Kejadian COVID-19 di India Melandai, WNI Memilih Bertahan

India, salah satu negara dengan satu bulan terakhir itu sedang mengalami lonjakan kasus virus corona, pekan ini sudah bisa sedikit menjadikan napas.

Dipadankan pada awal Mei cerai-berai ketika kasus baru COVID-19 di India mencapai sekitar 410 ribu kasus per hari dan yang meninggal mencapai lebih dari 4. 500 orang per hari, saat ini perebakan pandemi mematikan itu menurun. Penutupan sebagian wilayah; pemberlakuan pembatasan sosial yang sangat ketat; dan upaya vaksinasi massal telah ikut membantu menurunkan perebakan pandemi mematikan ini.

“Meski ada penurunan, pemerintah India tetap menyarankan pada seluruh pemerintah negara bagian untuk melaksanakan pembatasan sosial hingga akhir Juni, ” kata Pelaksana Fungsi Pensosbud di KBRI New Delhi, Hanafi, kepada VOA melalu telepon pekan lalu.


Kerabat pasien COVID-19 yang meninggal di sebuah krematorium di Desa Giddenahalli di pinggiran Bengaluru, India, 13 Mei 2021. (Foto: Samuel Rajkumar/Reuters)

Dia menambahkan KBRI juga telah menyerukan kepada sekitar 818 warga Indonesia yang tersedia di India untuk mematuhi perintah itu.

Dalam data terbaru dengan dirilis Kementerian Luar Daerah Indonesia melalui akun Twitternya menunjukkan dari 137 WNI yang terinfeksi COVID-19, sebesar 124 orang telah segar; 10 orang berada dalam kondisi stabil; dan 3 lainnya meninggal dunia.

Dalam antara korban yang meninggal itu adalah Wakil Besar untuk India, Ferdy Nico Yohannes Piay. Pakar bicara Kementerian Luar Daerah Teuku Faizasyah membenarkan situasi ini lewat pesan sedikit pada VOA 26 Mei lalu.

Yang menarik, dalam kondisi memburuknya pandemi di India & hingga penurunan kasus seperti sekarang ini, tidak utama WNI pun ingin dipulangkan ke Tanah Air karena situasi yang tidak aman untuk kesehatan ini.

“WNI yang menghendaki kembali adalah mereka yang janji kerjanya akan segera amblas, atau akan liburan madrasah, atau karena memang telah jadwal mudik mereka. Belum ada WNI yang ingin pulang khusus karena kewaswasan dengan COVID-19, ” rata Hanafi.


Seorang pria berjalan di jalan yang digenangi banjir usai hujan deras di rumah sakit istimewa COVID-19 di Ghaziabad, tepian Ibu Kota India, New Delhi, 23 Mei 2021.

Ditambahkannya, pihak KBRI di New Delhi & KJRI di Mumbai langsung menjalin komunikasi dengan segenap WNI di India, baik melalui WhatsApp grup, Zoom atau pun WhatsApp mulai individu untuk memantau masa dan memberi imbauan.

Sebagian besar sebab 800an WNI yang cerai-berai di 18 negara bagian ini berprofesi sebagai pokok rumah tangga dan anak-anak mereka, serta mahasiswa dengan memang setahun terakhir tersebut mengikuti kuliah secara maya. Kalau pun ada yang dikenai pembatasan sosial atau bekerja/kuliah dari rumah, itu masih dapat membeli bahan makanan, obat-obatan atau keinginan lain yang diperlukan dengan daring.

“Meski belum membutuhkan bantuan, ana tetap memantau situasi itu, ” tambah Hanafi.

John Hopkins University mencatat hingga Minggu, 30 Mei, jumlah warga India yang tertular COVID-19 menyentuh 27. 894. 800, tercatat 325. 972 korban wafat dunia atau yang sempurna kedua di dunia sesudah Amerika. [em/ft]

Vietnam Mendeteksi Varian Kombinasi COVID-19 India dan Inggris

Menteri Kesehatan tubuh Vietnam Nguyen Thanh Long, Sabtu (29/5), mengatakan pihaknya mendeteksi adanya varian virus corona baru yang ialah kombinasi dari varian COVID-19 India dan Inggris & menyebar dengan cepat meniti udara, kata menteri kesehatan tubuh, Sabtu (29/5).

