Memeriksa Ruang Penerimaan LGBT dalam Agama-Agama

Bagi Sofa Lahjuba, ekspresi gendernya bukan penghalang untuk tetap dekat dengan Sang Pencipta. Transpuan yang aktif dalam Persatuan Waria Kota Surabaya (Perwakos) ini bahkan mendorong komunitasnya buat terus beribadah. Sofa dan sebanyak transgender mengembangkan majelis taklim Al-Ikhlas di Surabaya. “Ada juga teman gay ikut gabung, gantian panti ke rumah, kota ke tanah air. Ada kyai pendamping, lancar, tidak ada kritik, ” kisahnya.

Sofa, yang lahir dan besar di lingkungan pesantren, makin bersilaturahmi dengan pengurus masjid. Dia meminta izin supaya waria mampu mengikuti sholat malam saat kamar Ramadan. “Mereka menyambutnya welcome , apalagi takmir-takmirnya salaman, memperkenalkan diri. Jadi tidak tersedia yang perlu kita takuti selama kita beretika baik, bersikap indah, ” tambahnya.


Ibu Shinta (tengah) bersama murid-muridnya di satu-satunya pesantren untuk transpuan di Yogyakarta. (K. Varagur/VOA)

Transpuan dengan sudah menunaikan ibadah haji itu bahkan mendorong rekan-rekannya untuk lari ke tanah suci. Dia jadi membantu mencarikan jasa travel makin bantuan dana. “Ayo saya punya kenalan travel yang ramah terhadap waria, kan banyak juga kan travel yang nawarin. Ayo pada tempatku nggak apa, aku daftarin ke sana, ” lanjut Sofa.

Dia berharap, kawasan penerimaan agama semakin luas supaya komunitas transpuan bisa terus beribadah. Dia berharap para tokoh keyakinan terus mengupayakan dialog.

Ruang Penerimaan Agama Islam

Keberagaman gender sebetulnya disebutkan dalam literatur besar Islam, menurut Komisioner Komnas Rani, Imam Nakha’i. Imam mengatakan, sejumlah hadits menyebut keberadaan orang yang terlahir sebagai mutarojilat (perempuan berekspresi maskulin) dan mutakhosinat (laki-laki berkespresi feminin).


Komisioner Komnas Perempuan Kyai Imam Nakha’i dalam diskusi virtual ‘Meneroka Keyakinan yang Tidak Homofobia’, Rabu (24/6) siang.

“Ada memang ekspresi tersebut yang terberikan, dari sononya, semenjak kecil memang sudah memiliki ekspresi-ekspresi yang berbeda dengan jenis kelaminnya, ” paparnya dalam sebuah permufakatan baru ini.

Imam menjelaskan, dalam kitab Faidul Qhodir Syarah Jami’ As Shogir, apalagi disebutkan bawaan lahir itu tidak bisa dicap sebagai dosa.

“Menurut kitab Faidhul Qadir, orang yang diciptakan semacam itu, artinya memiliki ekspresi gender berbeda daripada jenis kelaminnya sejak awal, benar given , itu katanya tidak ada dosa dan tidak ada caci maki bagi mereka, ” tambahnya.

Sementara peristiwa yang menimpa kerabat Luth, yang banyak ditafsirkan buat menolak LGBT, menurut Imam telah salah dipahami. Dia mengatakan, warga Sodom dihukum karena perilaku seksnya, bukan orientasi seks.

Tuhan Ciptakan Manusia dalam Keadaan Baik

Hal senada disampaikan pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Stephen Suleeman, yang mengatakan kisah Sodom & Gomorah memang sering digunakan buat menentang LGBT. Padahal, menurut Stephen, dalam Yehezkiel dan Yeremia disebutkan kejahatan Sodom adalah karena keserakahan mereka dan ketidakpedulian terhadap anak-anak yatim dan janda. “Anehnya punca Yehezkiel dan Yeremia ini tak pernah dipakai oleh para penganalisis konservatif yang mengutuk kota Sodom sebagai pusat dosa seksual itu, ” tandasnya.

Stephen menegaskan, Tuhan menciptakan manusia di keadaan baik. Hal ini aci juga bagi individu LGBT. “Itu berarti LGBT pun sebagai gubahan Tuhan harus diterima sebagai karya yang baik. Kita tidak dapat memusuhi mereka, mengucilkan mereka, & karena itu kita harus menerima mereka sebagai bagian dari kita, ” tambahnya yang pernah aktif mengajar di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta ini.

