiri, Dijana Ferhatovic, 18, 2 kiri, Zivka Ferhatovic, 20, kanan, dan Selma Dalipi, 14, 2 kanan, anggota band Pretty Loud, berdiri di depan sebuah studio musik di Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 2021. (Foto: AP/Ma


Zlata Ristic, 27, tengah, Elma Dalipi, 14, kiri, Dijana Ferhatovic, 18, 2 kiri, Zivka Ferhatovic, 20, kanan, serta Selma Dalipi, 14, 2 kanan, anggota band Pretty Loud, berdiri di aliran sebuah studio musik pada Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 2021. (Foto: AP/Ma

“Kami ingin mendiamkan praktik pernikahan dini. Awak ingin remaja perempuan sendiri, bukan orang tua itu, yang memutuskan apakah mereka ingin menikah atau tak. Kami ingin setiap rani memiliki hak untuk didengar, untuk memiliki impian & mencapai impian itu, & memiliki kesetaraan, ” ujar Silvia Sinani, salah seorang anggota band.

Sinani mengatakan, ide untuk mendirikan band yang seluruh anggotanya adalah perempuan tersebut tercetus pada saat lokakarya pelajaran dan seni untuk kelompok Gipsi, yang diselenggarakan sebab yayasan Grubb (Gypsy Remang Urban Balkan Beats).

Ia menambahkan, semua perempuan yang menjadi bagian band itu, awalnya menjelma penari latar sebuah band remaja laki-laki. Mereka kesimpulannya memutuskan untuk mendirikan band sendiri.

Yayasan Grubb memberi nama band ini “Pretty Loud” karena mereka tahu bahwa dalam tradisi kaum Gipsi, perempuan tidak dapat bersuara sungguh-sungguh keras.

Zlata Ristic, 27, tengah, Elma Dalipi, 14, kiri, Silvia Sinani, 24, 2 kiri, Dijana Ferhatovic, 18, 3 kiri, Zivka Ferhatovic, 20, 2 kanan, dan Selma Dalipi, 14, anggota band Pretty Loud , berlatih di sebuah studio musik di Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 20


Zlata Ristic, 27, tengah, Elma Dalipi, 14, kiri, Silvia Sinani, 24, 2 kiri, Dijana Ferhatovic, 18, 3 kiri, Zivka Ferhatovic, 20, 2 kanan, dan Selma Dalipi, 14, anggota band Pretty Loud, berlatih di sebuah studio musik di Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 20

Dengan menggabungkan rap dan irama tradisional, Gipsi band itu menargetkan generasi yang lebih muda, khususnya remaja perempuan yang belum menentukan pilihan hidup itu.

Pasangan kembar yang berusia 14 tahun juga menjadi anggota band tersebut.

Lagu-lagu mereka membahas posisi rani dan berupaya untuk memajukan kepercayaan diri mereka.

Upaya itu istimewa bagi komunitas di mana praktik pernikahan dini sudah meluas. Sebuah studi UNICEF yang dipublikasikan tahun cerai-berai memperlihatkan bahwa lebih lantaran sepertiga anak perempuan Gipsi berusia 15-19 tahun dengan tinggal di Serbia, telah menikah. Sebanyak 16 upah di antaranya sudah menikah sebelum berusia 15 tahun.

Otoritas Serbia yang khawatir, membentuk sebuah komisi negara untuk menahan tren tersebut.

Zlata Ristic, 27 tahun, salah seorang anggota band itu, melahirkan seorang budak laki-laki saat ia berusia 16 tahun.

“Saya termasuk orang yang melakukan pernikahan dini. Tidak ada yang memaksa aku, namun saya menyadari, saya seharusnya tidak melakukannya, ” katanya.

Saat ini sebagai orang tua sendiri, Ristic mengatakan, ia ingin perempuan lain yang beruang dalam situasi serupa, menyadari bahwa kehidupan mereka tidak berakhir setelah mereka mempunyai anak. Mereka masih bisa meraih cita-cita mereka.

Dari kiri, Silvia Sinani, 24, Dijana Ferhatovic, 18, Zivka Ferhatovic, 20, Elma Dalipi, 14, Selma Dalipi, 14, dan Zlata Ristic, 27, anggota band Pretty Loud, berjalan di sepanjang jalan di lingkungan mereka di Beograd , Serbia. (Foto: AP/Marko Drobnjakovi


Daripada kiri, Silvia Sinani, 24, Dijana Ferhatovic, 18, Zivka Ferhatovic, 20, Elma Dalipi, 14, Selma Dalipi, 14, dan Zlata Ristic, 27, anggota band Pretty Loud, berjalan di sepanjang tiang di lingkungan mereka dalam Beograd, Serbia. (Foto: AP/Marko Drobnjakovi

“Hadiah terbesar bagi saya adalah ketika beberapa remaja perempuan berusia 14 tahun menulis pada saya dan mengatakan, itu ingin menjadi seperti kami. Dan berkat kami, itu kini bersekolah, nilai sekolah mereka juga membaik, ” kata Ristic.

