Genting Oksigen RSUP Dr. Sardjito: Kisah-Kisah Pilu di Akhir Pekan (1)

Rumah Sakit Ijmal Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta mengalami krisis oksigen parah pada Sabtu, 3 Juli 2021. Sejumlah tim pasien yang meninggal di dalam malam itu berbagi sejarah dengan balutan kesedihan dan pertanyaan. Mereka ingin, tragedi ini tidak terulang & menimpa keluarga lain dalam tengah pandemi.

Nasib Baryanto bisa disebutkan kurang beruntung, tetapi di saat bersamaan dia selalu beruntung. Kurang beruntung sebab dia dinyatakan positif COVID-19. Namun dia juga mujur karena status itu memberinya kesempatan menemani ibunya, yang juga dinyatakan positif COVID-19, di hari-hari terakhirnya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Baryanto memikirkan betul, bagaimana situasi ruangan tempat ibunya dirawat di dalam malam ketika krisis oksigen melanda. Sekitar pukul 21. 00 WIB, tiba-tiba mesin High Flow Nasal Cannula (HFNC) yang dipakai untuk merawat ibunya, mengeluarkan nada keras.

“Setelah mesin ibu bunyi, selang beberapa menit, antara 10-15 menit, mesin yang asing juga mengalami respon dengan sama, bunyi juga. Kedengeran that-thit-that-thit dengan nada dengan sama. Ada beberapa sebab bunyinya saling bersautan, aku tidak bisa memperkirakan berapa jumlahnya, ” kata Baryanto.

Para petugas mendorong tangki oksigen di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Minggu, 4 Juli 2021. (Foto: Kalandra/AP Photo)


Para petugas mendorong tangki oksigen di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Minggu, 4 Juli 2021. (Foto: Kalandra/AP Photo)

Ibu daripada Baryanto adalah satu sejak 63 pasien di RSUP Dr. Sardjito yang meninggal dalam periode 24 tanda, antara Sabtu (3/7) pagi hingga Minggu (4/7) cepat. Rumah sakit tersebut merasai krisis oksigen dan sudah mengupayakan pemenuhan kebutuhan sejak 29 Juni 2021.

Puncak krisis terjadi, menurut keterangan resmi vila sakit, terjadi karena lonjakan kedatangan pasien pada Jumat (2/7). Dari 63 pasien meninggal periode itu, menurut data rumah sakit, 33 pasien meninggal usai sistem oksigen sentral mati memukul 20. 00 hari Sabtu. Namun, direktur rumah lara ketika itu berpendapat, mair itu tidak terkait langsung krisis oksigen. Komite medis RSUP Dr. Sardjito saat ini tengah bekerja buat menyelidiki kasus tersebut.

Sangat Tergantung Oksigen

Baryanto, warga Klaten, Jawa Tengah, awalnya merawat sang ibu di rumah. Tetapi saturasi oksigen yang terus turun hingga kisaran 60 memaksanya mencari rumah rendah di Yogyakarta. Beberapa yang dia datangi penuh, hingga dia memutuskan menuju ke RSUP Dr. Sardjito, yang ternyata sedang mengalami tren kenaikan kedatangan pasien. Waktu mereka tiba, hanya tersedia satu tenda di kaca IGD, sehari kemudian ada tambahan dua tenda lagi.

Awalnya, sang ibu dirawat di poli COVID-19, RSUP Dr. Sardjito. Karena saturasi terus mendarat, pada Sabtu 3 Juli, Baryanto meminta ibunya dirawat di IGD. Kesempatan hadir sekitar pukul 17. 00 WIB. Dia bersyukur alhasil sang ibu bisa dirawat dengan mesin HFNC. Pasokan dari mesin beraliran tinggi itu membuat saturasi terangkat, hingga mendekati 90. Mutakhir sekitar lima jam di ruang IGD, masalah tampak. Bunyi mesin HFNC dalam sisi ranjang ibunya, terekam betul dalam ingatannya.

Petugas kesehatan merawat pasien COVID-19 di tenda darurat RS Sardjito saat terjadi kelangkaan oksigen di Sleman, Yogyakarta, 4 Juli 2021. (Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah via REUTERS)


Aparat kesehatan merawat pasien COVID-19 di tenda darurat RS Sardjito saat terjadi kelangkaan oksigen di Sleman, Yogyakarta, 4 Juli 2021. (Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah per REUTERS)

“Yang prima kalau enggak salah, dengan bunyi itu mesinnya ibu. Saya coba konfirmasi ke dokter. Kata dokter, itu mesin bunyi enggak urusan. Selang beberapa menit, tabib menaikkan pasokan oksigen, dengan pertama di angka 30 lalu dinaikkan 50, kalau enggak salah. Tapi instrumen tetap bunyi terus. Di saat dinaikkan, informasi daripada dokter mesin ada kekacauan dari pusat, ” rata Baryanto.

Karena HFNC tidak bisa berfungsi maksimal, menurut Baryanto dokter mengganti asupan oksigen ibunya dengan tabung dan memakai masker oksigen (oxygen mask) . Saturasi ibunya langsung turun ke angka 60, 50 maka pelan-pelan drop ke nilai 20. Dokter memindahkan anak obat ke ruangan lain, namun tindakan itu tidak lulus menolong.

Dokter menerangkan ke Baryanto, bahwa kondisi ini akan membuat ibunya kelelahan nafas, yang bisa membuahkan henti nafas atau gagal jantung. Dia akhirnya kematian sang ibu sekitar jam 01. 00 WIB, Minggu (4/7), sekitar empat jam setelah oksigen sentral di RSUP Dr. Sardjito lebur.

Sekitar memukul 16. 30, atau lima belas jam sesudahnya, jenazah sang ibu baru bisa dibawa pulang Baryanto. Dia mengatakan, ibunya ada dalam nomor antrian 48 keadaan itu di ruang jenazah. Baru pada siang hari itulah, berkat informasi sesama keluarga pasien, dan pengucapan seorang dokter, dia terang bahwa semalam, ketika ibunya berjuang untuk bertahan, panti sakit mengalami krisis oksigen.

Kekagetan Keluarga Pasien dan Sinse

Sejarah lain dipaparkan Johny, yang mertuanya dinyatakan positif COVID-19. Tanggal 25 Juni, sang ibu mertua merasakan demam, mereka melakukan swab PCR, cek darah dan rontgen di RSUD Dr. Sardjito. Ada dugaan COVID-19, tetapi hasil tes harus ditunggu beberapa hari dari mereka isoman. Dokter juga mengutarakan tidak menemukan penyakit penyerta.

Petugas medis merawat pasien di dalam tenda darurat yang didirikan untuk menampung lonjakan kasus COVID-19, di Rumah Sakit Umum Dr. Sardjito, Yogyakarta, 4 Juli 2021. (AP)


Petugas medis merawat pasien di dalam tenda darurat yang didirikan untuk menampung lonjakan kasus COVID-19, di Sendi Sakit Umum Dr. Sardjito, Yogyakarta, 4 Juli 2021. (AP)

Di tengah isoman, saturasi mertua Johny turun hingga 80 di 30 Juni 2021. Itu memutuskan untuk kembali ke Sardjito.

“Sewaktu cek di Sardjito, saturasi 70, langsung direkomendasikan meresap IGD, ditangani disana. Sebab dokter dipasang alat-alat untuk suplai oksigen. HFNC ya. Saturasi kembali normal, mampu sampai 90, 96 bahkan sampai 99 waktu itu, ” papar Johny.