Ardanariswara dalam Hindu

Selain dalam kebiasaan Abrahamik, keberagaman gender juga terlihat dalam agama Hindu. Pengajar Filsafat Universitas Indonesia, Saras Dewi, mengutarakan ada pertemuan dua gender di Ardanariswara, sosok bersatunya Siwa yang maskulin dan Parwati yang feminin. “Jadi penyatuan antara Siwa & Parwati bahkan, bagi mereka dengan menganutnya sebagai suatu aliran kejiwaan, dianggap sebagai bentuk kesempurnaan lantaran realitas atau wujud sejatinya Tuhan, ungkap Saras.

Bersatunya dua entitas itu, tambah Saras, nampak lewat penggambaran sosok Ardanariswara dalam berbagai ikonografi Hindu. Di 2018, Parisada Hindu Dharma Nusantara (PHDI) menerbitkan ‘fatwa’ yang terbatas terhadap LGBT. Meski begitu, perkataan Saras, kisah-kisah dalam agama Hindu sangat menghargai keberagaman gender.

“Jadi cerita-cerita itu sudah membentuk pikiran, folklore itu sudah membentuk pikiran, bahwa seks itu nggak cuma laki-laki serta perempuan, tetapi banyak ekspresi ataupun bahkan orientasi yang berbeda-beda, dengan beragam, ” pungkasnya. [rt/em]

Konvensi Rakyat China Mulai Rapat, Presentasi di Hong Kong Meluas

Polisi menggunakan semprotan merica untuk menghadapi para demonstran dalam Hong Kong, sementara Kongres Kaum China NPC memulai rapat 3 hari mereka.

Kerap NPC ini meningkatkan kemungkinan pemberlakuan sebuah RUU di Hong Kong yang telah memicu perdebatan serta kekhawatiran di wilayah semi-otonom itu.

Sebelumnya laporan jawatan berita resmi Xinhua tentang pertemuan itu tidak menyebut pembahasan soal RUU itu, tetapi hal itu masih dapat menjadi agenda atau ditambahkan dalam rapat itu.

Berdasarkan RUU itu, pemerintah pusat dapat mendirikan kantor ketenteraman nasional di Hong Kong, dengan akan mengumpulkan dan menganalisa, mengikuti menangani, kasus-kasus kriminal yang terpaut keamanan nasional.

Kepolisian dan pengadilan di Hong Kong tetap akan memiliki yurisdiksi akan kasus-kasus itu, tetapi RUU itu akan memungkinkan otorita China kacau tangan dalam “sebagian kecil kasus kriminal… berdasarkan pertimbangan tertentu, ” demikian menurut Xinhua.

Belum ada rincian lain mengenai pertimbangan apa yang dimaksud, sehingga memicu kekhawatiran bahwa pemerintah was-was sedang memperkuat cengkeramannya atas Hong Kong pasca demonstrasi anti-pemerintah selama beberapa bulan yang terjadi tahun lalu.

RUU itu mengatakan aturan keamanan yang segar akan diberlakukan jika aturan pada Hong Kong tidak konsisten secara RUU itu, tambah Xinhua. RUU ini akan mengharuskan pemerintah Hong Kong membuat komisi keamanan nasional yang diawasi pemerintah pusat. Beijing juga akan menunjuk penasehat keamanan nasional untuk Hong Kong.

RUU yang diusulkan tersebut telah menimbulkan keprihatinan dan menuai kritik masyarakat internasional. Kepala Mahkamah HAM Zeid Ra’ad Al Hussein Kamis lalu (26/6) bergabung dengan sekelompok mantan pakar HAM dalam Amerika, memperingatkan kemungkinan “tragedi kemanusiaan” terkait undang-undang keamanan di Hong Kong ini. [em/ii]

Kira-kira Negara Bagian AS Melaporkan Rekor Kasus Covid-19

Negara bagian Arizona dan Florida AS melaporkan lonjakan kasus terbanyak dalam sehari pada Sabtu (27/6), menandai penyebaran penyakit itu di kaum negara bagian selatan dan barat. Pada Jumat (26/6), AS mendokumentasikan jumlah kasus baru terbanyak buat hari ketiga berturut-turut.

Kasus-kasus virus corona juga melonjak di negara bagian Texas. Gubernur Greg Abbott bahkan menyatakan menyesal telah mengizinkan bar-bar untuk dibuka terlalu dini.

“Apabila saya bisa kembali ke era lalu dan mengulanginya, mungkin aku akan menunda pembukaan bar-bar, sesudah menyaksikan bagaimana virus corona merebak dengan cepat di bar-bar, ” kata Abbott dalam wawancara dalam Jumat (26/6) malam di tumpuan TV KVIA di Kota El Paso.

Florida mengikuti langkah Texas untuk memerintahkan bar-bar berhenti menyajikan minuman beralkohol di Jumat (26/6).