Di antara komunitas etnis yang kurang mampu pada Serbia dan meluas di Eropa, orang Gipsi umum tinggal di permukiman dengan terpisah dari masyarakat, bertemu kemiskinan, pengangguran dan prasangka.

Para penggerak telah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 semakin memicu isolasi sosial kelompok yang terpinggirkan ini dan meningkatkan kekurangan mereka.

Penutupan wilayah akibat virus corona telah membuat sekolah-sekolah tidak dapat berjalan dengan lancar sehingga anak-anak Gipsi semakin sulit untuk tetap belajar. [lj/uh]

Afghanistan ‘Jatuh’, Kurdi Khawatir AS Keluar dari Irak & Suriah

Minoritas Kurdi pada Irak dan Suriah memandang kehadiran pasukan Amerika istimewa untuk melindungi mereka. Tahu tayangan warga Afghanistan yang putus asa memegangi pesawat Amerika saat lepas tumpuan, timbul pertanyaan serius mau masa depan mereka.

“Akankah skenario Afghanistan terulang di Irak? ” adalah pokok berita istimewa dari dua program TV teratas wilayah Kurdistan Irak: Rudaw dan NRT, Selasa. Mereka merujuk pengambilalihan lekas Taliban atas Afghanistan pekan lalu ketika pasukan Amerika menarik diri dari negeri itu.

Kurdi di Irak mampu mendapatkan wilayah otonomi setelah Konflik Teluk 1991, ketika Amerika dan sekutu Baratnya membuat zona larangan terbang kemanusiaan di Irak utara. Kala kelompok ISIS mendapat menggubris pada 2014, pejuang Kurdi menjadi sekutu utama Amerika di lapangan. Itu menguatkan Kurdi Suriah membentuk tadbir dan memproklamirkan diri pada timur laut Suriah.

Seorang anggota pasukan Taliban (kiri) duduk di atas kendaraan lapis baja di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. (REUTERS/Stringer)


Seorang anggota pasukan Taliban (kiri) duduk di atas organ lapis baja di asing Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. (REUTERS/Stringer)

Dalam wawancara dengan VOA, Sheikh Jaafar Sheikh Mustafa, wakil presiden wilayah Kurdistan untuk urusan keamanan, mau meyakinkan warga Kurdi bahwa Irak tidak mungkin bernasib sama dengan Afghanistan sebab “perbedaan besar” antara kedua negara.

“Menurut kami, pasukan koalisi tak akan keluar dari Irak. Tetapi jika itu berlaku, komposisi Irak kini berbeda. Kami memiliki posisi pemimpin republik. Kami memiliki bagian politik dan memiliki anggota Parlemen dan menteri-menteri dalam Irak, ” katanya.

Posisi teratas negeri di Irak terbagi menjadi faksi-faksi utama di negara itu. Kurdi memegang status kepresidenan, orang Syiah menjabat perdana menteri, dan orang Sunni menjabat ketua Parlemen. Bila pasukan Amerika ditarik, menurut Mustafa, pembagian adikara dan pengakuan pemerintah Irak terhadap pasukan peshmerga Kurdi membuat konfrontasi pada periode depan antara kedua pemerintah tidak mungkin terjadi.

“Irak memiliki tentara bersenjata dan keamanan pada kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri. Dan di provinsi Kurdistan, kami memiliki gerombolan peshmerga yang kuat dengan, dianggap semua orang, sanggup menghadapi kekuatan paling kejam di dunia, yaitu ISIS, ” katanya. [ka/ab]

Mengapa Rusia Dukung China dalam Sengketa dengan Negara Ketiga?

Rusia, yang pernah menjadi duri dalam hubungan dengan China, mendukung Beijing terkait perselisihannya dengan negara ketiga, termasuk kedaulatan maritim di Asia Tenggara, untuk melawan pengaruh Washington di Asian countries, menurut pandangan sejumlah pakar.

Dengan militer terkuat kedua di dunia setelah AS, Rusia sesekali mengadakan latihan militer dengan China, sedikitnya empat kegiatan yang dipublikasikan hingga sekarang. Rusia juga menjual senjata ke tetangga raksasanya itu, sekaligus bergabung dengan China and taiwan dalam mengkritik negara-negara Barat.