Sejauh ini, ibu mertua Johny hanya mengalami masalah pernafasan, dia dinyatakan tidak memiliki komorbid. Sehari berada di IGD, tempat kemudian dipindah ke bani GK 1 pada satu Juli 2021.

“Saya koordinasi dengan dokter. Kondisinya baik, tidak tersedia masalah apa-apa, ” logat Johny.

Pasien COVID-19 bernapas melalui masker non-rebreather setelah beberapa orang meninggal dunia di RS Sardjito saat terjadi kelangkaan oksigen di Sleman, Yogyakarta, 4 Juli 2021. (Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah via REUTERS)


Pasien COVID-19 bernapas melalui masker non-rebreather setelah beberapa diantara kita meninggal dunia dalam RS Sardjito saat berlaku kelangkaan oksigen di Sleman, Yogyakarta, 4 Juli 2021. (Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah per REUTERS)

Hari Jumat, Johny menitipkan telepon genggam untuk ibunya, Sabtu pagi sang ibu menelepon meminta kiriman selimut. Sorenya, introduksi Johny, ibu mertuanya serupa menelepon. Kabar dari sinse mengatakan kondisinya masih tak ada masalah, saturasi 90 dengan HFNC terpasang. Namun pukul 21. 00, Johny menerima kabar berubah, pokok mertuanya dinyatakan meninggal dunia. Johny langsung menelepon tabib yang merawat ibu mertuanya.

“Saya tanya, Pak ini ibu hamba bagaimana, kok tahu-tahu mampu innalillahi (wafat-red) begini. Sinse enggak percaya, saya dikira guyon. Dokter bilang, enggaklah Pak, tadi sore hamba di sana memeriksa kondisinya, juga tidak mengkhawatirkan, saturasi masih di atas 90, ” kata Johny mengambil dokter.

Johny tidak paham tentang krisis oksigen yang terjadi, karena itulah dia heran secara kepergian ibu mertuanya, kaya juga dokter yang merawatnya. Baru pada Minggu terang 4 Juli, seorang kawannya menelepon dan menginformasikan apa yang terjadi.

“Waktu itu, ibu hamba meninggal urutan yang ke-36 dari keterangan rumah rendah, ” tambahnya.

Keluarga pasien menunggu kesiapan jenazah untuk diambil di ruang forensik pada 4 Juli 2021. (Foto: TRC BPBD DIY)


Keluarga penderita menunggu kesiapan jenazah buat diambil di ruang forensik pada 4 Juli 2021. (Foto: TRC BPBD DIY)

Dia tidak mempertanyakan lebih dalam. Johny cuma mengaku, mencoba menghubungkan semua yang terjadi, terkait kritis oksigen dan kematian ibunya pada pukul 21. 00, atau sekitar 1 tanda setelah sistem oksigen pokok mati.

“Apakah karena jam delapan tersebut oksigen mulai habis? Beta kurang tahu. Tapi aku korelasikan kok jam 9 itu ibu saya sudah tidak ada, meninggal. Oleh sebab itu kemungkinkan, ya penyebabnya tersebut. Meskipun memang positif COVID-19, ” paparnya.

Beban Berlipat Seketika

Untuk mayoritas keluarga pasien, gawat oksigen yang melanda RSUP Dr. Sardjito hanya bisa dirasakan di area sekitar ruang forensik. Pasien COVID-19 tidak mungkin dijaga oleh keluarga, kecuali jika mereka juga terkonfirmasi positif.

Indri, keluarga salah pasien bercerita bagaimana dia harus menjalani malam itu untuk memastikan jenazah Pakde-nya terurus dengan baik.

“Sabtu malam ana dikabari kalau Bapak itu keadaannya memburuk, terus disuruh ke Sardjito. Kita datang sana jam 12 lebih (Minggu dini hari-red), dikasih tahu disana kalau Bapak sudah tidak ada jam 11. 30, dan diminta menunggu saja di ruang forensik, ” ujar Indri.

Dokumentasi ruang jenazah di RSUP dr Sardjito pada 4 Juli 2021, ketika krisis oksigen terjadi. (Foto: TRC BPBD DIY)


Dokumentasi ruang jenazah pada RSUP dr Sardjito pada 4 Juli 2021, ketika krisis oksigen terjadi. (Foto: TRC BPBD DIY)

Indri menanyakan ke pekerja rumah sakit, pukul berapa dia bisa menerima jenazah Pakde-nya. Namun semua tak jelas, begitu banyak dengan harus ditangani. Dari auditorium tempat Pakde-nya dirawat saja, ada antrian empat jenazah. Belum dari bangsal-bangsal dengan lain. Dia akhirnya hanya bisa menunggu di aliran ruang forensik, dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana kondisi rumah melempem yang ternyata mengalami krisis oksigen.

“Pas itu ada Brimob mengantar oksigen. Itu sekitar jam 1 kurang, itu oksigennya pada datang. Terus yang di sana, sudah penuh, yang mau ambil jenazah sudah banyak. Sampai Minggu subuh itu masih belum ada kabar, ” ujar Indri.

Sampai saat itu, Indri belum tahu bahwa terjadi gawat oksigen di Sardjito. Tempat hanya mengaku, di depannya hilir mudik staf sendi sakit sambil sibuk menelepon dan membawa tabung-tabung oksigen. Selain itu, dia juga melihat bagaimana perawat naik turun mengantar jenazah ke ruang forensik setiap saat.

Awalnya, sekapur Indri, jenazah diambil berpatokan nomor urut kematian. Tetapi karena terlalu banyak, petugas akhirnya mengambil jenazah berbarengan sesuai bangsal di mana dia dirawat sebelumnya, biar tidak menguras tenaga. Situasi menimbulkan protes keluarga penderita, karena belum tentu dengan memiliki nomor urut mungil, jenazah tiba terlebih dahulu.

Keluarga mendoakan jenazah pasien yang akan dimakamkan, Senin (5/7), dini hari pukul 00.30. (Foto:TRC BPBD DIY)


Keluarga mendoakan jenazah anak obat yang akan dimakamkan, Senin (5/7), dini hari pukul 00. 30. (Foto: TRC BPBD DIY)

“Kebetulan Uwak saya nomor 61, tapi sudah turun. Ada anak pasien nomor 44, belum turun. Tapi karena dia ada di bangsa bougenvil. Kan agak jauh, siap itu membuat heboh, berlaku selisih paham di kian di ruang forensik tersebut, ” kata Indri.

Jenazah Pakde Indri sendiri tiba di kawasan jenazah pukul 14. 00 hari Minggu.

Tertinggal Pemakaman

Begitu banyak yang harus diurus dalam ruang jenazah, bahkan tersedia keluarga pasien yang sederhana proses pemakaman, seperti dengan terjadi pada Pak Amarzoni. Dia yang kelelahan menunggu antrian jenazah, harus rela tidak menyaksikan penguburan sang istri.

“Saya di depan ruang forensik, di bangku, sambil menunggui itu saya tertidur kelelahan. Lalu ambulans yang menyambut jenazah istri saya tanda 05. 00 pagi sudah berangkat ke pemakaman. Lulus saya tersentak sekitar jam 08. 00 pagi, lulus saya menanyakan di ruangan jenazah, bahwa istri hamba sudah dibawa oleh pengangkat jenazah. Lalu saya kejar ke pemakaman, ternyata sudah dimakamkan, ” papar Zoni.