GANDAR masih memiliki jumlah infeksi tertinggi di dunia, yaitu hampir 2, 5 juta, sekitar seperempat dari semua infeksi di seluruh negeri, menurut statistik Universitas Johns Hopkins. Brazil berada di belakang AS dengan hampir 1, 3 juta kasus, sementara Rusia di susunan ketiga dengan hampir 627 seperseribu.

Pertambahan urusan yang mengkhawatirkan juga dilaporkan dalam India. Harian Times of India mengatakan negara Asia Selatan tersebut mencatat 18. 552 kasus anyar Covid-19 pada Sabtu (27/6), diatas rekor sehari sebelumnya, yaitu 17. 296.

Dan Indonesia melaporkan kenaikan sehari terbesar, yakni 1. 385 kasus baru. Kementerian Kesehatan RI melaporkan jumlah peristiwa di Indonesia mencapai 52. 812. [vm/ft]

Pengertian Agama Masih Pengaruhi Kekerasan kepada Perempuan

Bagi K. H. Marzuki Wahid dari Fahmina Institute, Cirebon, Jawa Barat, prinsip agama seyogyanya selaras dengan dasar keadilan. Karenanya, jika ada yang melakukan kekerasan terhadap perempuan dengan alasan agama, hal itu tak dapat dibenarkan.


K. H. Marzuki Wahid mengisbatkan Islam memberi perhatian khusus kepada perempuan karena sering jadi objek kekerasan. (Tangkapan layar)

“Aborsi dengan dipaksakan, domestikasi perempuan, mereka menggunakan agama sebagai legitimasi. Bahkan tersedia yang mengaggap boleh menggunakan kebengisan kalau untuk kepentingan pendidikan, ” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (26/6) siang.

Menurut dosen di IAIN Cirebon itu, kekerasan terhadap perempuan juga didorong oleh budaya patriarki, di mana laki-laki mengontrol banyak aspek kesibukan. “Budaya dan ideologi patriarki dengan memang saya kira tidak mampu diingkari, itu menjadi problem terbesar hari ini, ” tandasnya.

Hal senada diutarakan Resi Dr. Darwita Purba, Ketua Persatuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Nusantara (Peruati). Dia mengatakan, beberapa kisah dalam Alkitab pun dipakai jadi pembenaran melakukan kekerasan terhadap rani. Salah satu yang sering dipakai, ujarnya, adalah Efesus 5 Ayat 22 yang menyuruh perempuan tunduk pada suami.

“Ini yang sering sekali dipergunakan untuk melegitimasi kekerasan terhadap perempuan, kala perempuan itu tidak sependapat ataupun tidak setuju kepada laki-laki atau suami. Lalu dikatakan, Alkitab mengatakan perempuan harus tunduk kepada suami, ” pungkasnya dalam kesempatan yang sama.


Ketua Peruati Pdt. Dr. Darwita Purba mengutarakan, Kristus mengajarkan perhormatan kepada tubuh manusia sebagai Bait Allah. (Tangkapan layar)

Di sisi lain, tambah Darwita, perempuan kerap dianggap jadi sumber dosa di dalam Kekristenan. Hal ini tercermin dari berbagai pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Amrosius, Thomas Aquinas, Luther, dan Calvin. “Bagaimana mereka memposisikan perempuan jadi makhluk yang direndahkan, dianggap jadi sumber dari dosa. Tentu ini adalah refleksi mereka atas teks-teks Alkitab yang sudah mereka baca dan renungkan, ” tambahnya.

Darwita menjelaskan, dalam Alkitab ada sebuah kisah tentang persetubuhan antara seorang perempuan dan seorang laki-laki. Namun seluruh kesalahan seolah dilimpahkan pada pihak perempuan selalu. “Jadi perempuan itu dibawa kepada Yesus karena zina, dan mereka mau melempar perempuan itu dengan batu, merajam. Tapi di teks tidak disebutkan laki-laki dengan turut berzina dengan dia apakah juga diperhadapkan kepada Yesus, ” ujarnya.

Butuh Paradigma Baru

Melihat situasi tersebut, Darwita mengucapkan perlu pemaknaan ulang atas kisah-kisah dalam Alkitab yang melanggengkan patriarki. “Karena seringkali teks-teks agama dengan dipakai untuk melegitimasi kekerasan tersebut sendiri. Kemudian kita merekonstruksi prinsip atau ajaran, aturan-aturan yang betul bias gender dan androsentris (berpusat pada laki-laki), ” tambahnya.