Setelah berhasil menahan laju penyebaran virus pada beberapa besar tahun lalu, Vietnam bergulat dengan peningkatan infeksi virus corona sejak akhir April, yang menyumbang bertambah dari setengah dari mutlak 6. 856 kasus dengan tercatat. Sejauh ini, sudah terjadi 47 kematian di negara tersebut.

“Vietnam telah menemukan varian COVID-19 baru yang mengumpulkan karakteristik dari dua varian yang ada yang perdana kali ditemukan di India dan Inggris, ” cakap Nguyen Thanh Long, menggambarkannya sebagai hibrida dari dua varian yang diketahui.

“Bahwa yang pertama adalah varian India dengan mutasi yang semula hak varian Inggris sangat berbahaya, ” katanya dalam pertemuan pemerintah, yang rekamannya diperoleh Reuters .

Negara Asia Tenggara tersebut sebelumnya telah mendeteksi tujuh varian virus: B. 1. 222, B. 1. 619, D614G, B. 1. 1. 7 kacau dikenal sebagai varian Inggris, B. 1. 351, A. 23. 1 dan B. 1. 617. 2 jadi varian India.

Long mengatakan Vietnam akan segera mempublikasikan data genom dari varian yang pertama diidentifikasi, yang menurutnya bertambah dapat ditularkan daripada macam yang diketahui sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi 4 varian SARS-CoV-2 yang menjelma perhatian global. Ini tercatat varian yang muncul prima kali di India, Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Kementerian Kesehatan mengatakan pada pertemuan tersebut bahwa pemerintah sedang mencari jalan untuk mengamankan 10 juta dosis vaksin di bawah skema pembagian biaya COVAX, serta 20 juta ukuran vaksin Pfizer dan 40 juta dosis Sputnik V dari Rusia.

Negara berpenduduk sekitar 98 juta orang sejauh tersebut telah menerima 2, 9 juta dosis dan bertujuan untuk mendapatkan 150 juta dosis lainnya pada tarikh ini. [ah]

ICW: Kasus 97 Ribu ASN Fiktif Bukan Sekadar Kecacatan Data Atau Sistem

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan pada 2014 pihaknya menemukan hampir 97 ribu data pegawai negeri biasa fiktif. Ribuan pegawai jati tidak berujud ini menyambut gaji dan dana pensiun.

Keterangan menghebohkan tersebut disampaikan Bima Haria dalam tayangan YouTube Pengumuman BKN Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri hari Senin (24/5).

Menanggapi hal itu, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina kepada VOA, Jumat (28/5), menilai kejadian ini menjadi fakta betapa amburadulnya pendataan di Indonesia. Dia mengaku heran pemerintah ternyata selama itu tidak mengetahui ada personel negeri fiktif namun rutin menerima gaji dan purna bakti.


Para aparatur sipil negara (ASN) dalam suatu acara di Jakarta (foto: ilustrasi).

Almas menduga kuat ada mafia berperan dalam kasus data 97 ribu pegawai negeri khayali itu. “Kami melihat kalau betul ada ASN (aparatur sipil negara) fiktif selama ini mendapatkan gaji dari pemerintah, ini rasanya tak mungkin hanya kesalahan petunjuk, tidak mungkin hanya kelengahan sistem. Patut diduga dan perlu ditelusuri lebih jauh pihak-pihak yang terlibat di munculnya ASN fiktif itu, ” kata Almas.

Almas menambahkan jika benar 97 ribu pegawai negeri fiktif itu menerima perolehan dan pensiun, maka negeri sangat dirugikan. Dia menuturkan berapa nilai kerugian negara tinggal ditelusuri berdasarkan bagian dan besaran gaji dengan diterima 97 ribu pegawai negeri fiktif itu serta semenjak kapan mereka digaji.

Ditambahkannya, selain sebab tidak pernah adanya pemutakhiran data pegawai negeri secara reguler, diduga ada kontribusi pihak yang berwenang. “Tidak mungkin ada nama pegawai negeri fiktif tanpa tersedia yang menginput datanya, ” tegas Almas.

Selama ini, lanjut Almas, ICW belum pernah menyambut aduan tentang data 97 ribu pegawai negeri fiktif. ICW mencatat masih ada personel negeri terlibat kasus korupsi dan vonisnya sudah berdaya hukum tetap tapi belum dberhentikan dan masih menyambut gaji. Persoalan semacam tersebut sudah muncul dalam 2-3 tahun terakhir.