Zoni mengantar istrinya pada Sabtu, berboncengan sepeda motor. Setelah jalan pemeriksaan, Zoni pulang buat mengambil baju ganti dan membeli sejumlah barang. Roman, begitu sampai kembali ke rumah sakit, istrinya sudah masuk bangsal isolasi. Melalui telepon, dia menanyakan status istrinya yang ketika tersebut, dari nada suaranya, disimpulkan istri Zoni masih menemui sesak.

Tim pemakaman SAR DIY memakamkan jenazah pasien COVID-19, Selasa 20 Juli 2021. (Foto: TRC BPBD DIY)


Tim pemakaman SAR DIY memakamkan jenazah penderita COVID-19, Selasa 20 Juli 2021. (Foto: TRC BPBD DIY)

Setelah dirawat beberapa jam, istri Zoni dinyatakan meninggal pada Minggu pukul 00. 30 WIB. Zoni sendiri baru menyambut kabar, ketika dia sampai kembali ke rumah kecil pukul 14. 00 WIB. “Saya kaget. Saya suka marah-marah. Mau gimana. Rasanya mau menjerit. Tapi gimana, ” tambahnya.

Setelah itu, dia menyelenggarakan surat-surat yang diperlukan & menunggu di depan bagian forensik. Minggu pagi buta, di tengah hilir mudik jenazah pasien lain, dia kelelahan dan tertidur di dipan depan ruang forensik. Telepon genggamnya mati kehabisan daya. Petugas membawa jenazah ke pemakaman pukul 05. 00 hari Senin, dan Zoni baru terbangun empat tanda setelah keberangkatan itu.

Dia akhirnya menyusul ke makam, tetapi cuma mendapati gundukan tanah wadah istrinya terbaring selamanya. [ns/ab]

Tulisan ini merupakan kolaborasi jurnalis tujuh media terkait pandemi, yaitu: Petunjuk, Gatra, IDN Times, Tirto. id, Harian Jogja, CNN INdonesia TV, dan VOA Indonesia

Meksiko Dirikan Gereja Maradona Pertama

Almarhumah Diego Maradona sering dijuluki “Dewa Sepak Bola”. Tidak mengherankan bila kemudian menonjol sejumlah gereja yang ikut mengagungkan nama pesepak bola legendaris asal Argentina itu, dan menyertakan keharuman namanya. Di Meksiko, sejumlah penggemar Maradona baru-baru ini selalu meresmikan Gereja Maradona baru di negara itu.

Di Gereja Maradona pertama di San Andres Cholula, Meksiko, foto-foto kartika sepak bola Argentina tersebut menghiasi dinding-dinding bangunan.

Layar-layar mulia yang dipasang di gereja itu memutar klip video dari pemain menampar bola Argentina yang pernah menjadi salah satu pemain terbaik dunia dan yang memimpin negaranya meraih gelar Piala Dunia 1986, sebelum alhasil terjerumus dalam penggunaan kokain dan menderita obesitas.

Sebuah altar dengan memorabilia dipajang di Gereja Maradona, San Andres Cholula, negara bagian Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)


Sebuah altar dengan memorabilia dipajang di Gereja Maradona, San Andres Cholula, negara bagian Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)

Gereja ini benar bukan gereja pertama pada dunia yang mengagungkan nama Maradona. Gereja Maradona prima didirikan di Rosario, suatu kota di utara Buenos Aires, oleh Hernan Amez dan Alejandro Veron di tahun 1998. Namun, gereja yang satu ini merupakan gereja pertama sejenis di Meksiko, dan bukan tak mungkin menjadi cikal bakal munculnya gereja-gereja lain dengan didirikan para penggemar mendiang Maradona.

Marcelo Buchet adalah lengah satu pendiri Gereja Maradona Meksiko. Ia mengatakan sebagian besar orang Argentina memandang Maradona sebagai dewa sepak bola Argentina.

“Saya percaya seluruh orang Argentina menyukai Maradona. Mungkin hanya ada kepala atau dua orang dengan tidak menyukai Maradona. Maradona pada masanya memberi kami banyak identitas. Sebelum Maradona, jika bicara soal Argentina, pada umumnya orang bicara tentang Saint Martin atau Perang Falkland. Namun, lalu, sejak 1986, Maradona menciptakan identitas membanggakan bagi karakter Argentina. Ada banyak kemangkakan menjadi orang Argentina. ”

Gereja Maradona di sebelah kedai pizza di San Andres Cholula, negara bagian Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)


Gereja Maradona dalam sebelah kedai pizza dalam San Andres Cholula, negeri bagian Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)

Jemaat Gereja Maradona menghormati 22 Juni 1986 sebagai Hari Paskah-nya gereja itu. Hari itu merupakan hari bersejarah bagi anak buah Argentina karena Maradona jadi menjebol gawang Inggris di perempat final Piala Dunia lewat permainan kontroversialnya dengan dijuluki “the Hand of God” atau “Tangan Tuhan”. Pada tahun itu juga, Argentina menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Jerman Barat di final dengan nilai 3-2.

Buchet sendiri pindah ke Meksiko 20 tahun berarakan. Pertama kali ia mengungkapkan ide mendirikan gereja tersebut adalah kepada Maradona tunggal, ketika mereka berdua bersemuka sewaktu Maradona melatih awak Dorados Football di Culiacan Sinaloa pada 2018.

“Ketika dia datang, saya dan rumpun saya memiliki kesempatan untuk bersamanya. Saat saya mengucapkan kepadanya bahwa saya mau membuat Gereja Maradona, dia mengatakan, ‘lakukan’. Ia mengatakan kepada saya bahwa bila saya ingin melakukannya, lakukan saja, bukan hanya membicarakannya, ” jelasnya.

Pendiri Gereja Maradona Marcelo Buchet (kiri) bersama Raul Martinez saat berkunjung ke gereja tersebut di San Andres Cholula, negara bagian Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)


Pembuat Gereja Maradona Marcelo Buchet (kiri) bersama Raul Martinez saat berkunjung ke gereja tersebut di San Andres Cholula, negara bagian Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)

Pendapat itu sempat terpendam semasa tiga tahun karena bervariasi kemalangan menimpa keluarganya serta juga kematian idolanya.

“Tahun cerai-berai kakak saya meninggal, pokok saya meninggal, sahabat hamba meninggal, dan Maradona wafat pada hari ulang tarikh putri saya. Keesokan harinya saya mulai mengubah restoran ini menjadi gereja serta berkata ‘saya akan melaksanakan gereja’, saya tidak peduli apa yang terjadi. ”

Marcelo Buchet awalnya mengira mau ada tentangan keras sebab memberikan label tempat ibadah yang didirikannya sebagai gereja. Namun, ia mengatakan sekitar ini sambutannya positif.

Ada lebih dari satu. 000 pengunjung di minggu pertama pembukaanya, dan 80 persen di antaranya adalah perempuan.

Seorang pengurus Gereja Maradona di Argentina, Marcela Amez, tahu banyak anggota jemaat gereja itu mungkin tidak sungguh-sungguh menganggap Gereja Maradona sebagai gereja. Namun Buchet tak setuju, dan mengatakan, para anggota gereja sangat menyadari kelemahan manusia dewa mereka.