Dalam membaca ulang isi Alkitab, ujarnya, penting untuk mendahulukan prinsip kasih. Selain itu, Kristus mengajarkan bahwa tubuh adalah Potongan Allah yang harus dihormati. “Ketika seorang melakukan kekerasan terhadap hawa, gender atau seksualitas lainnya, juga perempuan kepada laki-laki, maka sesungguhnya kita sedang merusak Bait Allah itu, ” tegasnya lagi.


Para aktivis dalam program peringatan Hari Perempuan Internasional di Banda Aceh, Provinsi Aceh, 8 Maret 2019. (Foto: AFP)

K. H. Marzuki pun sepakat soal penafsiran kembali teks agama itu. Dia menegaskan, Islam sejatinya mengajarkan penghormatan harkat dan martabat kepara perempuan dan laki-laki. Islam pun memberi perhatian khusus kepada perempuan. “Meskipun sebetulnya laki-laki juga kalau jadi korban dan sasaran kekerasan harus kita bela dan pembelaan. Kenapa bukan lelaki yang dimunculkan? Karena mayoritas korban dan sasaran kekerasan adalah perempuan. Di sinilah perempuan diberi affirmative action policy , ” katanya.

Marzuki menggarisbawahi, Islam jelas melarang kekerasan terhadap rani. “Kalau ada ajaran agama kontras dengan keadilan, kesetaraan, dan bergurau sayang, dan tidak membebaskan, oleh karena itu sesungguhnya itu bukan ajaran petunjuk, itu keluar dari nafsu & emosinya, ” tambah Marzuki.

Faktor Budaya Benar Penting

Sejumlah riset di berbagai negara semacam Irak, Kanada, dan Amerika Konsorsium menunjukkan bahwa pemahaman agama tertentu memiliki hubungan kuat dengan kebengisan terhadap perempuan. Penelitian-penelitian ini tahu bagaimana teks-teks agama Islam serta Kristen digunakan untuk membenarkan kebengisan terhadap perempuan.

Di Indonesia, beberapa studi juga menanggung temuan ini. Sebuah kajian berjudul “Islam dan Kekerasan terhadap Perempuan” menyebut bahwa konstruksi budaya dan penafsiran para ahli agama menjadi faktor krusial ketimpangan relasi kurun laki-laki dan perempuan. Kajian yang diterbitkan Jurnal Religio UIN Sunan Ampel Surabaya ini menyebutkan, interpretasi keagamaan tertentu akhirnya mengesahkan teks-teks kekerasan dalam kitab suci.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengungkap, faktor sosial budaya memang menjelma salah satu penyebab kekerasan fisik dan/atau seksual terhadap perempuan, di samping faktor individu, faktor pasangan, dan faktor ekonomi. Hal itu berdasarkan pada Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) yang lahir tahun 2016.

Pada sisi lain, kasus kekerasan kepada perempuan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Komite Nasional Anti Kekerasan Terhadap Hawa (Komnas Perempuan) mencatat 431. 471 kasus kekerasan terhadap perempuan berlaku sepanjang 2019. Lembaga negara mandiri ini mencatat, kekerasan terhadap hawa meningkat sebanyak 792% dalam kurun waktu 12 tahun. [rt/em]

Pemberdayaan Perempuan Kelompok Rentan di Sedang Pandemi

Pandemi virus corona membuat kehidupan perempuan korban konflik semakin sensitif.

Elizarni, pegiat rumor perempuan, prihatin akan nasib perempuan di tanah kelahirannya, Aceh. Dia kemudian bergabung dengan Beujroh, pola pemberdayaan perempuan korban konflik Aceh, termasuk ‘kampung janda’ di Pidie.

Pada awalnya, logat Elizarni, ia dan Beujroh berfokus pada perempuan-perempuan pedagang kaki lima yang berperan ganda sebagai besar rumah tangga selama lebih daripada 30 tahun setelah suami mereka terbunuh dalam konflik militer. Pokok meluas setelah tsunami melanda dalam Desember 2004, dan kini pandemi membuat para perempuan itu kesulitan keuangan karena tidak banyak orang membeli barang dagangan mereka, makin mereka sering tidak berjualan ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.


Elizarni, pekerja isu perempuan (foto: courtesy).

“Saya sendiri, sebagai perempuan, pernah menemui konflik dan tsunami. Perempuan menjelma pejuang kehidupan dari masa pertentangan. Mereka dirugikan secara ekonomi kala rumahnya dibakar, tempat mereka berjalan hilang akibat perang, juga menderita saat tsunami, ” kata Elizarni.

Walaupun sedang jauh dari negeri untuk menempuh pelajaran doktoral pada program Comparative Education and Leadership di Ohio University, Elizarni tidak tinggal diam. Bersama beberapa teman, secara virtual, dia menggalang dana bagi Beujroh dengan didirikan pada Januari 2005 pada Banda Aceh.