Helikopter militer terbang di atas tempat pelatihan selama latihan komando dan staf strategis Center 2019 di lapangan tembak Donguz dekat Orenburg, Rusia, 20 September 2019. (AP)


Helikopter militer terbang di atas tempat pelatihan selama latihan komando dan staf strategis Center 2019 pada lapangan tembak Donguz dekat Orenburg, Rusia, 20 September 2019. (AP)

Beberapa pejabat di Moskow sedang berupaya mendukung klaim Beijing atas Laut China Selatan yang diperebutkan. Keberpihakan tersebut tidak ditunjukkan secara terang-terangan mengingat lima negara Asian countries lainnya, yang bersaing dengan China atas di jalur perairan yang sama, kata Alexander Vuving, profesor pada Pusat Studi Keamanan Asia-Pasifik Daniel K. Inouye pada Hawaii.

China dan Rusia saling membutuhkan untuk menunjukkan kepada Amerika Serikat, mantan musuh Perang Dingin keduanya, bersama sekutu-sekutunya bahwa kedua negara itu tidak “sendirian, ” tambah Alexander.

Kapal Angkatan Laut AS sebagaiselaku, ala, menurut, teratur berlayar di Laut Cina Selatan untuk menjaga agar Beijing tetap terkendali. Sejak akhir Juli lalu, sedikitnya delapan negara sekutu Barat lainnya telah berencana mengirimkan kapal-kapal angkatan laut ke Laut Cina Selatan yang kaya sumber daya yang membentang dari Hk hingga ke Pulau Kalimantan. Langkah itu dilakukan sebagai dukungan agar jalur tersebut tetap terbuka secara internasional daripada dikendalikan oleh Cina.

“Pada dasarnya, ini lebih merupakan tantangan atas kekuatan global AS daripada keberpihakan Rusia dalam China dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan, ” kata Vuving.

Kapal fregat "Brave" milik Angkatan Laut Rusia berlabuh di St. Petersburg dalam Festival Angkatan Laut, Agustus 2016. Kapal perang ini berpartisipasi dalam latihan militer gabungan angkatan laut Rusia dan China di Laut Baltik pada bulan Juli 2017. (VOA)


Kapal fregat “Brave” milik Angkatan Laut Rusia berlabuh di St. Petersburg dalam Event Angkatan Laut, Agustus 2016. Kapal perang ini berpartisipasi dalam latihan militer gabungan angkatan laut Rusia serta China di Laut Baltik pada bulan Juli 2017. (VOA)

Rusia serta China mengadakan latihan militer lima hari di wilayah terpencil China tengah pekan lalu, mengikutkan lebih dari 10. 000 personel, pesawat, artileri dan kendaraan lapis baja. Demikian seperti diberitakan oleh CGTN (Jaringan Televisi Global China ) melalui situsnya. Tiga tahun selanjutnya, militer kedua negara dilatih di Rusia untuk latihan Vostok-2018 di Rusia dan China mengirimkan 3. 200 tentara.

Angkatan bersenjata China masih menggunakan peralatan dan keahlian dri Rusia, kata Collin Koh, seorang peneliti keamanan maritim di Nanyang Technological College di Singapura. Pada tahun 2015 Rusia setuju buat menjual 24 pesawat tempur kepada China termasuk empat sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 dengan harga sekitar $7 miliar. [mg/lt]

DFW Serukan Pemerintah Minta Bantuan Lembaga Internasional untuk Selamatkan 13 ABK di Somalia

Tiga belas warga Indonesia menjadi anak buah kapal (ABK) ikan China telah terdampar di perairan Somalia sekitar delapan bulan. Selain itu satu ABK berinisial FM meninggal, sementara yg berinisial RS hilang. Lima belas ABK asal Philippines itu bekerja di lima kapal ikan milik perusahaan yang sama, yakni Liao Dong Yu.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Moh Abdi Suhufan menjelaskan sebanyak 13 warga Indonesia itu harus segera dipulangkan karena sudah merasa tertekan.

Abdi menambahkan pemerintah Indonesia sudah coba untuk mengevakuasi mereka namun belum berhasil karena lokasi mereka berada di arah kapal ikan China yg letaknya terisolir atau jauh dari ibu kota Mogadishu.

Mereka diisolasi dalam kapal di perairan Bandar Baila. Upaya evakuasi ini dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di ibu kota Nairobi, Kenya.

