Kebakaran Kapal di Perairan Italia, 3 Migran Tewas

Kepolisian Italia mengatakan sedikitnya tiga migran tewas, enam terluka dan satu orang dinyatakan hilang setelah kapal mereka terbakar di Laut Ionia, di lepas pantai Italia, Minggu (30/8).

Video Garda Pantai memperlihatkan kapal yang sedang dilalap api dan sejumlah anak buah kapal yang panik meneriakkan instruksi saat berupaya menyelamatkan para migran di air.

Polisi mengatakan, mesin kapal dilaporkan terbakar dan meledak ketika sedang dipandu menuju pelabuhan. Jumlah pasti migran yang berada di kapal itu belum jelas. Media melaporkan terdapat sekitar 21 migran yang berada di kapal tersebut saat tiba di pelabuhan, namun 13 di antaranya sudah dibawa ke pantai oleh polisi Italia sebelum kebakaran terjadi.

Kantor berita Italia ANSA melaporkan bahwa polisi mengawal kapal yang mengangkut sisa migran itu ke pelabuhan Crotone di Calabria saat kebakaran terjadi.

Beberapa migran mengalami luka bakar parah dan dibawa ke rumah sakit di kota Crotone.

Sementara itu, kedatangan migran yang meningkat akhir-akhir ini di Italia, telah menimbulkan protes di pulau Lampedusa di Laut Tengah, yang menjadi tempat kedatangan mereka. Wali Kota Toto Martello menyerukan dilakukannya “pemogokan massal” untuk meminta lebih banyak bantuan dari pemerintah Italia, Minggu, setelah sebuah kapal ikan yang berkarat berlabuh pada malam hari dan membuat 450 migran mendarat ke pulau tersebut.

Pihak berwenang Italia menanggapinya dengan mengirim tiga lagi kapal feri karantina Covid-19 ke pulau tersebut. Satu kapal feri dijadwalkan tiba pada hari Senin dan dua lainnya pada hari Rabu. [lj/uh]

Naomi Pomeroy Buktikan Koki Sukses Tak Memandang Gender

Naomi Pomeroy adalah seorang perempuan muda dan koki yang sukses, bekerja di Portland, Oregon. Sewaktu ia terjun ke negeri bisnis, ia tahu pekerjaan itu sudah lama didominasi oleh kerabat laki-laki, tetapi itu tidak merintangi niatnya.

Kini dia seorang koki profesional pemenang penghargaan, pemilik sebuah restoran bernama Beast. Ia juga penulis buku masak dan pembawa acara di televisi. Restoran Naomi Pomeroy yang bernama “Beast” telah menghidangkan masakan untuk penduduk lokal dan wisatawan di Portland, Oregon, selama lebih daripada satu dasawarsa.

Semenjak ia membuka Beast, kehidupan Pomeroy berubah dengan dramatis, ia beringsut dari seorang juru masak amatir yang memasak bersama ibu dan neneknya, menjadi seorang koki cakap.


Restoran Naomi Pomeroy. (Foto: VOA)

“Ketika kami menggelar restoran ini, saya pikir cuma akan buka tiga sampai enam bulan dan akan tutup, hamba tidak punya harapan!, ” logat Pomeroy

“Saya tak takut, tetapi saya tidak sudah berpikir bahwa itu akan menjelma kesuksesan seperti ini. Karena sebelumnya saya belum pernah menjadi koki yang sebenarnya. Saya telah menamsilkan usaha katering dan bekerja dalam restoran sepanjang hidup saya, namun tidak pernah mempunyai tempat sendiri, menulis menu dan melatih staf saya sendiri, ” lanjutnya.

Restoran Pomeroy tidak sungguh-sungguh besar dan dapurnya terbuka, sehingga pengunjung dapat melihat bagaimana makanan disiapkan. Hanya ada dua meja untuk umum yang besar, sehingga pengunjung berbagi ruang dan duduk di sebelah orang-orang yang tak mereka kenal.

Tetapi, tampaknya hal itu tidak menjadi masalah bagi siapapun, makanan dan anggur yang enak seharusnya benar menyatukan orang.

Tiap dua minggu, Pomeroy membuat menu baru setelah membicarakan dan menilai rasa makanan dalam waktu cukup lama dengan timnya. Antrean pengunjung yang menunggu untuk menikmati masakannya, menandakan bahwa ia melakukan pekerjaannya dengan baik.

Kelompok penghargaan yang diperolehnya menunjukkan sejarah yang serupa. Di antara penghargaan tersebut adalah “Koki Terbaik dari James Beard Award”, semacam Piala Oscar ala bisnis restoran. Namun, tidak selamanya mudah menjadi koki perempuan.