Raul Martinez, seorang pengunjung, berpose dengan replika Piala Dunia FIFA, di Gereja Maradona di San Andres Cholula, negara bagian Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)


Raul Martinez, seorang pengunjung, berpose dengan replika Piala Dunia FIFA, di Gereja Maradona di San Andres Cholula, negara arah Puebla, Meksiko, Minggu, 18 Juli 2021. (AP)

Maradona pernah berjuang melayani kecanduan narkoba dan obesitas. Ia juga pernah dikeluarkan dari pertandingan Piala Negeri karena terbukti melakukan doping. Maradona juga pernah dijatuhi hukuman penjara karena menembakkan senapan angin ke ajaran wartawan.

Raul Martinez, salah mulia pengunjung Gereja Maradona dalam Meksiko, mengatakan, “Saya tidak ingin melewatkan kesempatan tahu gereja ini, untuk keahlian apa isinya, untuk keahlian apakah gereja itu memiliki beberapa benda milik Diego Maradona. Saya terkejut ketika mengetahui bahwa mereka mempunyai jersey yang ditandatangani sebab Maradona. ” [ab/uh]

PM Israel:  Tidak Berubah, Kekangan Yahudi Berdoa di Al-AqsaÂ

Peraturan yang melarang orang-orang Yahudi berdoa di sebuah lokasi yang diperebutkan di Yerusalem tidak akan diubah oleh PM Israel Naftali Bennett. Pernyataan itu dikeluarkan kantor perdana menteri, Senin (19/7), sebagai penegasan kalau ia menarik kembali perkataan yang memicu reaksi hangat sehari sebelumnya.

Bennett, perdana gajah baru Israel, telah melahirkan kekhawatiran pada hari Minggu ketika ia mengatakan kalau Israel berkomitmen untuk menyembunyikan kebebasan beribadah orang-orang Yahudi di kompleks di ujung bukit itu. Di bawah praktik lama, orang-orang Yahudi diizinkan mengunjungi, tetapi tak untuk berdoa di letak yang mereka sebut jadi Bukit Bait Suci, serta oleh umat Islam ialah tempat suci Masjid Al Aqsa.

Orang-orang Palestina dan dominasi Islam di situs tersebut khawatir bahwa Israel perlahan-lahan mencoba untuk menguasai wilayah tersebut, dan pernah mengeluhkan bahwa orang-orang Yahudi langsung berdoa di sana. Ketegangan masih tetap tinggi pada sana setelah kerusuhan turut memicu perang 11 keadaan Israel-Hamas Mei lalu.

Terlepas dibanding ungkapan Bennett, status quo tetap berlaku, menurut seorang pejabat di kantor pertama menteri yang tidak berwenang untuk berbicara ke terbuka dan meminta namanya dirahasiakan.

Sejumlah perempuan Palestina berteriak ke arah jemaah Yahudi setelah sempat bentrok antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid Alaqsa mengenai kunjungan jemaah Yahudi di Kuil Suci, di Yerusalem, Minggu, 18 Juli 2021. (Foto: Ammar Awad/Reuters)


Sejumlah perempuan Palestina berteriak ke arah publik Yahudi setelah sempat bertentangan antara polisi Israel & warga Palestina di Masjid Alaqsa mengenai kunjungan massa Yahudi di Kuil Kudus, di Yerusalem, Minggu, 18 Juli 2021. (Foto: Ammar Awad/Reuters)

Klarifikasi lantaran kantor Bennet muncul sesudah hari yang menegangkan dalam mana ratusan peziarah Yahudi mengunjungi kompleks di kolong penjagaan ketat polisi buat memperingati Tisha B’Av, keadaan berkabung dan pertobatan, sewaktu orang-orang Yahudi merenungkan pecahan Bait Suci Pertama & Kedua. Mereka meyakini, kompleks di puncak bukit itu merupakan lokasi di mana Bait-bait yang disebut di dalam Alkitab pernah berdiri dan merupakan situs tersuci di ajaran Yudaisme.

Muslim menghormati posisi tersebut sebagai Al-Haram al-Sharif (Tempat Suci Mulia), kedudukan Masjid Al Aqsa serta tempat suci ketiga di Islam. Minggu pagi, kelompok Muslim sempat bentrok dengan pasukan keamanan Israel di lokasi tersebut.

Tidak ada objek cedera yang dilaporkan, tetapi insiden itu kembali meningkatkan ketegangan. Insiden itu terjadi hanya beberapa hari sebelum umat Islam merayakan Idul Adha, atau Hari Umum Kurban. [ab/uh]

Perempuan Irak Kejar Impian di Tengah Masyarakat Konservatif

Setelah menikah pada usia 22 tahun, Marwa Raed Taha tidak mempersoalkan masa depannya sebagai ibu rumah tangga. Namun seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa dirinya mulai tertekan.

Membesarkan kedua putrinya selalu menjadi prioritasnya, tetapi ia juga menyadari bahwa dirinya mempunyai ambisi sendiri, kata Taha.

Setelah berbulan-bulan berdebat tentang mengapa suaminya tidak membolehkannya keluar rumah untuk bekerja, suami Taha akhirnya setuju untuk bercerai.

Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, bekerja di pertanian, di kota Balad, Irak, 11 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)


Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, bekerja di pertanian, di kota Balad, Irak, 11 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)

“Orang memandang dengan heran. Untuk waktu yang lama, orang-orang tidak tahu tentang ini, sehingga awalnya saya bisa melupakannya. Dan hingga kini tidak semua orang tahu, beberapa teman, tetangga, dll. Tetapi orang-orang yang dekat dengan saya tahu, seperti paman saya. Mereka mengatakan kepada saya: ‘Bagaimana kamu bisa mengambil keputusan ini? ‘ Banyak yang menyalahkan saya. ‘Kamu harus di rumah saja, menanggung situasi, ‘” kata Marwa.

Sesuatu yang semula tidak berani Taha katakan kepada keluarga dan teman-temannya.

“Masyarakat di sini tidak punya belas-kasihan sama sekali. Tidak ada ampun. Bukan hanya masyarakat patriarki, bukan hanya itu, tetapi bahkan hak-hak yang kita miliki secara teori, sebagai orang yang menjadi bagian dari masyarakat, itu tidak benar-benar diberikan kepada kami, ” ujarnya.

Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, bekerja di sebuah peternakan, di kota Balad, Irak, 11 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)


Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, bekerja di sebuah peternakan, di kota Balad, Irak, 11 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)

“Mereka mengatakan kepada saya: ‘Bagaimana kamu bisa mengambil keputusan ini? ‘” Taha ingat kerabatnya mengatakan hal itu setelah ia bercerai.

Memberontak melawan stigma yang menurutnya menyebabkan dirinya menderita karena menjadi ibu tunggal sebagai pilihan sendiri di Irak, Taha menerima tantangan itu dan merawat kedua putrinya serta mengejar impiannya secara langsung. Ia mendapat pekerjaan di salah satu direktorat kelistrikan Bagdad. Tugasnya memperbaiki peralatan listrik, sesuatu yang dianggap banyak orang, pekerjaan untuk pria.

“Jadi saya bekerja di direktorat kelistrikan, pertama dengan gaji harian, tapi kemudian saya dibayar berdasarkan kontrak. Namun pekerjaan ini tidak memberi saya penghasilan tetap karena saya tidak mendapat gaji. Maka saya putuskan untuk mengembangkan diri dan menciptakan peluang kerja yang sesuai dengan ketrampilan saya, Marwa Taha, dan yang saya sukai sehingga saya bisa bekerja dan mendapat penghasilan. Dan itu adalah ‘GG’, proyek daur ulang sampah saya, ” paparnya.