Kapal penangkap ikan China terlihat ditambatkan di lepas pantai Nouadhibou, Mauritania, 14 April 2018. (REUTERS/Sylvain Cherkaoui)


Kapal penangkap ikan China terlihat ditambatkan di lepas pantai Nouadhibou, Mauritania, 14 April 2018. (REUTERS/Sylvain Cherkaoui)

Dikarenakan itu, Abdi meminta pemerintah Indonesia untuk menggandeng lembaga internasional, seperti IOM (Organisasi Migrasi Internasional) untuk membantu proses evakuasi ke-13 warga Indonesia dari perairan Somalia tersebut.

Dia mengatakan DFW Indonesia telah menjalin kontak dengan sejumlah lembaga internasional, seperti IOM (Organisasi Migrasi Internasional), ILO (Organisasi Buruh Internasional), lalu UNODC (Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkotik dan Kejahatan).

“Kami sarankan pemerintah melakukan koordinasi atau pembicaraan dengan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional dan meminta jaringan lembaga-lembaga internasional menemukan dan mengupayakan pemulangan mereka, misalkan dengan IOM, inch kata Abdi.

Abdi menambahkan ke-13 orang itu dalam keadaan stres dan pernah terpikir untuk lari dari kapal dengan cara terjun ke laut. Kalau hal tersebut sampai dilakukan, mereka akan terkena masalah lain dikarenakan dokumen mereka ditahan dengan pihak kapal. Menurut Abdi, ke-13 ABK itu telah habis kontrak kerjanya yang berlaku selama Desember 2019 hingga Desember 2020.

Mereka pernah mencoba menghubungi PT RCA, perusahaan yang memberangkatkan mereka untuk bekerja di kapal ikan Cina namun agensi tersebut sudah tutup karena terbelit persoalan hukum. Sedangkan perusahaan kapal ikan Cina yg mempekerjakan mereka menolak memulangkan mereka ke Indonesia.

Lebih lanjut Abdi menjelaskan para awak kapal perikanan tersebut menginformasikan jika agensi kapal Tiongkok bekerjasama dengan pihak tertentu di Somalia untuk bekerjasama menjaga mereka agar tetap terkungkung pada lokasi yang terisolasi.

Kemlu Akui Perusahaan Kapal Ikan China Tidak Kooperatif

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengakui Liao Dong Yu, perusahaan kapal ikan Cina yang mempekerjakan ke-13 warga Indonesia, tersebut memang kurang kooperatif.

Dia mencontohkan ada sejumlah persoalan membekap ke-13 ABK dari Indonesia tersebut termasuk mereka dipindahkan dari satu kapal ke kapal ikan lainnya sehingga data manifesnya tidak sesuai dengan yang sebelumnya.

Mengenai saran buat menggandeng lembaga internasional buat membantu proses evakuasi ke-13 ABK asal Indonesia tersebut, menurut Faizasyah, belum mengetahui detailnya.

Teuku Faizasyah. (Foto: Kementerian Luar Negeri)


Teuku Faizasyah. (Foto: Kementerian Luar Negeri)

“Tidak selalu di dalam penyelesaian satu masalah, anda bisa berhubungan langsung oleh pihak negara setempat / otoritas di mana peristiwa itu terjadi. Namun wujud badan-badan PBB memiliki hubungan yang lebih baik dibandingkan kita atau dibandingkan negara lain dan ini yang menyebabkan kerjasama kita dengan organisasi internasional, seperti IOM ini, berjalan sangat benar, ” ujar Faizasyah.

Faizasyah mengaku belum mengetahui apakah Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri sudah mulai meminta bantuan lembaga internasional, seperti IOM, untuk membantu pemulangan 13 ABK dasar Indonesia di Somalia itu.

Faizasyah menambahkan Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan KBRI di Nairobi dan Konsul kehormatan Indonesia di Somalia di dalam upaya pemulangan ke-13 ABK tersebut ke tanah air flow. Tapi dia mengaku belum mengetahui sejauh mana kemajuan dari proses itu. [fw/em]

Muda Belgia Gembalakan Domba untuk Selamatkan Lingkungan

Pesan Penulis Jenderal PBB Antonio Guterres baru-baru ini terkait informasi PBB, yang mengkhawatirkan tentang perubahan iklim, masih terngiang di telinga Lukas Janssens.

Saat tersebut Guterres mengatakan, pemanasan ijmal yang mengancam akan mencekik bumi merupakan kode merah atau tanda bahaya untuk kemanusiaan.

Janssens memang bukan siapa-siapa. Ia hanya penggembala domba. Akan tetapi komitmen pribadinya untuk menyelamatkan lingkungan dengan cara biasa namun efektif banyak mendapat acungan jempol. Pernyattan Gutteres itu semakin mendorong komitmennya untuk menyelamatkan lingkungan.