Almas menjelaskan BKN dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi harus terbuka untuk mengumumkan hasil penelusuran dari kasus 97 ribu aparat fiktif tersebut.

Anggota DPR Siap Bentuk Panja

Diwawancarai secara terpisah bagian Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Muhammad Nasir Jamil mengatakan pihaknya akan membentuk panitia kerja untuk menyidik informasi tentang 97 seperseribu pegawai negeri fiktif tersebut, apakah hal ini terjadi karena sistem yang bapet atau ada mafia.


Para-para aparatur sipil negara cukup menunggu giliran mendapat suntikan vaksin COVID-19 di Banda Aceh, 5 April 2021. (Foto: Chaideer Mahyudin/AFP)

Politikus dari Partai Kesamarataan Sejahtera itu mengakui Indonesia memang sangat bermasalah secara data. Ia mencontohkan permasalahan data di Kementerian Baik terkait bansos yang menghasilkan banyak penerima salah bahan.

“Harus ada panja (panitia kerja) untuk mendalami ASN (aparatur biasa negara) misterirus ini karena ada uang negara yang digelontorkan, ada orang dengan diduga tidak berhak menerima dana tersebut. Tentu sekadar ini tidak berdiri sendiri kalau memang diduga tersedia mafia yang bermain dalam dalamnya, ” kata Nasir.

Nasir memasukkan dirinya mendapat informasi kalau kasus 97 ribu pegawai negeri fiktif ini sudah diselesaikan. Tapi dia mengaku belum mengetahui sejauh mana penyelesaian yang dimaksud.

Nasir mengatakan selama menjabat anggota DPR ia belum pernah mendengar soal kasus 97 ribu pegawai kampung fiktif. Namun dia kerap mendengar tentang kasus kebocoran data, seperti kebocoran petunjuk 275 juta warga negeri Indonesia.

Nasir menegaskan data 97 ribu pegawai negeri khayali merupakan perkara serius karena menyangkut keuangan negara.

Data ASN Fiktifi Diketahui pada Pemutakhiran Petunjuk


Besar Badan Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana. (Foto: screenshot)

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan masalah 97 ribu aparat fiktif tersebut didapat setelah pihaknya pemimpin data pada 2014. Artinya, data misterius itu telah ada sejak pemutakhiran masukan pertama yang dilakukan dalam 2002.

Bima Haria mengakui sejak Indonesia merdeka, pemutakhiran data pegawai negeri baru dikerjakan dua kali, yakni dalam 2002 dan 2014.

Dia memasukkan BKN sudah mengenalkan penggunaan pemutakhiran data yang mampu dilakukan tiap pegawai negeri teks saja tanpa menunggu komando khusus. Melalui aplikasi ini, pegawai negeri dapat memperbarui data pribadinya secara tetap. [fw/em]

Sekjen NATO: Pasukan Afghanistan Bisa Membela Diri

NATO telah membantu memberikan keamanan di Afghanistan selama hampir 20 tarikh tetapi pemerintah dan tentara di negara yang dilanda konflik itu cukup kuat untuk berdiri sendiri minus dukungan pasukan internasional, kata pendahuluan Jens Stoltenberg, Sekjen NATO, Kamis (27/5). NATO menjemput alih upaya keamanan dalam Afghanistan pada tahun 2003, dua tahun setelah konfederasi pimpinan Amerika menggulingkan Taliban karena menyembunyikan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

Tidak sampai 9. 000 tentara masih berada di sana, termasuk sampai 3. 500 personel Amerika. Mereka dijadwalkan keluar dari sana paling perlahan-lahan 11 September.

“Menurut saya orang-orang Afghanistan juga menyadari kalau kami telah berada di sana sekarang selama 20 tahun dan kami sudah banyak berkorban nyawa dan harta di Afghanistan, ” kata Stoltenberg kepada kantor berita Associated Press, pada kapal induk Inggris yang terlibat latihan perang dalam lepas pantai Portugal.

Pemerintah di Kabul menguasai kota-kota, namun Taliban mendominasi pedesaan.