“Saya ingat berbarengan saya turun dari pesawat buat menghadiri acara Aspen Food and Wine pertama kalinya, seseorang bertanya apakah saya seorang koki. Dan saya menjawab: ‘Ya, saya seorang koki dan pemilik restoran Beast di Portland’. Dan mereka berkata: ‘Oh, apakah Anda seorang pembuat kue? ‘” ujar Pomeroy.

Kini ia terkenal dan dikenal dalam industri rumah sajian. Ia masih bekerja tanpa perolehan di restorannya, Beast, selain selalu menulis buku memasak, mencampur dan meracik minuman keras, serta menjelma pembawa acara di TV. Namun, terlepas dari keberhasilan kulinernya, perasaan yang kita peroleh dari restorannya lah yang paling ia pedulikan.

“Cita-cita terbesar aku adalah –Anda akan heran– bukan mengenai sajian makanan di bidang atau kembalinya para pelanggan beta. Ini benar-benar tentang….. apakah kita bersenang-senang? Apakah kita mendengarkan irama yang bagus dan melakukan diskusi yang baik pada siang keadaan? Apakah kita mengenal petani kita, apakah kita merasa bangga secara apa yang kita lakukan? ” papar Pomeroy.

“Ini jauh lebih bermakna daripada sekedar restoran. Kegemaran saya adalah mendirikan orang bahagia, dan itu termasuk saya dan staf saya! ” tukasnya.

Pomeroy tak mempunyai rencana pindah dari Portland, kampung halamannya tempat ia menjumpai timnya yang berpikiran sama & tempat a membesarkan keluarganya. Tetapi, ia berharap dapat membuka mulia restoran lagi di kota itu, sehingga lebih banyak diantara kita dapat menikmati hidangannya dengan baik dan makmur. [ps/lt]

Menunggangi Energi Terbarukan untuk Pertanian

Gaya terbarukan, seperti sinar matahari, merupakan salah satu sumber daya daerah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai negara dengan terletak di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki keuntungan yang luar umum karena sepanjang tahun disinari matahari. Namun ternyata energi ini belum sepenuhnya dikembangkan, padahal menurut Kepala Pusat Studi Lingkungan dan Gaya Terbarukan Universitas Surabaya, Elieser Tarigan, sudah banyak negara di melahirkan katulistiwa yang memanfaatkan energi matahari untuk pengembangan pertanian, contohnya Jepang dan negara-negara di Eropa.

Pemanfaatan energi terbarukan dengan diintegrasikan dengan teknologi, menurut Elieser Tarigan, adalah solusi mengatasi urusan pertanian konvensional yang sangat berpegang pada iklim, cuaca, dan pengairan.

“Pertanian itu tunggal berkaitan dengan iklim, cuaca, situasi pengairan, dan lain-lain. Kalau dulu pertanian konvensional sangat bergantung pada cuaca, sehingga kalau musim kemarau tersebut tidak bisa menanam, misalnya. Zona, sekarang pertanian modern tidak sesuai itu. Sebenarnya semuanya bisa dikondisikan manakala kita punya energi. Walaupun energi itu tidak berdiri sendiri, tetapi energi itu harus ada, ” kata Elieser Tarigan.


15 lembar panel surya menjadi sumber energi alternatif pemangku PLN untuk membantu pengerjaan pertanian dan peternakan di Gubug Lazaris, Pare, Kediri. (Foto: VOA/Petrus Riski)

Pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi dan energi terbarukan, pada periode kini dikenal dengan istilah agrivoltaic ataupun agriculture fotovoltaic. Elieser Tarigan mengatakan, daya besar energi matahari ini kudu dapat dioptimalkan. Selain untuk memanifestasikan listrik, energi terbarukan ini pula dapat membantu mengelola pertanian yang saat ini tidak dapat diandalkan, akibat perubahan iklim dan kontraksi lahan.

Gaya Matahari Belum Dioptimalkan

Namun sayangnya, belum tersedia upaya serius dari pemerintah buat mengoptimalkan energi yang tidak hendak habis ini, secara khusus buat pengembangan pertanian. Masalah pembiayaan untuk membeli panel surya masih menjadi kendala energi matahari dimanfaatkan dengan optimal. Padahal kata Elieser Tarigan, bila dikerjakan secara serius, pertanian yang memanfaatkan teknologi dan gaya terbarukan akan mampu menjawab perkara terbatasnya lahan serta jumlah buatan yang dihasilkan.

“Kebijakan pemerintah termasuk ke dalam perbankan, itu belum ada yang menyerahkan pinjaman seperti kita mengangsur vila. Orang kalau beli rumah harganya tidak ada yang sekarang agak-agak dibawah 500 juta, tapi orang bisa beli karena ada dengan membiayai, nah energi sendiri enggak, ” katanya.