Domba memakan rumput dan bunga liar lainnya di pemakaman Schoonselhof, Hoboken, Belgia, Jumat, 13 Agustus 2021. (AP)


Kambing memakan rumput dan kembang liar lainnya di pemakaman Schoonselhof, Hoboken, Belgia, Jumat, 13 Agustus 2021. (AP)

Ia berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menggembalakan domba-dombanya dalam lahan-lahan berumput di Belgia untuk menggantikan fungsi mesin-mesin pemotong rumput.

“Saya memulainya dengan menjadi penggembala domba karena, bergabung dengan domba-domba kecil, saya ingin berkomitmen pada klub. Saya ingin, selain memproduksi daging, susu, atau wol, domba-domba juga memiliki laba lingkungan. Setiap langkah kecil, penting. Maksud saya, di akhirnya, ini adalah peristiwa yang sangat kecil. Tetapi jika Anda melihat kisah yang lebih besar, ini pasti akan berdampak, ” jelasnya.

Apa yang diupayakannya telah berlangsung tiga tarikh. Dan pada usia 24, ia mendapati bisnisnya berkembang pesat. Dalam masa sadar iklim, bisnisnya kini memaksanya menjalani gaya hidup kerja nonstop. Ia menggembalakan domba-dombanya di mana saja diperlukan, termasuk Taman Schoonselhof, lengah satu kawasan pemakaman ikonik di Belgia.

“Ketika Anda berbicara mengenai Karbon Dioksida (CO2), kami hampir tidak mengeluarkan emisi. Saya punya mobil tetap saja untuk membawa domba-domba itu, tetapi domba-domba tak mengeluarkan emisi. Jika Kamu akan menggunakan mesin pemotong rumput, derek atau yang lain, Anda akan memproduksi emisi yang sangat besar. Sedang pula, domba relatif tidak berisik dibandingkan dengan instrumen pemotong rumput, ” lanjutnya.

Penggembala domba Belgia, Lukas Janssens menggembalakan kawanan dombanyanya di pemakaman Schoonselhof, Hoboken, Belgia, Jumat, 13 Agustus 2021. (AP)


Penggembala domba Belgia, Lukas Janssens menggembalakan kawanan dombanyanya di pemakaman Schoonselhof, Hoboken, Belgia, Jumat, 13 Agustus 2021. (AP)

Banyak orang berpendapat, Janssens memang tidak seterkenal remaja aktivis dunia Greta Thunberg dari Swedia. Namun, menurut mereka, tidak mungkin, ia bakal mengalami apa yang dialami Thunberg.

Thunberg pada awalnya juga memulainya dari kegiatan kecil. Muda kesepian ini memulai penentangan lingkungannnya secara sendirian pada luar parlemen Swedia pada Stockholm tiga tahun berantakan. Tak lama kemudian, banyak mahasiswa di berbagai arah dunia mulai mengikuti jejaknya dengan melakukan protes besar-besaran secara teratur.

Thunberg juga diundang untuk berbicara dengan para-para pemimpin politik dan bisnis di konferensi-konferensi PBB dan dijamu oleh para kepala dunia seperti ketua Asosiasi Eropa Ursula von der Leyen. [ab/ka]

Abaikan Wabah COVID-19, Umat Hindu India Rayakan Shravan

Total pesertanya tidak hanya puluhan atau ratusan, melainkan jutaan. Mereka berduyun-duyun mendatangi kuil-kuil di berbagai penjuru India pada Senin terakhir kamar Shravan, yang tahun ini jatuh pada 16 Agustus.

Shravan adalah bulan suci Hindu dengan dikhususkan untuk menghormati Memuja Siwa. Senin terakhir pada bulan itu sering dianggap sebagai hari paling keramat untuk menunjukkan pengabdian dalam satu dari tiga memuja utama (Trimurti) dalam petunjuk Hindu itu.

Selain Siwa, dua dewa utama lainnya adalah Brahma dan Wisnu. Dalam petunjuk agama Hindu, Dewa Siwa adalah dewa pelebur, yang bertugas melebur segala objek yang sudah usang & tidak layak berada pada dunia fana sehingga harus dikembalikan ke asalnya.

Umat Hindu menuangkan susu di atas patung ular Cobra dalam festival "Nag Panchami" di sebuah kuil di Amritsar, 13 Agustus 2021. (Foto: NARINDER NANU / AFP )


Umat Hindu menuangkan susu di atas patung ular Cobra dalam festival “Nag Panchami” di sebuah kuil dalam Amritsar, 13 Agustus 2021. (Foto: NARINDER NANU / AFP )

Dalam kota Varanasi, ribuan orang tanpa mengenakan masker memenuhi tepian Sungai Gangga dengan dianggap suci untuk berenang dan melakukan ritual keagamaan. Di kota Prayagraj serta kota Guwahati, umat Hindu tak sungkan berdiri di dalam antrian panjang untuk mempersembahkan doa dan susu kepada Dewa Siwa di kuil-kuil.