Stoltenberg mengutarakan bahwa negara-negara NATO mau terus mendukung Afghanistan dengan menyediakan para pakar sipil yang akan membantu menganjurkan kementerian pemerintah, mendanai rombongan keamanan dan mendukung buah damai yang bergerak perlahan-lahan antara Kabul dan Taliban. NATO juga “mencari kemungkinan untuk memberi pelatihan di luar negeri bagi pasukan keamanan Afghanistan, tetapi belum ada keputusan akhir dengan diambil. ”

Presiden Biden dan Stoltenberg akan bertemu para-para pemimpin lain aliansi tentara 30 negara itu di 14 Juni untuk mengantarkan era baru dalam hubungan trans-Atlantik setelah empat tarikh penuh gejolak semasa pemerintahan Trump. [ka/jm]

AS Imbau Anggota WTO Atasi Kerja Paksa di Penangkapan Ikan

Amerika Serikat, Rabu (26/5), secara resmi meminta Organisasi Perdagangan Dunia ( World Trade Organization/WTO ) mendesak negara-negara anggotanya menangani kerja paksa dalam kapal penangkap ikan.

Proposal Amerika itu, yang muncul di pusat tanda-tanda bahwa pembicaraan WTO selama 20 tahun tentang larangan subsidi untuk interpretasi ikan berlebih mencapai kesimpulan, dan menuntut pemerintah membenarkan kerja paksa dalam pabrik makanan laut dan meningkatkan transparansi.

Perwakilan dagang AS mengucapkan tenaga kerja tidak dibayar “memberi kapal penangkap ikan yang terlibat praktik tersebut keuntungan yang tidak sepatutnya, ” sementara memperburuk interpretasi ikan berlebih. Mereka mengaitkannya dengan subsidi yang dibayarkan kepada kapal penangkap ikan.

Ada kesepakatan luas bahwa menetapkan tindakan untuk mengendalikan interpretasi ikan berlebih, yang menghilangkan sumber daya laut yang sangat penting yang menjelma andalan jutaan orang buat mata pencaharian mereka. Sesudah melewati tenggat untuk mencapai kesepakatan pada Desember 2020, negosiasi di badan perdagangan itu telah dipercepat pada beberapa bulan terakhir.

Kepala WTO yang baru, Ngozi Okonjo-Iweala, yang mengambil kendali lembaga perdagangan global itu Maret lalu, menjadikan kesepakatan perikanan yang telah lama ditunggu itu sebagai salah mulia prioritas utama, dan menuntut terobosan pada Juli. [ka/jm]

Majikan Hizbullah: Serang Yerusalem Berguna Perang Kawasan

Kepala Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah mengutarakan pada Selasa (25/5) bahwa setiap agresi terhadap Yerusalem atau situs sucinya bagi Muslim dan Kristiani mampu mengarah ke perang regional.

Komentar Nasrallah, dalam pidato yang disiarkan televisi, adalah yang mula-mula sejak gencatan senjata menutup perang paling sengit pada beberapa tahun antara Israel dan kelompok militan Hamas yang berbasis di Gaza.

Permusuhan Israel-Hamas dimulai pada 10 Mei antara lain karena penjaga Israel menggerebek kompleks langgar Al-Aqsa di Kota Tua dan bentrokan dengan awak Palestina dalam bulan Bulan berkat.

“Kalau tanah air suci, situs-situs suci untuk Muslim dan Kristiani bertemu ancaman serius dan jelas, semua gerakan perlawanan tak bisa diam dan menelantarkan situs suci dalam mengerikan, ” kata Nasrallah.

Kelompok Lebanon yang didukung Iran adalah penentang keras Israel dan khotbah Nasrallah menandai peringatan penarikan Israel dari Lebanon daksina pada tahun 2000. Nasrallah juga mengatakan bahwa perkelahian itu menunjukkan Hamas sudah meningkatkan kemampuan roketnya. Itu, menurutnya pencapaian militer dengan besar.

Pada luar itu, Nasrallah mengatakan, satu-satunya jalan keluar sejak krisis keuangan Lebanon ialah pembentukan kabinet yang setimpal. Perdana Menteri yang ditunjuk, Saad al-Hariri, berselisih selama berbulan-bulan dengan Presiden Michel Aoun, sekutu kuat Syiah Muslim Hizbullah, mengenai situasi kabinet.

Dia menambahkan hanya ada besar cara menyelesaikan kebuntuan: ke-2 pemimpin bertemu dan menetapkan pemerintahan, atau melakukannya dengan bantuan ketua parlemen kawakan, Nabih Berri.