“Kalau dihitung secara ekonomi jangka panjang, panel surya itu menguntungkan sebenarnya, tetapi karena kebijakan kita belum menyentuh pembiayaan oleh negara sebagai pengelola keuangan, kalau bayar sendiri langsung cash 100 juta untuk energi pertanian, petani kita ya tidak mungkin, ” lanjut Elieser Tarigan.

Energi Terbarukan Kembangkan Pertanian Organik

Pemanfaatan potensi energi terbarukan untuk pertanian, saat ini masih bersemangat sporadis atau hanya dilakukan sebab individu maupun kelompok masyarakat. Gubug Lazaris di Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, adalah salah satu yang memanfaatkan energi terbarukan untuk pengembangan pertanian. Gubug Lazaris merupakan tempat pengembangan bakal unggul pertanian organik, yang dikelola para pastor dari Konggregasi Misi (CM) Indonesia.


Romo Marcelinus Hardo Iswanto, CM, menunjukkan panel biogas untuk kompor vila tangga (Foto: VOA/Petrus Riski)

Arsitek dan pengelola Gubug Lazaris, Romo Marcelinus Hardo Iswanto, CM, mengucapkan pemakaian panel surya dipilih buat mendukung pengembangan pertanian organik yang dikelolanya. Selain pertanian tanaman bertabur, sayuran dan buah-buahan, pompa air yang digerakkan dari energi matahari, juga difungsikan untuk merawat kebersihan kandang ternak sapi perah. Pemakaian energi matahari ini, kata Romo Hardo, mampu menghemat pembayaran elektrik PLN sebelum memakai panel surya.

“Itu panelnya utama lembar ini bisa menghasilkan 100 watt listrik, berarti kalau mutlak 1. 500 watt. Ini cuma saya pakai untuk menggerakkan mengambil, karena kalau kita pertanian, kita memerlukan pompa di siang keadaan. Misalnya untuk minumnya sapi, membuang sapi, membersihkan kandangnya, untuk menyelenggarakan tanaman. Semuanya ini menolong hamba menghemat listrik, kalau saya memakai listrik PLN itu pengeluaran yang lumayan besar, ” papar Romo Hardo.

Tidak Hanya Sinar Matahari, Kotoran Sapi Pun Bermanfaat

Tidak hanya memanfaatkan sinar matahari untuk diubah menjadi energi elektrik, Gubug Lazaris juga memanfaatkan tahi sapi untuk dijadikan biogas. Sebesar 20 sapi perah menjadi ‘pemasok’ kotoran untuk digester biogas. Gas dari kotoran sapi ini sanggup dimanfaatkan untuk 5 kompor sepanjang hari, sehingga tidak lagi memerlukan gas LPG untuk memasak. Laksana yang dituturkan Noviandi Wijaya, lupa seorang pekerja di peternakan Gubug Lazaris.


Seorang pekerja membersihkan kandang dan mengumpulkan tahi sapi untuk biogas dan gemuk kandang. Air yang dipakai digerakkan menggunakan energi matahari. (Foto: VOA/Petrus Riski)

“Tempat penampungannya itu tumbuh, bisa sampai lima kompor, itu kan ada empat kompor. Tersebut prosesnya setiap hari, dipakai tak apa-apa, lebih baik itu dipakai. Daerah sini banyak yang memelihara sapi, harusnya disesuaikan untuk memproduksi biogas itu lebih bagus tambahan pula, jadi menghemat beli gas tersebut tadi, LPG, ” tutur Noviandi.

Pemanfaatan energi terbarukan sebagai aternatif energi oleh Gubug Lazaris, menurut Romo Hardo, jadi upaya mengenalkan adanya alternatif energi di lingkungan pertanian, agar bangsa khususnya petani mulai tertarik & beralih memanfaatkan energi yang suci dan ramah lingkungan.

“Saya itu selalu kepingin memeriksa alternatif yang ada di tempat. Jadi, kalau bisa apa dengan ada di alam itu kita manfaatkan sebagai energi alternatif, itu kita manfaatkan, dan saya kepinginnya ada suatu tempat untuk mendatangkan energi alternatif kepada anak-anak, kepada petani, kepada mungkin keluarga-keluarga yang datang ke sini, bahwa mereka itu bisa menyaksikan, bahwa tersedia beberapa kemungkinan energi yang bisa diciptakan di lingkungan pertanian, ” imbuh Romo Hardo.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mencuaikan Kepala Bidang Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Oni Setiawan, menegaskan komitmennya mendukung pengembangan energi terbarukan, sebagai bagian dari rencana umum energi nasional.