Sandaran untuk kelompok perempuan pelaku jalan mikro di Desa Darek Kabupaten Lombok Tengah (foto: courtesy).

Pada akhir April 2020, penggalangan biaya online GoFundMe dilakukan dengan target pengumpulan dana bantuan senilai $15. 000. Dana sementara yang terkumpul sebesar $305 itu diserahkan pada pengurus Beujroh yang kemudian mewujudkan paket-paket sembako, terdiri atas, kurun lain, beras, minyak, dan gula. Paket-paket itu diserahkan kepada sejumlah anggota Beujroh yang beranggotakan bertambah dari 900 perempuan dari 9 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

“Saya berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan untuk meneruskan hidup karena tidak tahu pustaka pandemi COVID-19 berakhir, ” tambahnya.

Sementara itu, pada Kendari, Sulawesi Tenggara, Salmiah Ariyana, membuat program Cepat Tanggap buat membantu perempuan-perempuan korban konflik, dengan usahanya juga terimbas pandemi virus corona.


Bantuan kebutuhan anak dan ibu hamil di desa Tegal Maja Kab. Lombok Utara (foto: courtesy).

Untuk mengarahkan programnya, sejak tahun 2000, Salmiah bergabung dengan Asosiasi Pendamping Hawa Usaha Kecil (ASPPUK), yang tersebar di 22 provinsi di Nusantara, untuk memfasilitasi pembentukan lembaga keuangan dan kelompok diskusi bagi kerabat perempuan.

Salmiah menjelaskan, anggota ASPPUK ada di daerah-daerah bencana dan konflik. Mereka menggalang data dan mencari tahu total perempuan dan anak yang menjadi korban.

“Program Lekas Tanggap antara lain mengumpulkan bervariasi macam bantuan yang bisa langsung diberikan kepada korban, juga menyimpan pendampingan guna membantu kesehatan mental perempuan dan anak, ” ujar Salmiah.

Program Segera Tanggap yang dilakukan Salmiah bersama-sama ASPPUK mengkhususkan pemberian bantuan bertugas memenuhi kebutuhan utama perempuan, misalnya pembalut, pakaian dalam dan serupa pengumpulan pakaian layak pakai. Tumpuan juga mereka berikan kepada lansia, dan anak-anak, serta memfasilitasi kerjasama dengan berbagai penyedia teknologi di dalam pembangunan rumah dan toilet yang ramah perempuan.


Harmonisasi dengan BNPB untuk bantuan ikatan perempuan di Kab Lombok mengadukan (foto: courtesy).

Salmiah berpendapat secara umum pemberdayaan ekonomi khususnya perempuan yang termarjinalkan di Indonesia telah relatif bagus. Itu dikarenakan adanya sejumlah LSM nasional dan lokal yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan dan adanya kementerian yang khusus menangani ekonomi perempuan laksana Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelestarian Anak yang juga bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan baik di dalam tingkat provinsi maupun kabupaten.

Sebaliknya di Aceh, menurut Elizarni, kondisi perempuan marjinal masih memprihatinkan.

“Ketika pandemi ini, saya saja, misalnya, yang di Amerika, mungkin merasa mengandung. Saya bisa bayangkan bagaimana perempuan-perempuan yang setiap hari hanya men mungkin 30, 40 atau datang 50 ribu rupiah tetapi kudu menghidupi satu keluarga. Mereka menjadi tulang punggung keluarga, ” tutur Elizarni.

Bersama Beujroh di Aceh, Elizarni mengorganisir sebesar perempuan korban konflik dan memberi mereka bantuan untuk memberdayakan ekonomi dalam keadaan darurat. Bantuan bersifat dana hibah agar para perempuan itu bisa kembali berjualan pada pasar-pasar tradisional, kios-kios dan mewujudkan kue untuk dijual.

Elizarni dan rekan berharap penggalangan dana secara online yang langsung berlangsung itu dapat membantu dalam tengah pandemi COVID-19.

“Setelah itu, kita kembangkan pendidikan dan pendidikan politik, ” menguraikan Elizarni seraya mengungkapkan harapan bahwa perempuan dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri, keluarga dan asosiasi. [mg/ka]

Winning Lotto Strategies – Secrets From The Lotto System

Let’s first consider the lotto strategies aimed at increasing your changes to win. Skeptics will say there is only one, and that is to useful lottery money. Those who earn commission on the sale of lotto tickets will say how the only way is to buy more tickets, and was it not for a a closely-kept secret that I will reveal at the end, both would possibly be right!

Similarly, our cars’ steering wheels take us from the direction we desire to go, whilst in fact, this may be a better parallel as to how the lottery wheel actually books. A lottery wheel, we hope, is available up the actual use of numbers we want so we are able to go the actual world direction we choose, namely winning a prize within countries Lotto.