Berri, juga pemimpin Putaran Syiah Amal, berulang kali mengatakan bahwa pembentukan tadbir adalah satu-satunya cara menyelamatkan Lebanon dari keruntuhan finansial. [ka/jm]

Sekjen PBB Serukan Solidaritas Global dalam Perangi Pandemi

Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan solidaritas global dalam memerangi pandemi. Ia mendesak para kepala global untuk mengambil kesimpulan berani yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi sedini kira-kira.

COVID-19 tidak bisa dikalahkan satu negara pada satu waktu, sirih Guterres ketika menyampaikan pidato pada pembukaan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-74, yang dimulai Senin (24/5) pada Wina. Para pemimpin dunia harus segera meningkatkan agenda global untuk akses yang adil ke vaksin, ulangan dan perawatan COVID-19, prawacana ketua PBB itu mencuaikan tautan video.

“COVID-19 tidak bisa dilihat secara terpisah dari urusan mendasar sistem kesehatan kita: ketidaksetaraan, kekurangan dana, menemui puas diri, penelantaran. Dengan sistem perawatan kesehatan pokok yang tepat, kita hendak pulih lebih cepat dari pandemi ini, dan mencegah pandemi berikutnya sebelum terjadi, ” tambah Guterres.

Ia mengatakan wujud perawatan kesehatan lain tidak boleh diabaikan, tetapi bekerja maju bersamaan pencegahan COVID.

“Upaya kita untuk pulih dari COVID-19 tidak boleh mengorbankan perawatan kesehatan penting lainnya, sejak layanan reproduksi wanita had vaksinasi anak-anak dan cakupan kesehatan jiwa, ” katanya. COVID-19 harus menjadi titik balik, Guterres menekankan. [ka/ft]

Indian Hampir Catat 300 Ribu Kematian Akibat COVID-19

India hampir mencatat 300 ribu kematian akibat virus corona, setelah menambahkan lebih dari several. 700 kematian dalam sehari pada Minggu (23/5).

Negara itu melaporkan lebih dari 240 ribu infeksi baru pada Minggu (23/5) — angka yang diyakini lebih sedikit dari yang sebenarnya dikarenakan minimnya tes.

Pemerintah India pada Sabtu (22/5) mengatakan bahwa meskipun infeksi COVID-19 tetap tinggi ketika menyebar di wilayah pedesaan, tingkat infeksi stabil di beberapa bagian negara.

Sementara varian baru virus yang terdeteksi pertama kali di Indian telah meningkatkan kekhawatiran di seluruh dunia, sebuah studi baru pada Sabtu (22/5) mendapati bahwa vaksin Pfizer dan AstraZeneca efektif melawan virus itu setelah dua dosis.

Studi yang dilakukan Kesehatan Masyarakat Inggris mendapati bahwa vaksin Pfizer 88% efektif melawan B. 1. 617. 2 atau varian Indian, dan 93% efektif melawan B. 1. 1. seven yang disebut varian Kent. Vaksin AstraZeneca 60% efektif melawan varian India serta 66% efektif melawan varian Inggris. [vm/pp]

Menjelang Olimpiade, Sistem Kesehatan Jepang Kacau

Sambil berjuang untuk menjadikan nafas, Shizue Akita harus menunggu lebih dari enam jam saat petugas paramedis mencari rumah sakit pada Osaka untuk merawat sakitnya yang kian memburuk kelanjutan COVID-19.

Era ia berhasil masuk ke salah satu rumah lara yang sepi, dokter mendiagnosanya menderita pneumonia akut dan mengalami kegagalan organ jadi harus dibius. Akita, dengan berusia 87 tahun, wafat dunia dua minggu lalu.

“Sistem kesehatan Osaka telah runtuh. ” kata putranya, Kazuyuki Akita. Ia hanya bisa menyaksikan dari rumahnya pada utara Tokyo saat tiga anggota keluarganya di Osaka berjuang melawan virus corona, tanpa adanya perawatan kesehatan yang memadai. “Rasanya kaya neraka, ” ujarnya.

Rumah-rumah sakit pada Osaka, kota nomor 3 terbesar di Jepang serta hanya 2, 5 jam perjalanan dengan kereta super cepat dari Tokyo ke lokasi Olympiade musim radang – kini kebanjiran anak obat yang terjangkit virus corona. Sekitar 35 orang dalam seluruh Jepang – besar kali lipat dari angka tersebut dirawat di rumah sakit – harus dikarantina di rumah, dan seringkali sakitnya bertambah parah & terkadang meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan medis.

