MUI Segera Keluarkan Sertifikasi Halal buat Vaksin Covid-19

Menawan Ulama Indonesia (MUI) akan melahirkan sertifikasi halal untuk vaksin Covid-19 eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech yang berbasis di China.

Kantor berita Associated Press, Selasa (8/12), mengadukan bahwa sertifikasi akan menjadi bagian penting dalam upaya program imunisasi di Indonesia yang mayoritas warganya beragama Islam, jika vaksin tersebut disetujui untuk digunakan.

“Dilaporkan bahwa kajian Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI telah selesai dan sudah disampaikan untuk pembuatan fatwa & sertifikasi halal vaksin oleh MUI. Untuk itu saya ucapan terima kasih, ” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam video konferensi dalam Jakarta, Senin (7/12).

Lebih dari 1 juta dosis vaksin Covid-19 eksperimental dengan dikembangkan oleh Sinovac tiba pada Indonesia pada Minggu (6/12) malam. Pemerintah belum memiliki jadwal surat untuk memulai program vaksinasi tersebut.

Menteri Kesehatan tubuh Terawan Agus Putranto mengatakan di dalam Senin ( 7/12) bahwa vaksin eksperimental harus berhasil menyelesaikan tes klinis tahap ketiga sebelum mampu didistribusikan di Indonesia.

“Pemerintah akan memberikan vaksin dengan terbukti aman dan lolos tes klinis sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan tubuh Dunia, ” kata Terawan.

Hermawan Saputra dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia mengatakan 1, 2 juta dosis hanya cukup untuk kelompok awal yang terdiri dari 600 ribu karakter, karena setiap orang harus memiliki dua dosis.

“Itu tidak terlalu berarti. Pemerintah harus menjamin akan ada lulus (vaksin) untuk didistribusikan ke semesta negeri, ” kata Saputra.

Saputra mengatakan, jika uji coba vaksin lolos uji klinis tahap ketiga, program imunisasi diharapkan bisa dimulai pada pertengahan tahun depan.

Pemerintah telah mengumumkan rencananya untuk menggunakan vaksin dari beberapa produsen berbeda di dalam upayanya untuk memvaksinasi masyarakat. Sekitar ini, calon vaksin Sinovac merupakan satu-satunya vaksin yang baru tiba di Indonesia.

Senin (7/12), Kementerian Kesehatan mengumumkan 5. 754 kasus Covid-19 baru, jadi total paseien yang terkonfirmasi menjadi 581. 550. Angka itu termasuk 17. 867 kematian, yang sempurna di Asia Tenggara. [ah/au/ft]

enam Tersangka Pendukung Habib Rizieq Mati dalam Bentrokan

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran, Senin (7/12), mengutarakan enam tersangka pendukung Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tewas dalam bentrokan dengan polisi.

Reuters & Antara, Senin (7/12), mengutip Fadil melaporkan insiden itu terjadi pada dini hari di Jalan Tol Jakarta- Cikampek KM 50. Suatu mobil polisi diserang saat mendaftarkan sebuah mobil yang diyakini mendatangkan para pendukung Rizieq. Penyerangan itu menyebabkan baku tembak.

“Ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yg diduga adalah pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan memakai senjata api dan senjata pintar, ” kata Fadil.

Polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap Rizieq terkait pelanggaran protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Rizieq mempersiapkan pertemuan massal untuk merayakan kembalinya dia ke Indonesia setelah pengucilan diri di Arab Saudi. [ah/ft]

Pelecehan Perempuan di KRL: Intip & Rekam Celana Dalam

Pemilik akun Facebook Resti Vurwarin, Sabtu (5/12) siang, meminta bantuan ke anggota grup KRL-Mania untuk melaporkan pemilik akun Instagram @wanitacd. Penyebabnya akun ini mengintip, mengambil gambar, dan merekam dengan sembunyi celana dalam perempuan pemakai KRL di Jabodetabek dan tempat publik lainnya.

Di akun @wanitacd, pemilik mengaku mengoleksi celana dalam bekas perempuan dan video hasil mengintip. Akun itu memiliki 7. 461 pengikut dan mengikuti 806 akun. Total ada 52 item yang diunggah berangkat dari September 2019 hingga November 2020. Komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswarini mengatakan tindakan yang dilakukan pemilik akun @wanitacd merupakan kekerasan seksual terhadap perempuan di lembah publik.