Ia ingat orang-orang menyarankan seharusnya ia melakukan pekerjaan kantor atau membuka restoran sebagai gantinya. Namun Taha, lulusan teknik otomasi dari Universitas Bagdad, memutuskan kalau ia lebih baik melakukan sesuatu yang sejalan dengan studinya. Mampu menghidupi putrinya tetap menjadi perjuangan, kata Taha kepada Reuters, seraya menambahkan, ia belum menerima gaji secara teratur sejak merebaknya pandemi virus corona. Itulah sebabnya mengapa Taha memutuskan untuk meluncurkan bisnis pemulanya sendiri, Green Gold, yang bertujuan untuk mendaur ulang sampah organik dan memproduksi kompos.

“Salah satu jenis sampah yang bisa saya garap sebagai bisnis awal adalah sampah organik, termasuk sisa-sisa tanaman apa pun, yang mudah terurai secara alami, ” katanya.

Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, menyiapkan makanan bersama putrinya selama bulan Ramadhan di rumahnya, di Baghdad, Irak, 9 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)


Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, menyiapkan makanan bersama putrinya selama bulan Ramadhan di rumahnya, di Baghdad, Irak, 9 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)

Di sebuah peternakan kecil yang ia dirikan di kota Balad, Taha memproduksi kompos yang ia jual tidak hanya untuk mendapat penghasilan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian.

Kegiatannya meliputi pembuatan apa yang dia sebut ‘GG Balls’, bola-bola kecil kompos yang berisi bibit untuk ditanam di rumah.

“Tujuan utama dari ‘GG Balls’ adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian. Tujuan kedua, memberi kesempatan kerja meskipun terbatas, kepada perempuan yang tidak bisa keluar rumah untuk bekerja. Jadi ini adalah proyek sosial yang menghasilkan pendapatan dan segi sosial. ”

Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, duduk bersama putrinya dan anak-anak kerabatnya di rumahnya, di Baghdad, Irak, 9 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)


Ibu tunggal Irak Marwa Raed Taha, duduk bersama putrinya dan anak-anak kerabatnya di rumahnya, di Baghdad, Irak, 9 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Saba Kareem)

Begitu proyeknya berkembang, Taha ingin mempekerjakan perempuan yang tidak mampu bekerja di luar rumah dan mendorong mereka untuk menjadi mandiri.

Taha juga meluangkan waktu untuk menjadi sukarelawan dengan LSM setempat yang membantu anak yatim dan anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal, untuk membantu mengilhami rakyat Irak generasi baru agar mempunyai cita-cita untuk diri mereka sendiri. [ps/jm]

Varian Delta Dominasi Kasus COVID di Yogya, Setengahnya Anak-Anak

Yogyakarta mengalami peningkatan total kasus positif dan janji yang luas biasa di dalam beberapa pekan terakhir. Varian Delta terkonfirmasi menjadi penyebab angka-angka itu terus terbang tanpa dapat dikendalikan. Sembilan dari dua puluh kejadian yang diiuji, terjadi dalam anak-anak.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengungkapkan hal tersebut berdasarkan bahan hasil uji Whole Genome Sequencing (WGS) SARS-COV-2, dengan dilakukan Laboratorium WGS Pokja Genetik FKKMK UGM. Tes sampel ini menggunakan sistem Amplicon-based dari spesimen COVID-19 dengan 25 sampel sebab berbagai wilayah di DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X ketika mengumumkan dominasi varian Delta di wilayahnya, Sabtu (17/7). (Foto: Mediapool DIY)


Gubernur DIY Sri Sultan HB X ketika mencanangkan dominasi varian Delta dalam wilayahnya, Sabtu (17/7). (Foto: Mediapool DIY)

“Perlu kami sampaikan bahwa buatan pemeriksaan WGS terhadap 25 spesimen, yang terdiri pada 15 orang dewasa dan 10 anak-anak, mengindikasikan kalau 20 orang telah terpapar varian Delta, dengan rincian 11 kasus pada karakter dewasa dan sembilan peristiwa pada anak-anak, ” sebutan Sultan dalam keterangan formal tertulis yang disampaikan ke media, Sabtu (17/7) petang.

Lebih rinci disebutkan, pengambilan sampel spesimen dilaksanakan pada Juni, serta uji sampel dilaksanakan tiba 5 Juli 2021. Buatan tes dilaporkan oleh Dekan FKKMK UGM, kepada Gajah Kesehatan pada 10 Juli 2021. Pemda DIY sendiri menerima laporan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan di dalam 14 Juli 2021.

Pasien dirawat di bawah tenda yang didirikan di kompleks rumah sakit untuk menangani masuknya orang yang menderita virus corona, di Yogyakarta pada 13 Juli 2021. (Foto: AFP/Agung Supriyanto)


Anak obat dirawat di bawah tenda yang didirikan di pelik rumah sakit untuk memukul masuknya orang yang menderita virus corona, di Yogyakarta pada 13 Juli 2021. (Foto: AFP/Agung Supriyanto)

Pemda DIY memastikan, pemeriksaan WGS melibatkan spesimen anak obat terkonfirmasi positif yang menutup persyaratan, dan telah merujuk pada pedoman yang ditetapkan Badan Litbangkes Kemenkes.

Kriteria yang ditetapkan adalah pertama, melibatkan orang yang baru mendarat sejak negara asing. Kedua, representatif diambil dari lokasi atau komunitas masyarakat tertentu dengan mengalami fenomena penularan secara cepat dan telah menginfeksi kelompok yang sebelumnya tak masuk kategori rentan, sepertinya anak-anak. Ketiga, orang dengan sudah divaksin tetapi terinfeksi. Keempat, penyintas COVID-19 dengan mengalami re-infeksi. Kelima, kasus kematian COVID-19 dengan komorbid penyakit menular lain, serupa HIV, TBC dan lain-lain.

Warga berkumpul untuk mengisi tangki oksigen di sebuah stasiun di Yogyakarta pada 14 Juli 2021. (Foto: AFP/Agung Supriyanto)


Warga berkumpul untuk memasukkan tangki oksigen di sebuah stasiun di Yogyakarta di 14 Juli 2021. (Foto: AFP/Agung Supriyanto)

“Merujuk pada pesatnya pertambahan kasus positif COVID-19 di DIY secara merata akhir-akhir ini, tidak menutup kemungkinan sudah terjadi penyebaran varian mutasi virus tersebut, ” sendat Sultan.

Yogyakarta memang mencatatkan peningkatan kasus yang cukup tinggi. Pada 17 Juni 2021, masukan menunjukkan jumlah kasus pasti harian sebanyak 595 secara 18 kematian. Pada 17 Juli 2021, atau satu bulan setelahnya, DIY mengagendakan penambahan kasus harian sebesar 2. 523 kasus serta kasus kematian sebanyak 85 kasus. Jumlah tersebut relatif tinggi, bagi wilayah DIY yang relatif sangat mungil dengan hanya 3, enam juta penduduk.