Seiring dengan tingginya angka kasus pada Osaka, para tenaga medis mengatakan bahwa sistem kesehatan tubuh, dari semua sisi, telah melambat, meregang, dan membebani. Dan itu terjadi pada wilayah lain di Jepang.

Menikmati frustasi dan ketakutan sangat jelas saat The Associated Press mewawancarai sejumlah pekerja medis dan keluarga pasien pada Osaka. Suasananya sangat berbeda dengan kondisi di pokok kota Tokyo, di mana panitia Olimpiade dan pejabat pemerintah tetap bersikukuh buat melangsungkan acara di bulan Juli itu, Panitia mengatakan Olimipiade akan berjalan tenteram dan tertib meskipun suasana darurat menyebar ke semakin menjamur bagian negara itu dan bertambah banyak warga yang menyerukan pembatalan.

Beberapa pihak mereken kondisi di Osaka sebagai sebuah peringatan akan situasi yang bisa terjadi di seluruh bagian Jepang bila krisis ini memburuk pada saat pejabat pemerintah – & dunia – fokus dalam Olimpiade.

Pergulatan Osaka adalah “bencana buatan manusia, ” logat Akita kepada AP pada pesan tertulis, yang dikarenakan sebagian oleh pemerintah dengan mencabut kondisi darurat sekalipun melihat tanda-tanda akan berbaliknya serangan virus. Ia ada ibunya akan selamat bila dirawat lebih awal.


Pengunjuk rasa anti-Olimpiade memamerkan plakat di depan tonggak cincin Olimpiade. (Foto: REUTERS/Issei Kato)

Banyak awak di sini yang terjaga dengan apa yang terjadi. Bagaimanapun, Jepang adalah negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia dan telah menangani pandemi ini lebih baik daripada banyak negeri maju lainnya. Namun lonjakan kasus saat ini sudah membawa data harian orang yang sakit dan sekarat ke titik tertinggi hangat.

Kegaduhan tersebut paling terlihat di Osaka.

Paramedis, berbalut APD, tidak bisa memberikan nafas sintetis dari mulut ke menduri dan harus mengambil kesibukan pencegahan ekstrem untuk mencegah penularan dengan aerosol, kata pendahuluan pejabat dan tenaga kesehatan tubuh. Setelah sebuah ambulans mengangkut pasien COVID-19, kendaraan itu harus disinfektan selama mulia jam, memperlambat proses paramedis untuk menangani pasien berikutnya.

Pasien mendesak darurat hanya mendapatkan perawatan yang kebetulan tersedia saat itu, dan bukan pembelaan yang seharusnya memperbesar jalan mereka untuk bertahan tumbuh, kata ahli medis.

Seorang pasien yang menderita gagal dalaman, misalnya, ditolak oleh vila sakit darurat lanjutan, & seorang anak dengan kondisi kritis gagal mendapatkan vila sakit anak karena segenap penuh, menurut seorang paramedis di Osaka yang cuma mengungkapkan nama depannya, Satoshi, karena ia tidak berwenang untuk bicara dengan media. Anak itu kemudian meninggal, katanya.

“Tugas kami adalah membawa mereka yang sekarat & kondisinya memburuk ke sendi sakit, ” ia memasukkan. “Di situasi seperti tersebut, kami bahkan tak berharta melakukan tugas kami. ”

Saat petunjuk darurat lambat di sedang lonjakan kasus, dukungan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga merosot. Sementara Dia menegaskan bahwa Jepang tenang untuk menggelar Olimpiade, jajak pendapat menunjukkan 60% mematok 80% warganya menentang pengoperasian ajang olah raga tersebut.

Sejauh ini belum ada tanda bahwa Olimpiade akan dibatalkan. Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang telah menyelesaikan bagian rencana terakhirnya Jumat tersebut dengan Panitia Olimpiade Tokyo, telah berulang kali menyatakan bahwa mereka akan ulama terus.