Hasil tangkapan layar akun Instagram @wanitacd sebelum diturunkan.

“Kalau pada konteks ini, polisi sebenarnya bisa melakukan kesibukan tertentu karena sudah meresahkan orang lain. Jadi semua tindakan yang merugikan, meresahkan orang lain itu menjadi domain negara, dalam kejadian ini kepolisian untuk melakukan jalan ketertiban umum, ” jelas Theresia Iswarini kepada VOA, Sabtu (6/12).


Komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswarini. (Foto: Courtesy/Theresia)

Theresia Iswarini menambahkan pemidanaan terhadap karakter pelecehan sulit dilakukan karena belum ada payung hukum untuk urusan pelecehan seksual. Karena itu, dia mendorong pemerintah dan DPR mempercakapkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual agar dapat segera disahkan menjadi peraturan.

Namun, kata tempat, para korban juga dapat mengeluh ke polisi untuk menuntut pelaku secara perdata dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan. Di samping tersebut, pelaku juga dapat dituntut dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, jika terbukti menyebarkan konten tersebut di media online.

“Jadi memang dilematis bagi status kita. Tetapi saya pikir kepolisian dapat membantu, setidaknya untuk mengisbatkan pelaku tidak melakukan perbuatannya lagi, ” tambah Iswarini.

Kepala Sub Divisi Digital at Risks SAFEnet, Ellen Kusuma, mengatakan kasus ini dapat membuat rani merasa semakin tidak aman pada ranah publik, termasuk KRL Jabodetabek. Menurutnya, kasus pengambilan gambar ataupun video celana dalam perempuan secara tersembunyi merupakan kasus pertama yang dicatat Safenet. Namun, kata tempat, kasus serupa berupa pengambilan gambar atau video perempuan di kereta secara diam-diam pernah terjadi kaum tahun lalu di platform media sosial twitter.

“Itu sebenarnya ketahuan, karena ada salah satu korbannya tahu. Dia kemudian melayani protes ramai-ramai hingga akunnya dilakukan take down, ” elas Ellen pada VOA, Sabtu (6/12) malam. ​

Walaupun setelah lulus take down , muncul lagi kasus serupa. Siap ini tantangan kasus kekerasan berbasis gender online. Karena mati kepala tumbuh seribu, ” lanjutnya.


Kereta komuter perempuan pada stasiun Duri di Jakarta, 2 Oktober 2015. (Foto: REUTERS/Beawiharta)

Ellen menambahkan sulit untuk mencari terang pelaku Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) karena akun yang digunakan anonim seperti @wanitacd. Namun, kata dia, bukan tidak mungkin pelaku kekerasan tersebut dapat diungkap, jika abdi penegak hukum mau bertindak.

Ellen menjelaskan lembaganya bertambah memilih melakukan edukasi kepada bangsa untuk mencegah kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan seperti KBGO. Harapannya, perempuan dapat mengantisipasi kekerasan dan mengetahui lembaga-lembaga bantuan yang berkaitan dengan kasus kekerasan.

Dalam samping itu, SAFEnet juga mengiringi korban untuk melaporkan kasus kekerasan tersebut ke perusahaan media sosial untuk dapat segera diturunkan konten dan akunnya. Ini seperti akun @wanitacd yang sudah dihapus & semua kontennya diturunkan setelah dilaporkan dalam hitungan jam.

Pelaku Diduga Mengidap Fetisisme

Pemilik akun Facebook Resti Vurwarin yang mengadukan tindakan pemilik akun @wanitacd berniat pelakunya mengidap fetisisme atau bangkitnya gairah seksual seseorang melalui semacam benda. Namun, menurut psikolog klinis Sustriana Saragih, perlu ada diagnosa langsung terhadap pelaku untuk mendapati seseorang mengidap fetisisme atau tidak. Meski, ia juga menduga pemilik akun @wanitacd adalah seorang pengidap fetisisme jika dilihat dari perilakunya yang memotret dan merekam celana dalam.


Psikolog klinis Sustriana Saragih. (Foto: Courtesy/Sustriana)

“Semua orang pakai celana dalam. Tapi untuk dia, dia mengimajinasikan celana dalam dengan gambaran-gambaran imajinasi erotis di otaknya. Jadi ketika melihat itu dia terangsang, ” sahih Sustriana Saragih.