Pertemuan para pihak menyikapi merebaknya varian Delta di DIY, Sabtu (17/7). (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)


Pertemuan para-para pihak menyikapi merebaknya varian Delta di DIY, Sabtu (17/7). (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)

Pusat Ketentuan Bantu Penanganan

Hari Sabtu (16/7) petang, Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, dan Besar BNPB bertemu dengan Tuan di kantor gubernur Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pertemuan yang digelar hanya tiga keadaan setelah rekomendasi Kemenkes terpaut merebaknya varian Delta pada Yogyakarta ini, mengindikasikan pentingnya langkah lebih agresif di dalam penanganan COVID-19 di wilayah tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai pertemuan mengakui perebakan varian Delta di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)

“Data varian Delta di Indonesia memang telah cukup banyak, lebih dibanding 14 provinsi. Vaksinasi kita akan gas pol. Oleh karena itu Yogya akan kita kejar secepat mungkin. Arahan Bapak Presiden juga demikian, vaksinasi bukan hanya 85 komisi tapi seluruh rakyat Yogya yang eligible (memenuhi sarana -red) untuk vaksinasi. Kalau bisa secepat mungkin kita penuhi 100 persen, ” ujar Menkes.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meyakinkan bangsa bahwa penggunaan masker menjelma penentu upaya ini.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)


Pemimpin TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)

“Kita bersepakat, Menkes, Pemimpin TNI, Kapolri dan Besar BNPB untuk menekan nilai kasus aktif harian dan menekan angka kematian secara berbagai strategi yang zaman ini sudah kita laksanakan. Namun yang kita perlukan adalah perkuatan di lapangan, ” ujar Hadi Tjahjanto.

Yogyakarta mempunyai 55 wilayah dalam posisi merah. Hadi Tjahjanto menegaskan, wilayah-wilayah ini akan menerima perhatian khusus. Intervensi bakal dilakukan oleh TNI/Polri buat menjaga masyarakat melaksanakan adat kesehatan secara ketat.

“Capaian vaksinasi yang saat ini 140 ribu per hari bakal kita tingkatkan, dalam masa dekat TNI-Polri dengan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan bakal melaksanakan vaksinasi sebanyak 500. 000 untuk tahap berikutnya juga akan ditambah, di rangka mengejar herd immunity (kekebalan kelompok -red), khususnya di wilayah merah, ” tambah Panglima.

Berbicara dalam kesempatan dengan sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut masih ada beberapa area dalam Yogyakarta yang rendah di dalam kedisiplinan memakai masker.

“Kita lihat bahwa dari angka-angka yang ada, kepatuhan memakai masker di beberapa wilayah itu menyampai angka 94 persen. Namun ada satu wilayah yang angkanya masih dibwah 80 persen. Tentunya ini selalu menjadi tantangan, khususnya bagi masyarakat Yogya, ” ujarnya.

Dia berpetaruh, kepatuhan terhadap protokol kesehatan tubuh harus diperbaiki. Menurut masukan yang ada, penggunaan shelter di Yogyakarta baru menyentuh angka 49 persen. Kapolri mendorong pasien yang pasti COVID-19 dan tidak mempunyai tempat isolasi mandiri dengan layak, untuk memilih wahana shelter yang disediakan negeri.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito. (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)


Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito. (Foto: Courtesy/Mediapool DIY)

Tengah Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito serupa memaparkan kesepakatan seluruh pihak untuk membantu penanganan wilayah berstatus merah di DIY.

“Nanti kita akan lakukan pendampingan dan pemberian bantuan-bantuan lain, ” tambahnya.

Ganip juga memastikan, Kemenkes & Kemen PUPR juga sudah membantu penyediaan fasilitas rumah sakit lapangan untuk penanganan di sisi hilir. [ns/ah]

Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar

Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkan metode vaksinasi vaksin COVID-19 dengan berbayar, yang sebelumnya akan disalurkan oleh Kementerian BUMN lewat PT Kimia Farma (Tbk) dan menuai bermacam-macam penolakan dari kalangan kelompok.

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respon dari masyarakat, Presiden sudah memberikan arahan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut, ” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/7).

Dengan begitu, semua pemberian vaksinasi corona tetap dengan mekanisme percuma seperti yang telah berjalan selama ini, kecuali mekanisme vaksin gotong royong. Kalender yang diinisiasi oleh Kawasan Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tetap berjalan dalam mana para pengusaha membayarkan vaksinasi COVID-19 kepada segenap karyawan beserta keluarganya tanpa dipotong gaji.

“Hal yang berkaitan dengan vaksin Gotong Royong, mekanismenya langgeng melalui perusahaan dan perusahaan yang akan membayar pada seluruh karyawannya sehingga demikian mekanisme untuk seluruh vaksin baik itu yang mengangkat royong, maupun yang saat ini mekanisme sedang berjalan digratiskan oleh pemerintah, ” tuturnya.

Presiden Larang Semua Menteri/Pimpinan Lembaga Negara ke Luar Jati, Kecuali Menteri Luar Kampung

Di dalam kesempatan yang sama, Presiden, ujar Anung, juga menggarisbawahi perlunya seluruh menteri dan pimpinan lembaga negara untuk memiliki rasa kepekaan baik dalam suasana pandemi itu. Untuk itu dalam kala Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Asosiasi (PPKM) Darurat ini, pemimpin melarang seluruh menteri maupun kepala lembaga untuk berjalan ke luar negeri kalau tidak ada hal yang bersifat khusus serta tanpa ada izin dari presiden.

“Yang dapat bepergian ke luar kampung hanya Menteri Luar Daerah karena memang sesuai secara bidang tugasnya. Yang lainnya kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapatkan izin secara langsung daripada Bapak Presiden, ” kasar Pramono.

Dia tidak merinci menteri ataupun pimpinan lembaga negara mana yang disasar presiden dengan pernyataan ini, tetapi zaman ini setidaknya ada tiga menteri atau pimpinan institusi negara yang sedang beruang di Amerika Serikat, yaitu Menteri Perdagangan M. Lutfi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Menteri Investasi/Kepala BPKM Bahlil Lahadalia.

Di bagian lain, dengan semakin melonjaknya kasus harian positif COVID-19, Presiden juga menginstruksikan pada seluruh Kementerian/Lembaga untuk memihak aktif memfasilitasi masyarakat dengan membutuhkan tempat isolasi mandiri. Dengan sarana infrastruktur dengan dimiliki oleh masing-masing Kementerian/Lembaga tersebut diyakini akan bisa meringankan tempat isolasi terpusat yang sudah ada dalam saat ini.

“Kalau K/L nya mulia atau pemdanya besar oleh karena itu minimal bisa 300-500 anak obat dan untuk itu dibuat secara baik, dipersiapkan & kemudian nanti pemerintah bertanggung jawab untuk mempersiapkan segenap obat-obatan kepada isoman dengan akan bergabung itu, ” pungkasnya. [gi/em]

Penuhi Komitmen, AS Kirim Tambahan 1, 5 Juta Ukuran Vaksin Moderna

Setelah transmisi lebih dari tiga juta dosis vaksin Moderna simpulan pekan lalu, hari Kamis ini (15/7) kembali tiba 1. 500. 100 jumlah lagi vaksin bantuan negeri Amerika. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan sandaran ini diberikan melalui kolom multilateral COVAX.

“Dengan kedatangan hari itu, maka jumlah vaksin Moderna, dukungan kerjasama pemerintah Amerika melalui fasilitas COVAX yang telah diterima sebesar 4. 500. 160 dosis, ” kata Retno dalam bertemu pers virtual menyambut transmisi kedua itu.

Selain tersebut, lanjut Retno, Kamis suangi ini (15/7) Indonesia pula akan menerima pengiriman periode kedua vaksin jadi AstraZeneca yang merupakan donasi lantaran pemerintah Jepang sebanyak satu. 162. 840 dosis. Jadi total sumbangan vaksin AstraZeneca dari Jepang yang sudah diterima Indonesia hingga keadaan ini mencapai 2. 161. 240 dosis.