Program bauran gaya ini, kata Oni Setiawan, dibantu stimulus anggaran dari pemerintah pada kelompok masyarakat yang mau memakai energi terbarukan. Namun, realisasi pendirian energi terbarukan ini harus meniti usulan dan keterlibatan masyarakat, agar kesinambungan dari pengadaan energi terbarukan dapat berjalan dengan baik.

“Kita kan memberi istilahnya itu stimulus, ya nanti masyarakatnya yang mengembangkan sendiri, kalau semuanya tergantung pemerintah kan ya kita juga bergulir, di daerah asing kan juga ada yang memerlukan, ada yang lebih prioritas kan begitu, Itu terseleksinya nanti melalui Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) biasanya. Nah, itu harus ada tawaran, soalnya kita sekarang tidak mampu serta merta membantu masyarakat mana tanpa ada koronologis perencanaan, ” kata Oni Setiawan kepada VOA. [pr/em]

Pembunuhan Berlatar Siri di Bantaeng Tiba Disidangkan

Kasus pembunuhan Rosmini binti Darwis, gadis berusia 16 tahun dengan dibunuh oleh beberapa anggota keluarganya sendiri, diduga kuat bermotif siri, hari Kamis (27/8) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Bantaeng, Sulawesi Selatan. Masih meluasnya perebakan pandemi virus corona membuat sidang dilangsungkan secara virtual.

Besar terdakwa pelaku yang merupakan raka kandung korban, Rahman yang berumur 30 tahun dan Suryanto yang berusia 20 tahun, dihadirkan maya dari rutan Bantaeng lewat jaringan internet; sementara seluruh hakim serta jaksa berada di ruang wasit pengadilan.

Dihubungi melalui telepon, Juru Cakap PN Bantaeng Imran Marannu, mengucapkan “persidangan berlangsung secara terbuka dan publik bisa menyaksikannya, namun terdakwa secara daring dari rutan Bantaeng. ” Ditambahkannya, kedua terdakwa dijerat dengan “dakwaan kombinasi, ” ataupun dijerat dengan sejumlah pasal, kurun lain UU Perlindungan Anak No. 23/Tahun 2002 dan KUHP Urusan 338 dan 340 tentang pembunuhan berencana.

“Karena kedua terdakwa itu tidak memiliki penasehat hukum dan pasal berlapis dengan ada dalam dakwaan penuntut ijmal mewajibkan pendampingan, maka majelis ketua mengeluarkan penetapan yaitu menunjuk LBH Butta Toa sebagai penasehat kaidah kedua terdakwa, yang berkasnya terbelah itu, ” papar Imran.

Dinilai Mempermalukan Suku

Dalam pengkajian awal polisi dan sebagian salinan pengadilan diketahui Rosmini binti Darwis dibunuh oleh beberapa anggota keluarganya sendiri pada 9 Mei lalu karena dinilai telah mempermalukan tanggungan.

Menurut keterangan pers yang dirilis Polres Bantaeng kala itu, malu dengan kondisi Rosmini yang kerap muntah dan kehilangan kesadaran, pihak keluarga sempat meminta pertanggungjawaban Usman, abang sepupunya yang telah berkeluarga dan dikenal depan dengan Rosmini.

Upaya itu gagal dan Usman melarikan diri ketika pihak keluarga menyidang Rosmini di rumah mereka di zona Katabung, desa Pattaneteang, kecamatan Tompobulu, kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Keluarga juga sempat menyandera dua pria dan menawari seorang di antaranya untuk menikahi Rosmini, yang kemudian ditolak.

Polisi dengan mengetahui proses penyanderaan ini sempat mendatangi rumah keluarga Rosmini serta melemparkan gas air mata, namun nyawa gadis itu tak tertunjang lagi.

“Gadis tersebut pasrah dengan apa yang dikerjakan keluarganya. Ia dibunuh oleh kedua abang kandungnya, di hadapan abu, ibu, dan beberapa anggota tanggungan lain, termasuk satu sandera dengan ditahan keluarga, ” ujar Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri masa diwawancarai VOA.


Belas kasih dan Suryanto bin Darwis, kakang kandung korban dan tersangka karakter pembunuhan (courtesy: Polres Bantaeng).

Ditambahkannya, “pembunuhan ini merupakan bagian dibanding tradisi yang disebut siri, atau tindakan untuk mempertahankan martabat puak. Motif ini penting disampaikan supaya tidak menimbulkan hoaks. ”

Pembunuhan dilakukan di hadapan sembilan anggota keluarga, termasuk ayah dan ibu kandung Rosmini, Darwin bin Daga dan Anis binti Kr. Pato. Namun dibanding hasil penyelidikan, polisi hanya menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Rahman dan Suryanto; sementara tujuh anggota keluarga lainnya, yaitu abu, ibu, kakak dan menantu, semuanya dibebaskan.