Sustriana menambahkan fetisisme dapat mengganggu konsentrasi pengidapnya sehingga dapat berpengaruh terhadap hubungan sosial atau pekerjaan mereka. Karena itu, pengidap fetisisme menetapkan direhabilitasi untuk mengatasi gangguan psikologis tersebut.

Sustriana selalu tidak sependapat jika perempuan harus menyesuaikan pakaian mereka untuk menyekat terjadinya Kekerasan Berbasis Gender Online di ranah publik. Ia berargumen kekerasan tersebut terjadi karena pelaku kekerasan atau gangguan psikologis dengan dialami seseorang.

“Kalau misalkan dipenjara atau dihukum tidak akan mengubah apa-apa. Keluar mau melakukan hal yang sama sebab belum diselesaikan masalahnya. Dia dihukum perilakunya, tapi tidak dibantu untuk mengerti apa yang harus dilakukan. Ini jauh dari kontrol mereka, ” tambah Sustri. [sm/ah]

Memimpin Ibu Kota Saat Terjangkit Covid-19 Dinilai Tidak Efektif

Virus corona menggunakan banyak pejabat negara. Baru-baru tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hasil tes usapnya yang dinyatakan positif.

Anies bukanlah orang pertama di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta yang tersentuh Covid-19. Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah dinyatakan positif Covid-19. Hingga era ini ada 11 pejabat pemerintahan DKI Jakarta yang terkonfirmasi terkena virus ini.

Meski Anies dinyatakan positif dan melayani isolasi mandiri, tetapi ia membuktikan tetap akan memimpin ibu kota.

Anies menegaskan akan tetap menjalani tugas sebagai gubernur dengan bekerja secara virtual, tercatat memimpin rapat-rapat. Hal itu telah biasa dilakukan sejak Maret berarakan ketika pandemi mulai merebak Indonesia. Anies meyakini hal semacam itu tidak mengganggu proses pengambilan keputusan dan pemerintahan.


Kaum pengunjung mengenakan masker di sungguh sebuah mal di pasar Negeri Abang, di tengah pandemi virus corona (COVID-19), 23 November 2020. (Foto: Reuters)

Namun pengamat kebijaksanaan publik di Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai memimpin Jakarta pada kondisi sakit tidak akan efektif. Jakarta sebagai ibu kota negeri memiliki banyak masalah yang harus ditangani dan diputuskan secara langsung. Menurutnya Anies sedianya menyerahkan pekerjaannya tersebut kepada Sekretaris Daerah ataupun pejabat lainnya yang tepat.

“Tidak efektif karena memang rapat secara virtual atau online bisa, tetapi ini persoalannya ada banyak keputusan-keputusan karena ini DKI Jakarta yang memerlukan penanganan dengan tepat, terpadu dan terarah. Oleh sebab itu diperlukan kadang-kadang rapat yang sifatnya langsung, ” ujar Trubus.

Menurut Trubus jika Gubernur Anies tetap memimpin Jakarta di dalam kondisi sakit, akan banyak masalah yang buntu. Misalnya, Trubus mempertunjukkan, keputusan mengenai apakah melanjutkan penyekatan sosial berskala besar (PSBB) pertukaran atau pengendalian yang lebih cermat.

“Nah untuk menetapkan berarti harus orang yang kepemimpinannya kuat, solid. Persoalannya kalau situasi pak Anies sakit apalagi kelanjutan kan nanti jadi masalah, ” kata Trubus.


Uraian dari udara pemakaman umum Jambar Rangon untuk korban Covid-19, di Jakarta, 25 November 2020. (Foto: Reuters)

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yakin Anies Baswedan masih bisa memimpin DKI Jakarta dan berfungsi, meski terinfeksi Covid-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tambahnya, tetap akan berjalan dengan indah tanpa kehadiran Gubernur DKI yang sedang isolasi mandiri.

Menurutnya selama pemerintah daerah masih melaksanakan tugasnya secara efektif, maka Anies akan tetap memimpin Jakarta. Ia juga merujuk pada kecanggihan teknologi komunikasi yang memungkinkan Anies masih dapat memimpin rapat dan berkomunikasi secara virtual.

“Menurut saya sementara masih bisa berjalan dengan baik. Dengan adanya akses komunikais yang sekarang tersedia saya pikir bisa dimana sekadar, ” tambah Moeldoko. [fw/em]

“Abuzz” Deteksi Jenis Nyamuk Berbahaya Lewat Suara Nyamuk

Gigitan nyamuk dapat merenggut mengambil ratusan ribu manusia setiap tahunnya, dengan menyebarkan mikroba yang menjadikan berbagai penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, dan sakit kuning.