Even the new free lotto systems factors to consider you are obtaining your information from a specialized professional. They will usually have an eBook that you should have for zilch that helps you win the data hk. It will contain systems to in order to increase the likelihood of winning. Be sure the author is qualified to write about this material. They should be experienced in black and white financial, lottery and gambling information. There should also be testimonials from people have got won over the person’s figures.

EBay now requires a person indicate the situation of the products at the time of giving. Some buyers end up being put if the merchandise is in China or hongkong but need to have emphasize these people will be receiving quality goods at affordable expenses. Offer a full guarantee or refund to allay any concerns on quality.

At first, this perhaps not sound just like a big deal but could be is exceptional. This simple act improves your probability of winning the lottery to in 22,957,480. So, 2,869,685 wagers tend to be removed! That’s nearly 3 MILLION table bets!!! This has the effect of concentrating your greenbacks. Now, each dollar you spend has an effective value of $1.12.

You must not ever give up. Lotto players are not quitters. Even if they spent their savings and ended up getting a few or no bucks in return, nonetheless didn’t dampen their mood. If you like to start an individual for your family, you should not give up even if you didn’t obtain good profit. Later, you will definitely get that wanted.

This basically means utilizing all the preferred sequences, earlier number need to higher versus “Highest value” for “Ball 1”. Doing so cuts upon a set of two sequences likewise allows probable never come up in long term.


TAG: pick 6, odds of lotto, lotto process

Cheat The Lottery – Win At Pick 4 Today!

Majority of this lottery players play and buy lottery your system or strategy. That is also why so many players ended up being losing a lot of money in lotteries. Simply simply buy and simply lose! If you are a routine lottery buyer and thought to make it big, then learn know how to pick winning lottery numbers.

This provides users an important factor not decide on the combinations that do not fall in the range outlined. To increase the winning chances this is often a major support offered in online lotto. Winning chances are enhanced in this way. Odd and even numbers provide more chances to be successful in. A good and well balanced combination in order to be enough perform with your luck. Online lottery has more attractions to people rather when compared jackpot technique. Online tickets of lottery are far less expensive those bought in a local shop. Therefore, you needs to increase chances to win by buying more lotto tickets.

Not only that, more millionaires already been created from people starting their own home-based business than additional industry on earth! Make extremely odds in life. That is a bold statement, but the fact remains. You absolutely have the energy to do so, and also when it involves owning your own home-based website.

One alternative for those who may cease looking toward a life of public scrutiny is to utilize their hand at online lotteries. The relative anonymity provided by winning online means if you have a big winner can still remain relatively anonymous. If you’ve always desired having it all, but you’d like to still live the life of a regular Joe, then you may want to test your hand at online lotteries.

First, familiarize yourself with the rules of the lottery game which you’re part inside of. This is the fundamental rule that everyone must know even before taking part in the game. However, most for this time, the players are not familiar with or associated with how something picks the winning lottery numbers. To win the lottery guaranteed, leads to at least know a new game is played, their rules methods the winning numbers are selected.

Play regularly: For your current chances of winning a lottery, its important a person simply play ordinarily. The more often you would play, car loans generally would become your chances of winning a Keluaran HK. To take a seat at home or pondering all day long the can win, you shouldn’t gain almost anything. So, get on with a heels. Feel energetic and motivated. A lot fewer definitely win if you retain trying.

While both theories work well in extremely own way, my experience has taught me that by combining both hot and cold numbers, the odds of success are even better. That means, by having their hot and cold numbers in the lottery ticket that you buy, the chances of you winning the lottery increase substantially.

With previously mentioned strategies, you need now possess a better idea on how to pick winning lottery numbers. Now you have an important tip on winning the lotto. Do it right and your chances to win big in lottery nicely closer by means of!

TAG :
beat the lottery, lottery wheel

GANDAR Kenai Sanksi Para Kapten Kapal Iran

Departemen Keuangan AS, hari Rabu memberlakukan sanksi terhadap lima kapten kapal Iran karena mengangkut bensin ke Venezuela.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan mengutarakan dukungan Iran terhadap rezim sewenang-wenang dan korup di Venezuela tidak bisa diterima, dan pemerintah GANDAR akan terus menggunakan kekuasaan untuk mencegahnya.

Sanksi itu merupakan bagian dari tindakan dengan sedang dilakukan AS untuk menyingkirkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro daripada jabatannya.

AS serta sekitar 50 negara lainnya, yang sebagian besar negara Barat membenarkan pemimpin oposisi Juan Guaido jadi presiden sah negara anggota OPEC itu.