Seorang hawa lanjut usia memberikan kode untuk mengucapkan apresiasi sesudah menerima vaksinasi COVID-19 di Itami, Jepang barat, 12 April 2021. (Foto: Kyodo via Reuters)

Tetapi anggota paling senior IOC, Richard Pound, dalam suatu wawancara dengan JiJi Press Jepang mengatakan bahwa tenggat waktu akhir untuk meniadakan ajang ini adalah “sebelum akhir bulan Juni. ” Pound mengulang apa yang disampaikan IOC bahwa bila Olimpiade tak bisa digelar musim panas ini oleh karena itu perhelatan itu akan dibatalkan, bukan ditunda lagi.

Sejumlah lembaga kesehatan Jepang mengatakan, mereka tak mampu mengakomodasi hajat medis Olimpiade di pusat tekanan akan meningkatnya pembelaan terkait virus corona.

Pada minggu ini Osaka telah melewati Tokyo, kota terbesar di negara itu, dengan total kematian akibat virus tertinggi, di angka 2. 036. Dari sekitar 15. 000 pasien di Osaka, hanya 12% yang dirawat dalam rumah sakit, sementara sisanya harus menunggu di vila atau di hotel. Berdasarkan data statistik kepolisian, nilai kematian akibat COVID-19 dengan terjadi di luar vila sakit di bulan April meningkat tiga kali lipat dibandingkan bulan Maret menjadi 96, termasuk 39 pada Osaka dan 10 dalam Tokyo.

Lalu mengapa kekacauan terjadi?

Sebagian penyebabnya adalah, karena perawatan COVID-19 yang tergolong non-profit, umum terbatas hanya pada panti sakit pemerintah, yang jumlahnya hanya seperlima dari 8000 rumah sakit di Jepang. Rumah sakit swasta, dengan kebanyakan berskala kecil, lalai atau tidak siap untuk menangani kasus terkait virus corona.

Pemerintah juga secara signifikan telah mengurangi jumlah was-was kesehatan lokal, yang menjelma kunci pencegahan penyebaran keburukan ini, dari sekitar 850 pada tahun 1990an menjadi 469 di tahun 2020, menyebabkan “penyumbatan” karena pegawai berkurang namun jam kerja bertambah.


Seorang pekerja medis mencoba melepas masker penjaga wajah di bangsal ICU untuk pasien COVID-19 dalam Rumah Sakit Universitas Kedokteran St. Marianna di Kawasaki, selatan Tokyo, Jepang, 4 Mei 2020. (Foto: REUTERS / Issei Kato)

Kurang dari 5% daripada sekitar 1. 5 juta ranjang rumah sakit di Jepang diperuntukkan bagi pembelaan COVID-19, meningkat dari kira-kira 1000 di bulan April tahun lalu, berdasarkan petunjuk Kementerian Kesehatan, namun langgeng saja jumlah itu tidak cukup.

Lonjakan kasus terbaru menunjukan urusan lebih serius yang cepat memenuhi rumah sakit.

Lebih dibanding 50 persen dari sekitar 55 kasus kematian kelanjutan virus Corona di rumah sakit Juso Kota Osaka berasal dari lonjakan terbaru, kata Dr. Yukio Nishiguchi, kepala rumah sakit. “Rasanya seperti bencana, ” ia menambahkan. [er/ah]

Gempa Blitar: Ratusan Bangunan Hancur, Tidak Ada Korban Roh

Gempa berkekuatan 5, 9 magnitudo yang menggoyang Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/5), mengakibatkan ratusan bangunan di sejumlah kota di provinsi tersebut rusak. Bencana itu juga mengakibatkan satu warga luka berat, satu luka ringan, tetapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadukan tidak ada korban mati.

BNPB di keterangannya di situs webnya, Sabtu (22/5), mengatakan keburukan pada bangunan memiliki kedudukan yang berbeda. Selain sendi, gempa tersebut juga merusak sejumlah fasilitas kesehatan, panti ibadah, sekolah dan fasilitas umum lainnya.

BNPB mengatakan pasca gempa yang terjadi pada serta pukul 19. 09 WIB dan berpusat 57 km tenggara Blitar itu, sedang terdapat empat gempa terusan dengan kekuatan 2, 7 hingga 3, 1 magnitudo. Pusat gempa susulan, sekapur BNPB, terjadi dengan kedalaman yang berbeda.

Badan Penanggulangan Bahaya Daerah (BPBD) telah mengirimkan sejumlah bantuan untuk awak terdampak gempa antara asing sembako, lauk pauk dan terpal. Bantuan untuk menanggung penanganan COVID-19, seperti kedok kain dan masker medis, juga diberikan. [ah]