Beberapa ahli tarikh yang diwawancarai VOA sebelumnya membenarkan adanya tradisi mate siri dalam Sulawesi Selatan, yang berarti bertambah baik mati karena mempertahankan nilai diri, daripada hidup tanpa makna diri. Namun sebagaimana polisi, pada mata hukum, alasan menegakkan adat istiadat untuk melakukan pembunuhan seperti ini tetap tidak dapat dibenarkan. Sidang pengadilan akan dilanjutkan minggu depan. [em/es]

Sekjen NATO Minta Presiden Belarusia Hormati Hak-Hak Mendasar

Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Kamis (27/8) mengatakan sekutu “mengawasi dengan cermat perkembangan di Belarusia, ” dan bahwa NATO menolong “Belarusia yang berdaulat dan swasembada. ”

Stoltenberg menyingkirkan pernyataan itu kepada wartawan sesudah pertemuan di Berlin dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Kedua atasan bertemu untuk membahas isu-isu diplomatik Eropa menjelang pertemuan dengan menteri-menteri pertahanan Uni Eropa di Berlin.

Dalam pembicaraan bilateral mereka, kedua pemimpin juga membahas sengketa territorial antara Yunani dan Turki, serta situasi di Afghanistan.


Kanselir Jerman Angela Merkel dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg di Berlin, 27 Agustus 2020.

Selain itu, Stoltenberg menyebut keputusan AS untuk menarik pasukan keluar Jerman sebelumnya tahun ini dan menempatkan personel tambahan pada Polandia. Pemimpin NATO itu mengucapkan, “Penting bahwa sekutu terus berkonsultasi dengan erat karena kehadiran AS di Eropa penting baik untuk keamanan Eropa dan bagi kebahagiaan AS. ”

Menjelang pertemuan dengan menteri pertahanan Uni Eropa, Stoltenberg menambahkan seruan dengan kian berkembang bagi investigasi yang “transparan” terhadap kasus pemimpin antitesis Rusia Alexei Navalny. Stoltenberg mengutarakan tidak “ada alasan untuk meragukan” kesimpulan para dokter Jerman kalau pengkritik Kremlin itu diracun.

Para pendukung Navalny membuktikan ia diracun dari minuman teh di bandara Siberia. Navalny kemudian jatuh sakit dalam penerbangan menuju Moskow. Pesawat itu melakukan pendaratan darurat di Omsk, kota dalam Siberia, di mana ia dirawat di rumah sakit sebelum diangkat ke Jerman untuk dirawat dalam Sabtu lalu.

Rusia belum membuka investigasi mengenai insiden itu dan seorang juru kata Kremlin mengatakan “tidak ada alasan” untuk melakukan itu. Para pemimpin Uni Eropa bertemu di Berlin karena Jerman sekarang ini mendapat giliran menjadi presiden Dewan Bon Eropa. [uh/ab]

Kala Alami Banjir Rob, Warga Donggala Tanam Seribu Bibit Pohon Bakau

Minggu pagi, 23 Agustus 2020, warga desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah bergotong royong menanam seribu bibit bakau (Rhizophora sp) di pesisir miring desa mereka. Penanaman bakau (mangrove) itu merupakan upaya warga untuk meminimalisir dampak ombak laut yang menerpa pemukiman penduduk saat terjadinya banjir rob, banjir yang disebabkan laut yang pasang, yang sering terjadi di desa itu.

Zahir (26) warga desa Lampio mengatakan gempa bumi berpengaruh pada 2018 silam menyebabkan kemerosotan permukaan tanah sehingga pada masa pasang, air laut masuk ke perkampungan dan merendam rumah-rumah masyarakat hingga ketinggian satu meter.

“Selain gempa 2018 merusak rumah-rumah warga, kemudian mendatangkan petaka baru. Bencana baru itu banjir rob, di pesisir pantai, potongan ombak sampai sudah di rumah-rumah warga, ” kata Zahir.


Kondisi banjir rob di dalam Juni 2020 di desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, Minggu (23/8). (Foto: David Lamanyuki/Penabulu Palu)

Sarwati (47), pokok rumah tangga, mengatakan dia serta warga lainnya masih menantikan realisasi janji pemerintah untuk membangun vila hunian tetap bagi warga terdampak gempa bumi 2018. “Ada tapi masih dijanji-janjikan sampai sekarang belum terealisasi, rumah belum ada, oleh karena itu kita tetap bertahan di wadah ini, ” ungkap Sarwati.