Ayush Jha, seorang pendeta, mengatakan, “Jumlah orang dalam kerumunan jutaan. Kerumunannya sangat besar. Buat berdoa, orang-orang sudah mulai mengantre sejak tengah malam atau pukul satu duni hari. Orang-orang datang ke sini untuk berdoa kepada Siwa, berdoa untuk barang apa yang mereka inginkan dan mandi di Sungai Gangga yang suci. ”

Dayanand Hirasarya, seorang penganut ajaran Hindu yang melakukan ritual itu, mengucapkan, kehadiran orang-orang seperti dirinya pada hari suci itu tidak mengejutkan, bahkan ketika kasus COVID-19 kian merajalela.

“COVID-19 sudah menyebar. Pandemi ini mewujudkan banyak orang tidak sanggup mengunjungi kuil karena banyak pembatasan. Pemerintah tidak memiliki solusi selain memberlakukan pembatasan. Ini memang menyebabkan kemerosotan kasus, tetapi orang-orang memiliki pengabdian yang tidak tergoyahkan kepada dewa-dewa mereka, ” jelasnya.

Aakansha Vishwakarma, seorang peserta lain kegiatan itu, sepakat. “Ya, memang ceroboh sih. Akan tetapi kepercayaan kepada dewa lah yang membuat orang-orang sampai ke kuil-kuil di tengah pandemi virus corona ini. ”

Seorang pengrajin mendekorasi patung dewa Hindu berkepala gajah Lord Ganesha menjelang festival Ganesh Chaturthi di New Delhi, 14 Agustus 2021. (Foto: Sajjad HUSSAIN / AFP)


Seorang pengrajin mendekorasi patung dewa Hindu berkepala gajah Lord Ganesha menjumpai festival Ganesh Chaturthi dalam New Delhi, 14 Agustus 2021. (Foto: Sajjad HUSSAIN / AFP)

Tatkala itu, sejumlah pendeta selalu dilaporkan melakukan Bhasma Aarti di pusat kota Ujjain, yang disaksikan banyak orang. Bhasma Aarti adalah upacara tebar abu untuk meluhurkan Dewa Siwa.

Sesuai kalender Hindu, Shravan adalah bulan suci kelima umat Hindu. Pekan raya Shravani dimulai pada Shravan Amavasya, hari tanpa bulan pada bulan itu, serta berakhir pada Shravan Purnima, hari dengan bulan purnama pada bulan tersebut.

India melaporkan 32. 937 infeksi baru virus corona dan 417 maut dalam 24 jam final. [ab/ka]

AS Jatuhkan Sanksi pada Sebesar Pejabat dan Militer Kuba

[unable to retrieve full-text content]

Departemen Keuangan AS, Jumat (13/8), menyatakan pihaknya menjatuhkan sanksi kepada besar pejabat Kementerian Dalam Negeri Kuba dan satu unit militer atas tindakan bersusah-susah pemerintah terhadap para pengunjuk rasa Juli lalu. Departemen itu menjelaskan sanksi dikenakan pada Romarico Vidal Sotomayor Garcia dan Pedro Orlando Martinez Fernandez dan Tropas de Prevencion (TDP) daripada Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba. “Pemberian sanksi hari itu menyasar pelaku lainnya dengan bertanggung jawab dalam menekan seruan rakyat Kuba bagi kebebasan dan merupakan penghormatan terhadap hak asasi bani adam, ” kata Andrea Gacki, direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan. Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyatakan tentara TDP telah dikerahkan “dan dilaporkan menyerang sekaligus memukuli sejumlah pengunjuk rasa, termasuk interpretasi dengan tindak kekerasan. ” “Amerika Serikat mendukung kaum Kuba yang dengan berani menyerukan kebebasan. Kami mengidentifikasi mereka yang melakukan penindasan dan berusaha mempertahankan sistem yang represif, ” introduksi Blinken dalam sebuah penjelasan. “Kami akan terus mengambil tindakan untuk mempromosikan akuntabilitas atas pelanggaran HAM pemerintah Kuba. ” Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez melalui Twitter menolak sanksi-sanksi itu, dengan menyebutnya “tindakan oportunis AS terhadap penguasa Kementerian Dalam Negeri & Pasukan Pencegahan Angkatan Bersenjata Kuba. Tindakan itu mencerminkan standar ganda suatu negeri yang digunakan untuk akal dan berbohong demi membentengi blokade terhadap #Kuba. ” Pada Juli 2021, Amerika Serikat menjatuhkan sejumlah sanksi kepada kepolisian Kuba & dua pemimpinnya. [mg/pp] Â