Kini para pengkaji telah memanfaatkan suara nyamuk tersebut untuk membangun sebuah aplikasi ponsel, atau peralatan elektronik yang menggunakan sistim operasi iOS atau android, yang dapat membantu memonitor keberadaan serangga yang mematikan ini.

Haripriya Vaidehi Narayanan mengucapkan pengguna ponsel manapun dapat positif mengatasi penyakit-penyakit tersebut dengan memakai aplikasi “Abuzz” untuk dapat mengidentifikasi nyamuk.

Katanya seandainya pengguna melihat nyamuk di kira-kira mereka, pengguna tinggal mengaktifkan pelaksanaan di ponsel, mengarahkannya ke nyamuk tersebut, dan menekan tombol mencetak.

Narayanan mulai menuntaskan proyek ini saat ia masih kuliah mengambil gelar S-2 dalam Universitas Stanford. Kini ia berfungsi di Departemen Imunologi, di Universitas California, Los Angeles.

“Ketika nyamuk mengepakkan sayapnya dan mulai terbang, dia menerbitkan suara denging yang menyebalkan…suara tersebut yang kemudian direkam oleh permintaan Abuzz, ” kata Narayanan.


Patrick Kelly, Manajer Operasi Lapangan, melepaskan nyamuk jantan yang sudah terinfeksi Wolbachia, 8 Februari 2018, di South Miami, Florida. (Foto: )

Banyak penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk belum ditemukan obat atau vaksinnya. Jadi, mennarget nyamuk itu merupakan pendekatan yang terbaik untuk mengendalikan keburukan tersebut.

“Jika kita ingin menanggulangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti malaria dan dengue, Langkah yang paling istimewa adalah mengetahui keberadaan nyamuk, ” paparnya.

Namun untuk mengawasi nyamuk secara tradisional akan memakan waktu lama dan mahal karena memerlukan penggunaan perangkap yang cukup rumit serta tenaga sarjana yang terlatih untuk mengidentifikasi insect kecil tersebut.

Manu Prakash, profesor bioteknologi dalam Universitas Stanford dan peneliti pokok proyek tersebut, mengatakan di jarang 3. 500 jenis nyamuk dalam dunia, hanya 40 yang berbahaya bagi manusia.

Bersandarkan penelitian timnya, setiap nyamuk era menggerakkan sayapnya untuk terbang bakal mengeluarkan suara dengingan yang khas untuk setiap jenis yang berbeda. Ini merupakan kunci untuk menyelami apabila nyamuk tersebut berbahaya ataupun tidak.

Para pengguna aplikasi Abuzz cukup merekam suara nyamuk dalam ponsel mereka semasa satu atau dua detik. Permintaan tersebut lalu membandingkan suara rekaman itu dengan pangkalan data ( database ) dan menentukan kemungkinan besar jenis nyamuk tersebut.

Karena alat yang digunakan, ponsel atau ponsel pintar apapun, sudah dimiliki setiap orang, tim peneliti mengatakan mereka dapat memperhatikan nyamuk dalam skala yang jauh lebih besar daripada yang memungkinkan sebelumnya.

“Ini jalan yang tidak memerlukan ponsel akil canggih. Ponsel minimalis yang pengampu pun sebenarnya sudah cukup, ” ujarnya.

Dengan melaksanakan urun daya ( crowdsourcing ) informasi tentang nyamuk dari seluruh pelosok dunia, aplikasi ini akan membangun peta letak tempat ditemukan nyamuk yang berbahaya. Ini akan membantu para ilmuwan dan petugas kesehatan memprediksi tempat-tempat di mana kemungkinan terjadi epidemi dan di mana harus menarget pengendalian nyamuk.


Seorang pegawai Mumbai Municipal Corp. menyemprot jalan di Mumbai, India, 10 Juni 2020, untuk mencegah wabah demam berdarah. (Foto: Reuters)

Prakash percaya bahwa keterlibatan komunitas semacam ini merupakan kunci buat mengatasi masalah besar seperti keburukan yang ditularkan oleh nyamuk

Prakash mengatakan bahwa bahkan banyak orang yang terlibat, makin baik kinerja aplikasi tersebut. Jadi, apabila setiap hari ratusan ribu orang merekam suara nyamuk dalam seluruh dunia, hal itu hendak membentuk semacam komunitas yang diperlukan.