David Lamanyuki dari Yayasan Penabulu Palu menjelaskan inisiatif penanaman bakau itu berasal dari keinginan warga yang ingin mendapatkan penyelesaian alternatif ketimbang menunggu pembangunan menguasai. Warga juga belajar bahwa pada tempat yang terdapat tanaman nipah di ekosistem hutan mangrove cenderung terlindungi dari hantaman ombak di saat air laut pasang, ketimbang tempat lain yang terbuka.

“Dari situ juga kemudian gagasan teman-teman disini untuk mungkin kalau menanam mangrove itu agak-agak akan mengurangi resiko dari banjir rob. Airnya tetap masuk tapi gelombangnya bisa diminimalisir, ” terang David.


Bibit Bakau yang usai ditanam di buntut rumah warga di tepi miring desa Lompio. Penurunan permukaan tanah pasca gempa bumi 2018, membuahkan desa Lompio mengalami dua kali banjir rob setiap bulan semenjak Oktober 2018. (Foto: David Lamanyuki/Penabulu Palu)

Seribu bibit pohon bakau yang ditanam hari itu pada pesisir pantai desa Lompio disediakan secara cuma-cuma dari lokasi pembibitan yang dikelola oleh Yayasan Penapulu Palu. Organisasi itu sudah terlibat dalam berbagai kegiatan rehabilitasi ekosistem hutan mangrove di Palu & Donggala.

Insinyur Abdullah MT, pengamat kebencanaan dari Universitas Tadulako menjelaskan Rabu (26/8), tempat Lompio merupakan salah satu sejak sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Donggala dan Kota Palu yang mengalami penurunan permukaan tanah ataupun downlift akibat gempa bumi berkekuatan 7, 4 skala Richter dalam 28 September 2018 silam.

“Wilayah-wilayah tersebut diketahui mengalami downlift nanti, dua minggu setelah gempa. Hal ini diketahui ketika air laut pasang wilayah-wilayah tersebut tergenang air laut, padahal sebelumnya tidak demikian. Hal ini menyebabkan bencana downlift terlambat terekspos jadi salah satu jenis bencana PADAGIMO (Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong) Sulteng, selain gempa, tsunami & liquefaksi. Bahkan bencana downlift ini masih berlangsung sampai sekarang” kata Abdullah.

Dia menambahkan pada setiap air laut pasang, yang periodenya dua kali sebulan dengan lama periode lima sampai enam hari, menyebabkan warga tidak bisa susunan di rumah karena tergenang tirta laut. Bahkan ada beberapa rumah yang tidak rusak diguncang gempa, tapi rusak karena selalu digenangi air laut.


Landscape desa Lompio, Kecamatan Sirenja Juni 2020. Saat banjir rob, air laut turut badan jalan besar yang melintasi desa tersebut. (Foto: David Lamanyuki/Penabulu Palu)

Dampak lainnya warga mengalami kesulitan mendapatkan minuman bersih karena air terasa asin. Kesehatan warga juga terancam oleh rusaknya sanitasi lingkungan karena saat laut pasang maka limbah lantaran septic tank dan selokan terangkat serta bercampur air.

Sebesar solusi yang dapat dilakukan adalah relokasi, penimbunan dan pembuatan menguasai, termasuk penanaman mangrove untuk meredam pukulan ombak seperti yang dilakukan oleh warga di desa Lampio.

Menurut Abdullah walaupun e tidak dapat mengangkat daerah yang mengalami penurunan permukaan desa, mangrove bisa melindungi pantai dari abrasi karena dapat meredam bogem mentah ombak, mengurangi kemungkinan terjadinya tsunami, menahan aliran sedimen dari ajaran darat, dan menjadi tempat biota laut memijah (bermain dan memeriksa makan). [yl/ab]

AS Desak Penyelidikan ‘Segera’ Terkait Tuduhan Peracunan Navalny

Duta Besar AS untuk Moskow, Selasa (25/8) mendesak Rusia untuk segera mengadakan penyelidikan berasaskan dugaan peracunan kritikus Kremlin Alexei Navalny yang sedang menjalani perawatan di Jerman.

Caraka Besar John Sullivan menyatakan bagian berwenang Rusia harus membuka “penyelidikan segera, komprehensif, dan transparan, ” dan sekaligus minta pertanggung sahutan pihak di balik tindakan tersebut, kata juru bicaranya melalui Twitter.


Dubes AS untuk Rusia, John Sullivan. (Foto: dok).

Pemerintah Rusia menepis tuduhan terlibat dalam dugaan serbuan terhadap pemimpin oposisi Alexi Navalny setelah dokter menyatakan tes menunjukkan Navalny diracun.