Retno menekankan bantuan vaksin Moderna dari Amerika dan AstraZeneca dari Jepang itu merupakan bentuk dari pelaksanaan komitmen yang telah disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional Jack Sullivan, serta Menteri Luar Kampung Jepang Toshimitsu Motegi.

Ditambahkannya, pemerintah Indonesia sekali lagi berterima afeksi dan menyampaikan penghargaan pada hibah vaksin COVID-19 daripada Amerika dan Jepang dengan disalurkan melalui jalur bilateral dan multilateral.

Hingga 15 Juli itu Indonesia sudah menerima 140. 274. 480 dosis vaksin, terdiri dari 115. 500. 280 dosisi dalam wujud curah dan 24. 774. 200 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

Indonesia Juga Kembali Terima Bantuan Medis lantaran China

Pemerintah Provinsi Fujian memberikan bantuan dengan total nilai sekitar 3 juta RMB (US$465.000) dalam konferensi investasi bertema “Indonesia-China, Two Countries, Twin Parks” yang dilangsungkan secara virtual, Kamis, 15 Juli 2021. (Courtesy: Kemenko Marves RI)


Pemerintah Provinsi Fujian memberikan bantuan secara total nilai sekitar 3 juta RMB (US$465. 000) dalam konferensi investasi bertema “Indonesia-China, Two Countries, Twin Parks” yang dilangsungkan secara virtual, Kamis, 15 Juli 2021. (Courtesy: Kemenko Marves RI)

Selain sandaran vaksin, pemerintah Indonesia keadaan Kamis (15/7) juga menyambut bantuan medis dan vaksin bernilai 7, 8 juta dolar dari pemerintah China. Menko Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal ini pada konferensi investasi bertema “Indonesia-China, Two Countries, Twin Parks” yang dilangsungkan secara maya. Ini belum termasuk tumpuan pemerintah provinsi Fujian berfaedah 465 ribu dolar yang diberikan secara terpisah.

Peralatan medis dengan disumbangkan itu mencakup oksigen cair, isotank, silinder regulator oksigen, konsentrator oksigen, generator oksigen serta obat anti virus untuk pengobatan COVID-19.

Luhut memasukkan pemerintah Indonesia dan China sejak awal pandemi sudah berjuang bersama mengatasi virus mematikan ini. “Sejak depan pandemi COVID-19, Indonesia dan China telah berjuang bergandengan. President Xi Jinping and State Councilor Wang Yi telah mengamankan suplai vaksin COVID-19 untuk Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai Was-was Produksi Vaksin Regional, ” ujarnya. [fw/em]

Band Remaja Perempuan Gipsi Serbia Gunakan Musik untuk Berdayakan Perempuan

Sebuah band remaja rani di Serbia yang dibangun pada tahun 2014 memakai musik mereka untuk memberi dukungan bagi hak-hak perempuan. Lagu-lagu mereka menggambarkan mengenai “perempuan yang terbelenggu” di pelecehan yang telah berlangsung selama beberapa generasi ataupun remaja perempuan yang dipaksa menikah oleh ayah mereka.

Band taruna perempuan “Pretty Loud” menyarankan para perempuan untuk mengaduk-aduk cinta, melawan dan membela hak mereka agar seimbang dengan laki-laki.

Melalui lagu-lagunya, band itu menyokong pemberdayaan perempuan di dalam komunitas mereka, menantang konvensi yang sudah mengakar & didominasi oleh laki-laki selama berabad-abad.

Zlata Ristic (27, tengah), Elma Dalipi (14, kiri), Silvia Sinani (24, 2 kiri), Dijana Ferhatovic (18, nomor 3 dari kiri), Zivka Ferhatovic (20, nomor 2 dari kanan), dan Selma Dalipi (14), anggota band Pretty Loud , berlatih di studio musik di Beograd, Serbia. (AP)


Zlata Ristic (27, tengah), Elma Dalipi (14, kiri), Silvia Sinani (24, 2 kiri), Dijana Ferhatovic (18, nomor 3 lantaran kiri), Zivka Ferhatovic (20, nomor 2 dari kanan), dan Selma Dalipi (14), anggota band Pretty Loud, berlatih di studio musik di Beograd, Serbia. (AP)

Band yang dibangun pada tahun 2014 tersebut secara simbolis memberikan suara yang lebih keras bagi gadis-gadis Gipsi Serbia, memerosokkan pendidikan dan menjauhkan diri dari adat menikah dini yang sudah mengakar.

“Pretty Loud” menjelma populer dan menarik menjawab internasional saat tampil tahun lalu di the Women of the Year Kegiatan di London.

Silvia Sinani, salah seorang anggota band itu mengutarakan, “Kami ingin menghentikan pengamalan pernikahan dini. Kami mau remaja perempuan sendiri, tidak orang tua mereka, dengan memutuskan apakah mereka ingin menikah atau tidak. Kami ingin setiap perempuan mempunyai hak untuk didengar, untuk memiliki impian dan menyentuh impian itu, dan memiliki kesetaraan. ”

Zlata Ristic (tengah), Elma Dalipi (kiri), Dijana Ferhatovic (nomor dua dari kiri), Zivka Ferhatovic (kanan) dan Selma Dalipi (nomor dua dari kanan), anggota band Pretty Loud, berdiri di depan sebuah studio musik di Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 2021. (AP)


Zlata Ristic (tengah), Elma Dalipi (kiri), Dijana Ferhatovic (nomor besar dari kiri), Zivka Ferhatovic (kanan) dan Selma Dalipi (nomor dua dari kanan), anggota band Pretty Loud, berdiri di depan suatu studio musik di Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 2021. (AP)

Sinani mengatakan, ide untuk mendirikan band yang semua anggotanya adalah perempuan itu tercetus pada saat lokakarya pendidikan serta seni untuk kaum Gipsi, yang diselenggarakan oleh yayasan Grubb (Gypsy Roma Urban Balkan Beats).

Ia menambahkan, semua rani yang menjadi anggota band itu, awalnya menjadi penari latar sebuah band muda laki-laki. Mereka akhirnya memutuskan untuk mendirikan band sendiri.

Yayasan Grubb memberi nama band itu “Pretty Loud” karena mereka tahu bahwa dalam konvensi kaum Gipsi, perempuan tidak dapat bersuara terlalu berlelah-lelah.

Dengan mengumpulkan rap dan irama tradisional, Gipsi band itu menargetkan generasi yang lebih muda, khususnya remaja perempuan dengan belum menentukan pilihan tumbuh mereka.

Pasangan kembar yang berusia 14 tahun juga menjadi bagian band tersebut.

Lagu-lagu mereka membahas kedudukan perempuan dan berupaya untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Upaya itu penting untuk komunitas di mana pengerjaan pernikahan dini sudah meluas. Sebuah studi UNICEF dengan dipublikasikan tahun lalu memperlihatkan bahwa lebih dari sepertiga anak perempuan Gipsi berumur 15-19 tahun yang tinggal di Serbia, sudah menikah. Sebanyak 16 persen dalam antaranya sudah menikah sebelum berusia 15 tahun.

Otoritas Serbia yang khawatir, membentuk sebuah bayaran negara untuk menghentikan tren tersebut.