Aplikasi ponsel Abuzz tersebut akan tersedia untuk diunduh secara gratis dalam waktu satu atau dua bulan. Informasi lebih lengkap dapat ditemukan melalui situs www.abuzz.standford.edu.

Sekelompok peneliti lain di dalam Universitas Oxford di Inggris saat ini sedang mengembangkan aplikasi ponsel seragam yang diberi nama Mozzwear. Aplikasi itu dapat mengidentifikasi jenis nyamuk meniti suaranya.

Walau perkataan tersebut dapat membuat kita segera ingin memukul serangga yang menghalangi itu, para peneliti berharap kita akan mengeluarkan ponsel dan merekam suaranya terlebih dahulu. [aa/lt/ft]

Ivanka Trump Dimintai Keterangan Terkait Penerapan Dana Pelantikan

Ivanka Trump, putri dan sekaligus advokat presiden, dimintai keterangan di lembah sumpah pekan ini. Hal tersebut menjadi bagian dari gugatan teliti yang menuduh telah terjadinya penyalahgunaan dana nirlaba untuk pelantikan Donald Trump empat tahun lalu.

Dalam dokumen mahkamah yang diungkapkan Kantor Jaksa Negeri Columbia, Karl Racine, Selasa (2/12), diketahui bahwa deposisi itu digelar pada Selasa (2/12) ini.

Dalam gugatan adat pada Januari 2020, Racine mengklaim bisnis real estat Donald Trump dan entitas lainnya telah menyalahgunakan dana nirlaba untuk memperkaya puak Trump.

Menurut gugatan hukum itu, sebuah perusahaan nirlaba yang bebas pajak – yang disebut sebagai “58th Presidential Inaugural Committee” atau “Komite Pelantikan Kepresidenan ke 58”, telah berkoordinasi dengan tanggungan Trump untuk membayar lebih banyak bagi ruangan yang digunakan di Trump International Hotel di Washington DC.

Gugatan hukum Racine itu menuduh bahwa dalam satu kasus, organisasi nirlaba itu membayar lebih dari $300 ribu untuk mengadakan resepsi pribadi di hotel Trump, untuk tiga anak tertua presiden, yaitu Donald Trump Jr, Ivanka dan Eric pada malam pelantikan 20 Januari 2017.

“Aturan adat di Distrik Columbia mewajibkan lembaga nirlaba untuk menggunakan dana itu untuk tujuan publik yang harus diumumkan, bukan untuk menguntungkan pribadi atau perusahaan swasta, ” ujar Racine awal tahun ini.

Gugatan hukum itu berupaya mendapatkan kembali uang bernilai $1 juta yang diduga telah disalurkan secara langsung pada bisnis rumpun Trump.

Ahli bicara Gedung Putih tidak memberi tanggapan atas permintaan tanggapan dengan diajukan Reuters. Komite pelantikan mengatakan keuangannya telah diaudit secara independen, dan bahwa semua uang dibelanjakan secara sah.

Walaupun undang-undang dana kampanye membatasi total sumbangan kampanye, panitia pelantikan sanggup menerima sumbangan tak terbatas, termasuk dari perusahaan.

Menurut dokumen Komisi Pemilu Federal, dana senilai $107 juta dengan dikumpulkan komite pelantikan Trump adalah dana pelatinkan terbesar dalam sejarah. Komite pelantikan Trump diketuai sebab real estat dan investor Thomas Barrack.

Bekas tim kampanye Trump, Richard Gates, menjabat sebagai wakil ketua komite pelantikan. Gates adalah salah kepala dari sejumlah mitra Trump dengan dihukum dalam penyelidikan yang dilakukan mantan penasihat khusus Robert Mueller soal campur tangan Rusia di dalam pilpres Amerika pada 2016. [em/pp]

Balai Pengawas Facebook Umumkan Enam Kejadian Pertama

Dewan penilik Facebook pada hari Selasa (1/12) mengumumkan kasus pertama yang bakal diperiksa untuk menentukan apakah peristiwa itu akan membatalkan keputusan perusahaan media sosial raksasa itu untuk menghapus konten.

Lembaga yang dibentuk Oktober lalu itu akan mengkaji kasus pengguna Facebook dan Instagram yang mengatakan konten mereka telah dihapus secara lupa.