Sanksi dengan diberlakukan AS terhadap industri minyak Venezuela sebelumnya telah membuat negara di Amerika Selatan itu semakin terisolasi. Maduro bulan lalu men Iran, yang sudah dikenai sanksi A. S sebelum pengumuman hari Rabu.

Iran tak segera menanggapi sanksi terhadap para-para kapten kapal itu. Menlu A. S. Mike Pompeo dalam konferensi pers di Washington, hari Rabu mengatakan orang-orang itu membantu mengangkut 1, 5 juta galon petrol dan komponen bensin ke Venezuela. [my/ii]

Kalangan Progresif Tekan Biden Agar Rangkul Agenda yang Tegas

Tekanan pada calon presiden sejak Partai Demokrat Joe Biden supaya merangkul kebijakan yang lebih reformis untuk menanggapi pandemi virus corona, pengangguran besar-besaran dan meluasnya penentangan ketidaksetaraan ras.

Para aktivis Demokrat yang condong ke kiri, tidak sabar dengan kelakuan Biden yang moderat, dan menuntut agenda perubahan untuk memberikan vitalitas kepada pemilih minoritas dan reformis dalam pemilihan presiden November mendatang.

Ketika mantan Pengantara Presiden Joe Biden menjadi seorang senator, ia mendukung RUU mengenai pembasmian kejahatan tahun 1994 dengan menurut para kritikus menarget orang-orang kulit berwarna. Sekarang Biden, yang sebelumnya menjadi wakil Presiden Barack Obama, mendapat pertanyaan mengapa orang Amerika keturunan Afrika harus memilihnya.

“Ini keprihatinan dengan sah, mereka harus skeptis. Dengan bisa saya katakan hanyalah, tunjukkan kepada saya, dan perhatikan barang apa yang saya lakukan. Saya mendengarkan. Nilailah saya berdasarkan apa dengan saya lakukan, apa yang beta katakan, ” ujar Biden.

Dengan menyatakan pengalaman pada kepemimpinan dan kemampuan untuk main sama dengan Partai Republik, Biden memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat ketika pandemi virus corona positif menghentikan kampanyenya.

Biden menang dengan dukungan kuat sebab warga kulit hitam Amerika & warga Amerika umumnya yang lebih tua. Namun, banyak warga progresif muda mendukung Senator Bernie Sanders, pendorong program pemerintah yang merata untuk menyediakan perawatan kesehatan umum, pendidikan perguruan tinggi gratis dan peningkatan tunjangan bagi kelas pekerja.

Untuk mengalahkan Kepala Donald Trump dalam pemilihan pemimpin mendatang, Biden akan membutuhkan ke-2 kelompok utama itu untuk menyampaikan suara dalam jumlah besar.

Tetapi meletusnya aksi penolakan yang meluas atas ketidaksetaraan ras, berikut pandemi virus corona serta hilangnya jutaan pekerjaan, telah meningkatkan seruan untuk melakukan perubahan besar-besaran.

Pendekatan bipartisan Biden menghadapi kecaman dari para aktivis keadilan sosial yang mengatakan Biden terlalu sering menyerah pada syarat Partai Republik.

John Fortier adalah analis politik di Bipartisan Policy Center, sebuah lembaga studi kebijakan bipartisan. “Biden mempunyai karir yang sangat panjang serta menduduki berbagai posisi selama bertambah dari 40 tahun atau lebih, beberapa di antaranya tidak sungguh-sungguh progresif menurut sudut pandang masa ini, dan tidak terlalu masyhur di kalangan progresif. ”

Kini ada harapan dengan semakin berkembang bahwa Biden akan memilih pasangannya sebagai wakil presiden, seorang perempuan keturunan Afrika-Amerika.

Tetapi langkah itu kira-kira tidak cukup untuk menggalang kelompok progresif yang menginginkan agar Biden mendukung reformasi peradilan pidana pada bawah slogan “Defund the Police” (ajakan untuk tidak mendanai kepolisian) yang akan membatasi wewenang polisi.

Mereka juga ingin Biden menerima gagasan tentang pembelaan kesehatan universal, yang dianjurkan oleh Sanders, serta kebijakan-kebijakan agresif buat memerangi ketidaksetaraan ekonomi.

Akunna Cook adalah analis kebijakan dari Third Way, lembaga penelitian politik dan kebijakan di Washington, D. C. “Tidak melakukan apa-apa bukanlah pilihan, ataupun menjadi orang yang hanya menghindari masalah. Kami pikir untuk menyelesaikan masalah ini diperlukan kebijakan yang berani. ”

Walaupun kalangan reformis mungkin tidak puas dengan Biden, mereka tetap bersatu dalam mendekati Trump, seperti disampaikan oleh John Fortier, analis politik dari Bipartisan Policy Center.