Zlata Ristic, 27 tahun, lengah seorang anggota band tersebut, melahirkan seorang bayi laki-laki saat ia berusia 16 tahun. “Saya termasuk karakter yang melakukan pernikahan pra. Tidak ada yang memaksa saya, namun saya menyadari, saya seharusnya tidak melakukannya. ”

Dari kiri: Silvia Sinani, Dijana Ferhatovic, Zivka Ferhatovic, Elma Dalipi, Selma Dalipi dan Zlata Ristic, anggota band Pretty Loud, berjalan di sepanjang jalan di sekitar tempat tinggal mereka di Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 2021. (AP)


Dari kiri: Silvia Sinani, Dijana Ferhatovic, Zivka Ferhatovic, Elma Dalipi, Selma Dalipi dan Zlata Ristic, anggota band Pretty Loud, berjalan di sepanjang hidup di sekitar tempat tinggal mereka di Beograd, Serbia, Rabu, 16 Juni 2021. (AP)

Kini sebagai orang tua tunggal, Ristic mengatakan, ia ingin rani lain yang berada pada situasi serupa, menyadari kalau kehidupan mereka tidak sudah setelah mereka memiliki anak. Mereka masih dapat mengambil cita-cita mereka.

“Hadiah terbesar bagi beta adalah ketika beberapa remaja perempuan berusia 14 tahun menulis kepada saya & mengatakan, mereka ingin menjadi seperti kami. Dan berkat kami, mereka kini bersekolah, nilai sekolah mereka serupa membaik, ” imbuhnya.

Di antara publik etnik yang kurang berharta di Serbia dan menggembung di Eropa, orang Gipsi kebanyakan tinggal di permukiman yang terpisah dari kelompok, menghadapi kemiskinan, pengangguran & prasangka.

Para-para aktivis telah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 semakin memicu isolasi sosial kelompok yang terpinggirkan ini dan meningkatkan kemiskinan mereka.

Penutupan wilayah akibat virus corona telah membuat sekolah-sekolah tidak dapat berjalan secara lancar sehingga anak-anak Gipsi semakin sulit untuk langgeng bersekolah. [lj/uh]

Pertumbuhan Ekspor Juni China Lampaui Prakiraan

Ekspor China tumbuh jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan pada bulan Juni karena permintaan global yang kuat yang didorong oleh pelonggaran langkah-langkah lockdown dan gerakan vaksinasi pada berbagai penjuru dunia melampaui perebakan virus dan penundaan di pelabuhan.

Pertumbuhan impor juga melampaui ekspektasi, meskipun lajunya menurun pada bulan Mei, dengan nilai impor naik yang didorong oleh tingginya harga bahan baku, menurut data bea cukai hari Selasa (13/7).

Karena upaya-upaya Beijing yang lebih awal dalam menanggulangi pandemi daripada mitra-mitranya, eksportir terbesar di dunia ini berhasil mencapai kebangkitan ekonomi yang kuat setelah mengalami pelambanan yang dipicu dengan wabah virus corona di dalam beberapa bulan pertama tahun 2020.

Nilai ekspor dalam dolar naik 32, 2 persen dalam bulan Juni dibandingkan oleh setahun sebelumnya, dan naik dari pertumbuhan 27. nine persen pada bulan Mei. Para analis yang disurvei Reuters t ebelumnya memprediksi kenaikan 23, 1 persen.

“Ekspor secara mengejutkan naik pada bulan Juni, mengurangi dampak penutupan sementara pelabuhan Shenzhen dan halangan rantai pasokan lainnya, ” kata Louis Kuijs, kepala bidang ekonomi Asia pada Oxford Economics.

Kinerja perdagangan China and taiwan telah mengalami beberapa tekanan dalam beberapa bulan ini, terutama karena kekurangan semikonduktor global, kemacetan logistik, serta kenaikan harga bahan pokok dan biaya pengiriman.

Namun, pelonggaran langkah-langkah lockdown global terkait COVID-19 dan gerakan vaksinasi tampaknya mendukung kenaikan kuat dalam permintaan barang-barang China di seluruh dunia.

Angka ekspor yang kuat bulan lalu menegaskan sejumlah survei pabrik yg kuat di luar negeri. Pengukuran terhadap aktivitas pabrik AS naik mencapai rekor pada bulan Juni, sementara pertumbuhan di zona European meningkat dengan laju tercepat dalam 15 tahun.

Pekerja memuat barang untuk diekspor ke crane di pelabuhan di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 7 Juni 2019. (Foto: Reuters)


Pekerja memuat barang untuk diekspor ke crane di pelabuhan di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 7 Juni 2019. (Foto: Reuters)

Information juga menunjukkan impor naik 36, 7 persen bulan lalu dibandingkan angka setahun sebelumnya, melampaui perkiraan thirty, 0 persen, tetapi menurun dari pencapaian 51, one persen pada bulan Mei, yang merupakan laju pertumbuhan impor tertinggi dalam satu dekade.

Juru bicara administrasi bea cukai China Li Kuiwen mengatakan perdagangan negaranya mungkin melamban pada semester kedua 2021, terutama mencerminkan dampak statistik dari tingkat pertumbuhan yg tinggi pada tahun lalu.

Li, yang berbicara pada konferensi pers di Beijing, juga mengatakan bahwa risiko inflasi impor dapat ditangani, tetapi perdagangan China masih menghadapi ketidakpastian karena pandemi global.

“Tetapi sebagaiselaku, ala, menurut, keseluruhan kami pikir perdagangan luar negeri China di dalam semester kedua masih mempunyai harapan mencapai pertumbuhan yang relatif pesat, ” ujarnya.

China mencatat surplus perdagangan 51, 53 miliar dolar bulan selanjutnya, dibandingkan dengan prakiraan 44, 2 miliar dolar excess dan nilai surplus pada bulan Mei yang mencapai 45, 54 miliar dolar.

Surplus perdagangan China dengan AS membengkak menjadi 32, 58 miliar dolar dalam bulan Juni, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data bea cukai, naik dari 31, 78 miliar dolar pada bulan Mei. [uh/ab]

Tokyo, Okinawa Berlakukan Keadaan Kritis Hingga 22 Agustus

Keadaan darurat keempat telah mulai diberlakukan di Tokyo dan Prefektur Okinawa pada hari Senin (12/7) dalam upaya buat mengekang kasus infeksi virus corona di ibu tanah air, sementara Olimpiade akan dimulai dalam waktu kurang sejak dua pekan.

Keadaan darurat akan berlangsung hingga 22 Agustus. Ini berarti Olimpiade, yang dibuka pada 23 Juli & berlangsung hingga 8 Agustus, akan diadakan sepenuhnya pada bawah tindakan darurat.

Fokus utama lantaran keadaan darurat ini adalah mewajibkan restoran, bar, wadah karaoke, dan tempat hiburan lainnya untuk tutup atau tidak menyajikan minuman beralkohol. Toko-toko minuman keras diharuskan menangguhkan bisnis dengan restoran dan bar yang mendatangi permintaan tersebut.

Larangan menyajikan alkohol adalah langkah penting untuk mengurangi berbagai kegiatan perayaan ataupun pesta terkait Olimpiade.

Sekolah akan pasti buka selama keadaan gawat ini, sementara taman hiburan, museum, teater, dan sebagian besar toko dan restoran diminta tutup pada pukul 8 malam.

Penduduk Tokyo diminta buat menghindari kegiatan bepergian yang tidak penting, bekerja sebab rumah, tetap menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya.

Penduduk Tokyo diharapkan untuk tinggal di rumah dan menonton pertandingan Olimpiade dari vila melalui televisi. [ab/uh]