“Karena mahkamah itu tidak dapat mengkaji di setiap kasus, kami memprioritaskan kasus-kasus yang berpotensi mepengaruhi banyak pengguna dalam seluruh dunia, yang sangat istimewa untuk wacana publik atau dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan penting tentang kecendekiaan Facebook, ” demikian pernyataan jawatan itu pada hari Selasa (1/12).

Dari enam peristiwa pertama yang dikaji dewan tersebut, tiga kasus mencakup pernyataan bernada kebencian, kasus ketelanjangan, kasus “individu yang berbahaya” dan kasus mengenai potensi informasi pandemi Covid-19 dengan salah.

Reuters melaporkan sejak Oktober lalu dewan tersebut telah menerima 20 ribu peristiwa yang mungkin harus dikaji. [em/pp]

Wisconsin dan Arizona Sertifikasi Biden Jadi Pemenang Pilpres

Besar negara bagian utama, Wisconsin dan Arizona, Senin (30/11), mensertifikasi buatan pemilihan presiden, yang memenangkan Joe Biden, meskipun tim kuasa dasar Presiden Donald Trump telah menyalahi hasil tersebut.

Kemenangan Biden di negara bagian Wisconsin disertifikasi pasca penghitungan sebagian bahana, yang hanya menambah selisih 20. 600 suara lagi atas Trump. Presiden AS itu bertekad bakal mengajukan gugatan hukum untuk membatalkan hasil penghitungan suara itu.

Gubernur Wisconsin Tony Evers, yang juga seorang Demokrat, mengesahkan sertifikasi yang menunjukkan Biden jadi pemenang. Sertifikasi dilakukan setelah penghitungan ulang yang disetujui ketua Bayaran Pemilu Wisconsin yang bipartisan. Tanda tangan Evers sebagai gubernur disyaratkan di undang-undang dan umumnya merupakan prosedur yang tidak terlalu menarik mengindahkan.

Langkah pada Senin itu berarti dimulainya tenggat lima hari bagi Trump untuk mengajukan gugatan hukum, yang dijanjikannya tidak lebih dari Selasa (1/12). Trump melancarkan upaya yang hampir absurd untuk mengubah hasil pemilu dengan mendiskualifikasi 238 ribu surat suara. Tim kuasa hukum telah menduga – tanpa bukti – kalau telah terjadi kecurangan dan kesibukan ilegal.

Tim aksi Biden mengatakan penghitungan ulang membuktikan bahwa Biden menang telak di Wisconsin dan tidak ada manipulasi. Kalau pun Trump memenangkan Wisconsin, 10 kursi elektoral di negara bagian itu tidak akan pas untuk mengubah kemenangan Biden secara keseluruhan karena sejumlah negara arah sudah mensertifikasi hasilnya.

Pejabat-pejabat negara bagian Arizona di Senin (30/11) pagi juga mensertifikasi kemenangan tipis Biden. Sekretaris Daerah dari Partai Demokrat Katie Hobbs dan Gubernur Arizona Doug Ducey dari Partai Republik memuji akhlak pemilu sebelum menandatangani hasilnya.

Biden adalah calon kepala kedua dari Partai Demokrat yang memenangkan negara bagian Arizona dalam 70 tahun. Dalam penghitungan pandangan final terlihat Trump meraih 10. 457 suara atau 0, 3 persen dari hampir 3, 4 juta suara.

Trump pada Senin (30/11) malam mengecam keras Ducey lewat Twitter, secara mengatakan “mengapa ia (Ducey) tergesagesa untuk menghantarkan seorang Demokrat ke Gedung Putih, khususnya ketika sejenis banyak hal mengerikan terjadi, kecurangan pemilih terungkap dalam sidang zaman ini. ”

Gugatan hukum terhadap hasil pemilu yang disampaikan tim persuasi Trump atau para pendukungnya pada negara-negara bagian utama umumnya tidak berhasil, sementara Trump terus masuk menyampaikan tudingan terjadinya kecurangan pemilu dan menolak mengakui kekalahannya.

Belum ada bukti terjadinya kecurangan yang luas dalam pilpres 2020. Faktanya pejabat-pejabat pemilu dari kedua partai politik telah memberikan di depan publik bahwa pilpres berjalan baik. Tim pengamat internasional juga mengukuhkan bahwa tidak ada kecurangan serius dalam pilpres tersebut. [em/pp]