Navalny berada dalam keadaan koma di rumah sakit Jerman sebab sejak Kamis lalu ketika pada penerbangan menuju Moskow dari Siberia. Ia dipindahkan Sabtu lalu ke rumah sakit Charité di Berlin, di mana dokter menyatakan keadaan Senin (24/8) bahwa tes membuktikan adanya bahan yang disebut “inhibitor kolinesterase” dalam tubuhnya.

Cholinesterase adalah enzim dengan sangat penting untuk fungsi lazim sistem saraf manusia, vertebrata yang lain, dan serangga. Inhibitor itu memblokir bahan kimia, asetilkolin, yang menyampaikan sinyal antar sel saraf.

Inhibitor kolinesterase ialah senyawa yang digunakan untuk menggali gejala demensia, tapi juga terlihat dalam senjata kimia dan pestisida untuk membunuh serangga.

Sejumlah sekutu Navalny berpendapat Kremlin bertanggung jawab atas keburukan yang diderita Navalny, dan beberapa pihak menuntut penyelidikan tentang jalan terlibatnya Presiden Vladimir Putin. [mg/ii]

Facebook Setuju Bayar Utang Pajak 125 Juta Dolar kepada Perancis 

Perusahaan raksasa media sosial AS, Facebook, Senin (24/8) setuju untuk membayar 125 juta dolar kepada pemerintah Perancis dalam bentuk utang pajak untuk kegiatannya di Perancis selama periode satu dekade sejak 2009, dan membayar pajak 50 persen lebih besar untuk tahun berjalan.

“Kami menanggapi serius kewajiban pajak kami, membayar utang pajak kami di pasar dimana kami beroperasi, dan bekerja sama dengan badan pajak di seluruh dunia untuk memastikan kepatuhan terhadap semua undang-undang pajak yang berlaku dan menyelesaikan setiap sengketa,” kata juru bicara Facebook Perancis dalam sebuah pernyataan.

Pembayaran pajak oleh raksasa digital Amerika ini yang terkait pendapatan di negara di mana pendapatan itu diperoleh, telah menjadi sumber konflik berkepanjangan antara Perancis dan Amerika. Banyak perusahaan digital memiliki kantor pusat Uni Eropa dan di negara-negara dengan peraturan pajak yang rendah. [my/ii]

Sinabung Erupsi Lagi, Warga Diminta Waspadai Banjir Lahar Dingin

Gunung Sinabung Minggu (23/8) pukul 07.41 WIB kembali melontarkan abu vulkanis. Ketinggian lontaran itu diperkirakan sampai 1.500 meter. Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 747 detik. Pengamat Pos Gunung Api Sinabung, Armen Putra mengatakan erupsi kali ini juga disertai awan panas.

“Untuk awan panas teramati sejauh 1.000 meter ke arah tenggara,” katanya saat dihubungi VOA, Minggu (23/8).

Gunung Sinabung, yang masih dalam status siaga atau level III, kata Armen, terus mengeluarkan asap putih tebal pascaerupsi Minggu pagi. Masyarakat diimbau agar tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan seperti dalam radius tiga kilometer dari puncak Sinabung, radius sektoral lima kilometer untuk sektor selatan-timur, dan empat kilometer sektor timur-utara.


Para petani memanen kentang sementara Gunung Sinabung kembali erupsi, di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, 10 Agustus 2020. (Foto: Sastrawan Gintin/Antara via Reuters)

“Pasca erupsi masih keluar abu yang mengarah ke timur dan utara dari Gunung Sinabung,” ungkapnya.

Selain erupsi, bahaya seperti banjir lahar dingin juga mengancam masyarakat di sekitar kaki Gunung Sinabung, tepatnya yang bermukim di daerah aliran sungai dari hulu gunung tersebut. Hari Minggu, intensitas curah hujan yang tinggi menyelimuti kawasan Kabupaten Karo.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan yang diterima VOA, untuk beberapa hari ke depan wilayah Kabupaten Karo diperkirakaan masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore hingga malam.

Namun, perubahan dinamis cuaca dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masih diperlukan waspada akan bahaya hujan intentistas sedang hingga tinggi diiringi guntur dan angin kencang. Tingginya curah hujan di Kabupaten Karo juga mampu memicu banjir lahar dingin yang membawa sisa material erupsi Gunung Sinabung.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angin mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan banjir lahar dingin yang menerjang Kecamatan Tiganderket dan Payung, Sabtu (22/8). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.


Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang terus aktif sampai saat ini. (Foto: BNPB)

“Ada beberapa desa di Kecamatan Tiganderket dan Payung yakni Kutambaru, Perbaji, dan Suka Tendel,” kata Natanail ketika dihubungi VOA.