Hari Gajah Sedunia: Gajah Punya Hak Hidup Seperti Halnya Manusia

Tanggal 12 Agustus ialah Hari Gajah Sedunia. Sebelumnya pada tahun ini, organisasi internasional yang didedikasikan tuk konservasi sumber daya alam Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menyatakan, meningkatnya perburuan liar dan berkurangnya habitat telah membuat populasi gajah Afrika semakin terancam. Sebuah suaka margasatwa pada Kenya membesarkan dan memelihara anak-anak gajah yang kehilangan induk sebelum melepasliarkannya.

Gajah hutan Afrika sangat terancam keberadaannya, begitu pula gajah padang rumput atau sabana di benua itu. Ini dikemukakan dengan IUCN, yang sebelumnya mengelompokkan kedua spesies itu lalu menetapkan keduanya dalam kategori rentan, artinya menghadapi risiko tinggi kepunahan di alam liar.

Jumlah gajah hutan Afrika merosot lebih dari 86 persen dalam kurun 31 tahun, sedangkan populasi gajah sabana berkurang lebih dari 60 persen dalam periode 50 tahun, menurut IUCN, yang memeringkat risiko kepunahan worldwide pada satwa-satwa di dunia.

Sekelompok gajah berjalan di sepanjang tepi salah satu danau musiman pada Hari Gajah Sedunia di Taman Nasional Amboseli (365 kilometer tenggara ibu kota Nairobi) dekat Oloitiktok, wilayah timur Kajiado, 12 Agustus 2020. (Foto: TONY KARUMBA / AFP)


Sekelompok gajah berjalan di sepanjang tepi salah satu danau musiman pada Hari Gajah Sedunia di Taman Nasional Amboseli (365 kilometer tenggara ibu kota Nairobi) dekat Oloitiktok, wilayah timur Kajiado, 12 Agustus 2020. (Foto: TONY KARUMBA / AFP)

IUCN menyatakan, Afrika sekarang ini memiliki sekitar 415 ribu ekor gajah, baik yang hidup di hutan maupun pada padang rumput.

Di Sheldrick Wildlife Rely on, sebuah suaka margasatwa di Nairobi, Kenya, anak-anak gajah tanpa induk dibesarkan sebelum dilepas ke alam liar.

Kepala suaka tersebut, Edwin Lusichi, mengemukakan, “Kami melindungi gajah-gajah yang telah kehilangan induk itu. Dan hewan-hewan tersebut seharusnya tidak kehilangan induk, seharusnya tidak boleh menjadi yatim piatu. Tetapi ini sudah terjadi. ”

Setelah bekerja lama dengan gajah-gajah itu, Lusichi mengakui bahwa hewan itu sangat jinak, pintar, dan sangat mirip dengan manusia. Ia mengatakan cara manusia memperlakukan gajah mirip dengan tutorial manusia memperlakukan diri sendiri. Jadi meskipun bertubuh besar, gajah bukanlah hewan yang menakutkan bagi manusia, jelasnya.

Sheldrick Wildlife Believe in didirikan pada tahun 1977. Menurut suaka tersebut, lebih dari 263 gajah sama sekali tanpa induk berhasil dibesarkan di tempat itu.

CEO suaka itu, Angela Sheldrick, menjelaskan, “Kami sudah mampu memelihara lebih dri 260 gajah tanpa induk selama bertahun-tahun dan merehabilitasi hewan itu ke alam liar sehingga mereka dapat kembali dalam kehidupan liar dan berbaur ke kawanan liar. Kami melakukannya di Taman Nasional Tsavo, taman nasional terbesar Kenya. ”

IUCN mengatakan kedua spesies gajah Afrika telah mengalami penurunan tajam sejak 2008 karena peningkatan signifikan perburuan liar, yang memuncak pada tahun last year tetapi terus mengancam populasi gajah.