“Saya kira pada akhirnya, Biden hendak mendapat dukungan progresif karena tidak ada pilihan lain, ” tambahan Fortier.

Dalam duga pendapat nasional belum lama, Biden ulung 13 poin atas Trump, serta hanya 35 persen responden mengatakan mereka akan mendukung Trump. Tetapi, para analis mengatakan pertikaian pada kalangan Partai Demokrat atau membaiknya kembali perekonomian dapat mengubah semangat persaingan yang bisa menguntungkan Trump. [lt/ii]

Lepas Stres Akibat Pandemi dengan ‘Journaling’

Ketidakpastian di tengah pandemi virus corona menyebabkan banyak orang merasakan stres. Para psikolog merekomendasikan bervariasi mekanisme untuk mengatasinya, termasuk merekam journal atau journaling.

“Aku paham bahwa letting go is a process …“

Inilah sebait tulisan Ardi Purnamaningtyas dalam jurnalnya. Dia mulai menyusun jurnal sejak mengikuti pelatihan ‘journaling therapy’ beberapa bulan lalu.

“…tetap saja ketika ada kejadian menyenangkan yang terjadi, tak mudah untuk bisa let go …”


Ardi Purnamaningtyas, rutin menulis jurnal atau journaling untuk lebih mengenali diri sendiri. (foto: courtesy)

Ada banyak alasan yang mendorong perempuan 39 tahun pada Jakarta ini untuk menuangkan isi hati dan pikirannya di buku harian. Mulai dari upaya penyembuhan untuk mengatasi trauma masa lalu, sampai melepas stres di tengah pandemi virus corona.

“Karena pandemi COVID menimbulkan penuh ketidakpastian, ada rasa khawatir, gamang, bahkan mungkin marah. Ketiga emosi itu kuat banget ke awak. Cemas, takut, marah dengan keadaan, ” ujarnya.

Seperti banyak orang, Ardi merasakan cemas dengan virus corona dan khawatir tertular. Dia sempat memendam rasa marah dengan orang-orang dengan tak disiplin menggunakan masker di ruang publik. Pekerja lepas di sebuah kantor pengacara ini selalu takut kehilangan pekerjaan di sedang perekonomian yang memburuk.

Para psikolog mengatakan perasaan semacam itu wajar muncul dalam tengah pandemi virus corona dengan penuh ketidakpastian.

“Be kind to yourself, don’t beat yourself up…”

Psikolog Pita Wardani yang berbasis di Bethesda, negara bagian Maryland, mengatakan pada VOA menulis jurnal seperti dengan dilakukan Ardi, bisa membantu menggali beban mental.


Psikolog Pita Wardani yang berbasis dalam Bethesda, negara bagian Maryland. (foto: courtesy)

“Misalnya kita tahu ‘hari ini rasanya berat banget & biasanya bisa sabar tapi hari ini berat banget. ’ Itu bisa ditulis di jurnal. Belakang kita bisa lihat lagi misalnya dalam tiga hari pas kita lihat ke belakang, ‘oh kayanya sudah membaik, ’ jadi bisa lihat kan, ada perkembangan lembaga? Atau ‘belum membaik dan rasanya perlu ngomong sama orang mengenai ini. ’”

Self-awareness atau kesadaran diri sama dengan ini penting untuk mencegah diri ke arah negatif, tambah Pita.

Setelah melaksanakan journaling selama beberapa bulan akhirnya, Ardi mengatakan kepada VOA dia merasakan banyak hal positif, terutama jadi lebih mengenali diri sendiri.

“Kaya kemarin saya baru sadar bahwa hamba segitu ngga sukanya sama tulisan sendiri. Lalu ada muncul kemurkaan, emosi ingin robek-robek kertas. Sesudah selesai nulis saya coba renungkan, kenapa seperti ini ya? Hal-hal kaya gitu yang mungkin menetapkan digali lagi, ” ujar Ardi.

Bagi hawa yang gemar yoga ini, journaling bisa menjadi semacam meditasi tak formal dimana dia bisa pokok menulis dan fokus pada diri sendiri.

Journaling berbeda dari menulis diari yang biasanya berisi kegiatan sehari-hari. Journaling dipicu dengan ‘prompt’ atau dorongan menulis.

Misalnya; “Apa yang paling disukai dari diri sendiri?, ” “Tulislah surat cinta untuk diri tunggal!, ” atau “Kapan terakhir kali Anda menangis dan apa pelajaran yang dipetik? ”

Meski terdengar sederhana, journaling membutuhkan ketekunan, supaya kita mampu merasakan manfaatnya. [vm/jm]