Memasuki musim hujan, masyarakat di Kabupaten Karo terutama yang bermukim di hulu daerah aliran sungai Gunung Sinabung diminta waspada.

“Kami juga telah turunkan relawan-relawan pemantau sungai dari BPBD Karo untuk mengimbau atau memerintahkan warga agar keluar apabila lahar dingin,” ujar Natanail.

Gunung Sinabung sejak 8 Agustus 2020 telah erupsi 22 kali. [aa/ka]

Kisah Perjuangan Panjang Perempuan Amerika buat Dapatkan Hak Pilih

Seratus tahun yang lalu, pada bulan Agustus, hawa di Amerika diberi hak buat memberikan suara dalam pemilihan ijmal lewat Amandemen Konstitusi ke 19. Amandemen ini diusulkan di Kongres tahun 1878, dan baru lebih dari 40 tahun kemudian diloloskan oleh Kongres.

Pejuang hak-hak perempuan pada simpulan abad ke 19 dan asal abad ke-20 menghadapi perjuangan lama dan sulit.

“Banyak sekali cemoohan dan olok-olok yang diarahkan kepada perempuan-perempuan itu, ” kata Andrea DeKoter, pejabat pengawas pada Women’s Rights National Historical Park.


Luis Da Costa Tahun 2020 menandai ulang tahun ke-100 Amandemen ke-19 Konstitusi AS yang meluluskan perempuan hak untuk memilih. (Foto: VOA)

Perjuangan bagi hak seleksi perempuan dimulai tahun 1848 di konvensi hak-hak perempuan yang berlangsung di sebuah gereja di Seneca Falls, New York. Para delegasi ke konvensi ini menyusun suatu draft yang menyerukan kesetaraan hawa dan laki-laki, termasuk hak buat memilih.

“Mereka mengatakan, laki-laki dan perempuan diciptakan setara, Pernyataan itu dipinjam lantaran Deklarasi Kemerdekaan, tetapi ditambahi perubahan yang bermakna, dengan menambahkan kata pendahuluan perempuan, ” katanya.

Ketika perempuan berjuang untuk menerima hak pilih selama lebih lantaran 70 tahun, perempuan kulit hitam tidak diperbolehkan ikut oleh kelompok kulit putih.

“Perempuan Amerika keturunan Afrika lewat organisasi mereka, masyarakat anti-perbudakan, konvensi gereja, dan organisasi hak-hak biasa, dalam waktu dua abad, menggelar gerakan perempuan mereka sendiri, ” kata Marthe S. Jones, profesor ilmu sejarah di Johns Hopkins University.

Ketika kedudukan perempuan berubah pada awal kurun ke-20, sebuah generasi baru hawa melanjutkan perjuangan. Mereka menggiatkan protes mereka –mengorganisir parade, dan menyelenggarakan pemogokan. ”

“Mereka ikut dalam kumpulan laki-laki di gerbang pabrik ketika bubar makan siang dan berdiri dalam atas bangku kecil. Lalu mereka berpidato, isinya menuntut hak pilih perempuan guna mendapatkan dukungan pria, ” kata Ellen Carol DuBois, ahli sejarah gerakan hak pilih perempuan.

Kepala Woodrow Wilson mendukung rancangan amandemen itu pada tahun 1918, serta draft itu diratifikasi dua tahun kemudian.


Telah seratus tahun sejak Amandemen ke-19 disahkan yang memberi perempuan sah untuk memilih di Amerika Serikat. (Foto: VOA)

Namun satu kurun kemudian, banyak perempuan dihadapkan di pembatasan ketika memilih, khususnya hawa kulit hitam.

“Mereka sebagian besar dihadapkan di dalam persyaratan identitas yang lebih saksama. TPS-TPS di tempat tinggal itu tidak dibuka, dan nama-nama itu dihapus dari daftar pemilih, ” kata Martha S. Jones.

Ketidaksetaraan seperti ini cuma bisa diselesaikan lewat Amandemen Hak-Hak Kesetaraan atau ERA, demikian cakap para aktivis perempuan. Rancangan Amandemen ini sudah diusulkan sejak 1923.

“Kita tidak bisa melakukan diskriminasi berdasarkan gender. Dan ini berlaku untuk negeri federal, serta semua kebijakannya, dan juga di ke 50 negeri bagian, ” kata Eleanor Smeal, pemimpin Feminist Mayority Foundation.

Masa depan sebab ERA saat ini tidak menentu, tetapi seperti para pendahulu itu yang memperjuangkan hak pilih, para aktivis perempuan masa kini berkeinginan untuk terus memperjuangkan diloloskannya MASA sebagai UU di Amerika. [jm/ii]