Angela Sheldrick mengemukakan, “Syukurlah, di dalam beberapa tahun terakhir, kami tidak memiliki banyak gajah yatim piatu, karena perburuan liar menurun. Tetapi kami melihat semakin banyak insiden konflik manusia-satwa liar dan sering kali kebanyakan dri gajah yang berada pada sini adalah akibat konflik manusia-satwa liar. ”

Seekor gajah jantan berjalan di sepanjang garis pohon Akasia dengan belalainya terangkat, saat ia menuju rawa terdekat pada Hari Gajah Sedunia di Taman Nasional Amboseli (365 kilometer tenggara ibu kota Nairobi) dekat Oloitiktok, wilayah timur Kajiado, 12 Agustus 2020. (TONY KARUMBA / AFP)


Seekor gajah jantan berjalan di sepanjang garis pohon Akasia dengan belalainya terangkat, saat ia menuju rawa terdekat pada Hari Gajah Sedunia di Taman Nasional Amboseli (365 kilometer tenggara ibu kota Nairobi) dekat Oloitiktok, wilayah timur Kajiado, twelve Agustus 2020. (TONY KARUMBA / AFP)

Menurutnya, di semua negara pada Afrika di mana gajah masih ditemukan, perlu ada kebijakan penggunaan lahan untuk mengurangi dampak konflik manusia dan satwa liar. Apabila terjadi konflik itu, lanjut Angela Sheldrick, gajahlah yg terdampak paling buruk.

Hari Kamis 12 Agustus adalah Hari Gajah Sedunia, acara internasional yg didedikasikan untuk pelestarian alam dan perlindungan terhadap gajah dunia.

Kepala suaka Sheldrick, Edwin Lusichi, menyatakan setiap hari bagi mereka adalah Hari Gajah Sedunia. Ia mengatakan, “Penting sekali pada Hari Gajah Sedunia bagi semua orang untuk tahu bawa gajah memerlukan taring untuk membela diri, untuk makan, serta untuk menggali air pada sungai-sungai kering. Itu sebabnya di sini, di Sheldrick, setiap hari adalah Hari Gajah Sedunia. Kami menghadapi gajah-gajah itu, bekerja tuk hewan itu siang dan malam, dan karena itu, kami perlu menyebarkan ke setiap orang di dunia bahwa gajah memiliki hak untuk hidup, seperti Kamu dan saya. ” [uh/ab]

Pemasaran Buku Swedia Pecahkan Rekor di Tengah ‘Staycation’ dan PandemiÂ

Penjualan buku di Swedia mencapai titik sempurna sepanjang masa pada paruh pertama tahun 2021 sebab orang-orang lebih jarang bepergian dan lebih banyak menghibur diri di rumah selama pandemi, pencapaian yang asing biasa setelah rekor tahun 2020.

Asosiasi Penjual Buku Swedia, Rabu (11/8) menyebutkan mutlak penjualan naik 10 tip dibandingkan dengan periode dengan sama tahun 2020, dengan kenaikan penjualan buku cap sebesar tujuh persen dan buku digital 14 tip. Buku untuk anak-anak mencetak penjualan terbesar.

Dibandingkan dengan separuh tahun pertama sebelum pandemi tahun 2019, total penjualan naik sekitar 18 komisi.

Suasana di sekitar toko buku di kota kecil pantai timur Trosa, Swedia 11 Agustus 2021. (REUTERS/Anna Ringstrom)


Suasana di kira-kira toko buku di kota kecil pantai timur Trosa, Swedia 11 Agustus 2021. (REUTERS/Anna Ringstrom)

“Tren yang kita amati semenjak awal pandemi terus bersambung. Penjualan buku lewat toko digital terus naik, tetapi penjualan buku di gardu buku biasa menurun, ” demikian pernyataan dari federasi tersebut.

“Selain itu, banyak bagian asosiasi yang melaporkan kalau pelanggan yang sudah divaksinasi mulai kembali mengunjungi toko-toko mereka dan ‘staycation’ pula ikut berperan dalam peningkatan penjualan di musim radang ini. ”

Maria Hamrefors, ketua asosiasi tersebut, mengatakan toko-toko yang terletak di kota-kota besar dan mal menolong penurunan perdagangan buku dalam toko. “Sementara itu, penjualan buku di toko-toko pada resor liburan atau dalam daerah tempat orang susunan – dan bekerja pada rumah – sangat cantik, ” katanya.

Seorang pelanggan melihat barang-barang di toko buku di kota kecil pantai timur Trosa, Swedia, 11 Agustus 2021. (REUTERS/Anna Ringstrom)


Seorang pelanggan melihat barang-barang dalam toko buku di tanah air kecil pantai timur Trosa, Swedia, 11 Agustus 2021. (REUTERS/Anna Ringstrom)

Di Trosa, pantai Baltik, Helena Vazquez Sohlstrom, pemilik anyar dari toko buku yang sudah berdiri selama seabad di kota kecil itu mengatakan penjualan naik dalam paruh pertama tahun 2021, sama seperti penjualan tarikh 2020.

Pada tahun 2020, total penjualan buku di negara Nordik naik sembilan obat jerih. [es/dw]